Skip to main content

1KAROBERNYANYI - Behind The Scene


Ada cerita di balik karya #1KAROBERNYANYI yang saat ini sudah tayang dan ditonton ribuan orang di seluruh dunia. Ide awalnya muncul di WAG SIRA Community, karena sedang hits membuat virtual choir yang merupakan paduan suara terdiri dari banyak orang dan ditayangkan dalam satu layar, terpikir olehku bagaimana kalau kita buat ribuan orang karo di dalam satu layar, bernyanyi sama-sama, pasti seru. Ide itu dilontarkan di group sebagai obrolan biasa sebenarnya, supaya rame saja. Tapi ternyata disambut cukup baik oleh teman-teman yang lain. Dan akhirnya terbentuklah project ini... 


PROPOSAL

SIRA menyusun proposal untuk kemudian digunakan sebagai pencarian dana. Dana nantinya dibutuhkan untuk memastikan bahwa project ini bisa selesai tepat waktu. Kita dari awal sudah mengupayakan supaya proses pengerjaannya bisa tepat waktu dan selesai. Begitu proposal selesai, langsung dibagikan ke para calon donatur. Para pencari sponsor kita yaitu Devi Lestari Sembiring, Musarni Perangin-angin, Lenny Santida Tarigan, dan Erwina Pelawi sungguh luar biasa dalam melakukan pelayanan mereka. Dana yang terkumpulkan memang betul tidak persis mencapai seperti target yang ada di proposal, karena memang kondisi pandemi covid-19, banyaknya kegiatan yang lain, dan event seperti natal dan tahun baru cukup menguras energi dalam proses pencarian dana ini. Namun Puji Tuhan dengan segala kekurangan yang ada, tetap dicukupkan untuk penyelesaian project ini. 


MUSIK

Langkah awal adalah mencari lagu, membuat musik, membuat choir, serta panduannya untuk bernyanyi. Usulan lagu dirangkum jadi satu, ada 5 lagu terdiri dari 1 lagu Indonesia dan 4 lagu karo. Dari lagu tersebut harus dirangkai mejadi sebuah kesatuan supaya saling menguatkan satu dengan yang lain. Di sini kepiawaian Makarios Karosekali untuk menyusun sedemikian rupa supaya terbentuklah sebuah harmoni lagu beserta urutan-urutannya. Musik disepakati dibuat oleh pihak luar supaya bisa diset target dan kualitasnya benar-benar baik. Budi Pardede bersedia membantu untuk membuat musiknya secara live recording (tidak hanya virtual instrument) dengan instrumen karo yang asli. Tentunya jasanya diberikan secara profesional. Keluarga Djaga Depari pun kami hubungi dan memberikan ijin agar lagu-lagunya dinyanyikan di dalam virtual choir ini. 


CHOIR

Membuat choirnya perlu partitur / notasi yang nantinya menjadi panduan bernyanyi. Di sini ada para musisi yang hebat Dedy Brahmana dan Novrendo yang menyumbangkan kreativitas mereka untuk arrange lagu-lagu menjadi harmoni choir yang luar biasa keren. SATB dibuat, kemudian ditranslasi menjadi notasi balok dan angka. Hal ini menjadi feeding untuk proses pembuatan musik juga agar kemudian dapat diharmonisasi. Tentu hal ini tidaklah mudah. Makarios sebagai music & video director bekerja keras agar hal ini dapat bisa tercapai dengan idealisme yang tetap terjaga menghasilkan musik yang berkualitas dan layak didengar oleh orang banyak. 


PANDUAN REKAMAN

Langkah selanjutnya adalah melakukan perekaman untuk panduan bernyanyi. Pencarian talent ini pun dilakukan dan luar biasanya ada teman-teman yang bersedia menyumbangkan suara indahnya dan waktunya juga untuk melakukan perekaman ini. Rekaman pun dikompilasi menjadi panduan yang diupload di Youtube untuk nantinya dibagikan ke peserta. 


FLYER

Project ini membutuhkan teaser untuk mengajak orang-orang tergugah untuk ikut serta bernyanyi, merekamnya, dan mengirimkannya. Untuk itulah ada orang hebat seperti Esra Pospos yang punya segudang kreativitas untuk membuat flyer-flyer yang menarik dengan desain yang keren. Mulai dari proposal, flyer, artis-artis yang tampil, rekap nama-nama penyanyi dan all credits, countdown, premiere, dan semua-semua yang related dengan design. 


TALENT

Salah satu hal yang tersulit adalah mencari orang-orang yang mau merekam video diri mereka menyanyikan lagu. Ini benar-benar sulit sekali, bahkan untuk 10 orang saja sulit, apalagi untuk seribu orang. Untuk itulah ada khusus talent recruitment yang memang khusus untuk membidangi hal ini, disitu lah hebatnya Sirma Ulina Ginting, Yuni Theresia Sukatendel, dan Indra Refipal Sembiring dalam 'people-hunting', bahkan sampai diundang dan direkamin agar videonya jadi dan diuploadkan. 


VIDEO EDITING

Pekerjaan berat selanjutnya adalah video editing. Punggawa yang mengawal hal ini adalah Abel Tarigan dan Gafirat Theo Brahmana yang punya skill terbaik dalam video editing. Video teaser, sampai ke proses editing video final dilakukan oleh mereka agar dapat menghasilkan outstanding video yang dapat memukau para penonton. Video-video yang terkumpul dibagi menjadi beberapa bagian, dan dikerjakan secara parsial. Aku dan Makarios pun ikut terlibat membantu agar proses editingnya bisa berjalan lebih cepat. Proses editing dan rendering yang memakan waktu puluhan sampai ratusan jam yang sering ditemani oleh dinginnya malam dan hangatnya kopi. 


ARTIS

Agar video yang dihasilkan lebih menarik, kami sepakat untuk mengundang artis-artis Karo ikut serta. Semua anggota SIRA terlibat dalam proses pencarian Artis untuk bisa dihubungi dan diajak ikut serta. Kazpabeni Ginting menghubungi Plato, Makarios Karosekali menghubungi Tio Fanta Pinem-Darta Surbakti-Averiana Barus, Yuni Theresia Sukatendel menghubungi Melita Meliala, Sirma Ulina Ginting menghubungi Lyodra Ginting. Terakhir aku menghubungi Mey Permata Tarigan. Syukurnya artis-artis Karo ini sangat-sangat mengapresiasi project ini dan sangat bersedia ikut bernyanyi, merekam videonya sesuai dengan arahan dari tim SIRA. 


TOKOH

Dari awal project ini dibuat SIRA memang bukan untuk alasan yang komersial, namun ingin menyampaikan pesan kepada seluruh dunia bagaimana kompaknya orang Karo (baca: kolaborasi), dan hal ini harus diestafetkan ke generasi penerus selanjutnya. Sehingga akhirnya diundanglah tokoh-tokoh Karo yang dapat mewakili untuk menyampaikan pesan-pesan ini. SIRA menghubungi Abetnego Panca Putra Tarigan, S.E., M.Si., Kolonel Inf. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., Prof. Dr. Budi Anna Keliat, SKp., MAppSc., Drs. Makmur Keliat, Ph.D, Agita Mahlika Bangun untuk bisa menyampaikan pesan ini dengan baik.


DOA

Di sini ada Andrea Eliasta Tarigan walau di tempat yang jauh dan dalam penantian kelahiran anaknya, setia dalam membuat jadwal doa dan reminder ke semua tim. Hal ini tampak sederhana, tapi setiap kali direminder dan didoakan sama-sama di udara, selalu ada keajaiban-keajaiban yang terjadi untuk project ini. 


MASALAH 1: MINIM VIDEO

Proses penyelesaian menemui berbagai kendala. Talent yang sangat minim ikut bernyanyi sempat membuat kami ragu project ini bisa selesai, bagaimana mungkin target seribu orang namun video yang masuk hanya 40 orang? Akhirnya tim kerja keras sampai jemput bola dengan melakukan proses rekaman untuk peserta. Hal ini sangat berdampak karena memang sulit sekali mengajak orang bernyanyi apalagi merekamnya. 


MASALAH 2: DANA

Kekurangan dana menjadi masalah yang harus dilewati juga. Karena awalnya kami ingin hasil videonya benar-benar berkualitas, jadi tentang kualitas ini bukan harga yang bisa ditawar. Dengan keterbatasan dana, akhirnya kami barter beberapa proses yang punya biaya tinggi dengan dikerjakan secara internal dan bermodalkan pertemanan. Hal ini tidak mudah, apalagi menjelang target tanggal dana yang terkumpul tidak sampai 50%. Tapi untungnya ada donatur-donatur yang murah hati mau menyumbangkan uang mereka tanpa pamrih agar project ini bisa selesai. 


MASALAH 3: PANDEMI

Sebenarnya ini lah masalah utama, karena project ini dijalankan saat pandemi covid-19 sedang marak-maraknya. Panitia hanya bisa rapat secara virtual, perencanaan dan pelaksanaan pun hanya bisa dimonitor secara jarak jauh tanpa ada kontak fisik. Hal ini memang membuat masalah yang sangat besar dalam koordinasi, tapi justru hal ini juga yang membuat semua panitia bertanggung jawab untuk tugasnya masing-masing karena kami benar-benar saling mengandalkan dan saling membantu kekurangan anggota yang lain. 

 

Ini sekilas cerita dibalik pembuatan #1KAROBERNYANYI, masih banyak sisi lain yang tidak bisa terceritakan semua, tapi setidaknya ini dituliskan supaya sebagian cerita ini tidak terlupakan, project yang tidak mudah, yang mungkin SIRA sendiri pun sempat ragu bisa terlaksana, namun akhirnya bisa terselesaikan dengan anugerah Tuhan dan kerja keras dari semua panitia. Terpujilah Tuhan. 



 


#1KAROBERNYANYI

Virtual Choir 1K (Seribu) Masyarakat Karo se-Dunia Mejuah-juah. SIRA Community melalui #1KAROBERNYANYI mengajak masyarakat suku Karo di seluruh pelosok dunia untuk semakin mencintai negeri Indonesia yang kaya akan alam dan budaya melalui musik dan nyanyian. #1KAROBERNYANYI diwujudkan dalam video berdurasi 25 menit yang memadukan Virtual Choir dalam aransemen musik nasional dan etnik Karo yang berkualitas. Masyarakat Karo se-Dunia sebagai sentral dari video ini menyanyikan lagu Nasional Rayuan Pulau Kelapa ciptaan Ismail Marzuki dan lagu legendaris Karo karya Djaga Depari yaitu Tanah Karo Simalem, Mbuah Page, Nangkih Deleng Sibayak, Mejuah-juah, bersama-sama dengan para Artis Karo yaitu Averiana Barus, Darta Surbakti, Lyodra Ginting, Melita Meliala, Mey Permata Tarigan, Plato Ginting, Siska Ferianita Meliala, Tio Fanta Pinem, diiringi alunan musik serta tarian Karo menciptakan harmoni kidung yang mengingatkan kita akan indahnya Tanah Karo Simalem. Tokoh Karo yaitu Abetnego Panca Putra Tarigan, S.E., M.Si., Kolonel Inf. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., Prof. Dr. Budi Anna Keliat, SKp., MAppSc., Drs. Makmur Keliat, Ph.D, Agita Mahlika Bangun, menitipkan pesan estafet kepada seluruh Masyarakat Karo dan juga generasi penerusnya untuk tetap mempertahankan budaya sebagai sebuah karya yang dititipkan Tuhan untuk terus dijaga dan dikembangkan. Masyarakat Karo harus semakin maju dan berperan di dalam membangun negeri Indonesia, bahkan membangun Dunia Global. Terwujudnya video ini tidak lepas dari dukungan semua Sponsor yang dengan luar biasa mendukung acara ini, Panitia yang bekerja keras demi terwujudnya video ini walau dengan segala kekurangan dan ketidaksempurnaannya, serta seluruh pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu yang selalu menjadi penyemangat untuk menjadikan video ini sebuah titik sejarah di dalam kehidupan Masyarakat Karo. Terlebih untuk ide dan kreativitas dari Tuhan Yang Maha Esa yang selalu menyertai perjalanan terciptanya video ini. Video ini ditayangkan secara online melalui platform Youtube untuk dapat dinikmati seluruh penonton, terutama masyarakat Karo di seluruh penjuru dunia. #1KAROBERNYANYI adalah manifestasi dari cinta Budaya Karo, cinta Indonesia. -COMMITTEE- Project Director: Julbintor Kembaren Music and Video Director: Makarios Karo Sekali Music Consultant: Deddy Putra Brahmana | Novrendo Malbreba Video Consultant: Abel Tarigan | Theo Aminta Gafirat Sembiring Sponsorship: Devi Lestari Sembiring | Musarni Peranginangin | Lenny Santida Tarigan | Erwina Pelawi Talent Recruitment: Sirma Ulina Ginting | Yuni Theresia Sukatendel | Indra Refipal Sembiring General Support: Esra Pospos | Andrea Eliasta Tarigan | Kazpabeni Eben Ezer Ginting Maju terus masyarakat Karo. #1KAROBERNYANYI #1karobernyanyi #siracommunity #seribukarobernyanyi #seribukaro #seribu #1k #siracommunity #sira #community #komunitas #karo #karonese #komunitaskaro #musik Find us: Youtube SIRA Community https://www.youtube.com/channel/UCWiS... Instagram sira.community https://www.instagram.com/sira.commun... Facebook SIRA Community https://www.facebook.com/sira.comunity/



Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW. Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan.  Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt.  Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya.  Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret".  Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi.  Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar.  Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun.  AC: saya matikan ac dan lampu

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter. Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula. Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa

KECEWA dengan BIGTV !

Sekitar sebulan yang lalu saya mencoba pasang bigtv karena katanya lebih murah dan pilihan channel lebih banyak dalam satu paket. Di rumah sebenarnya sudah langganan indovision dan berjalan dengan baik. Tapi karena ingin membandingkan, ingin mencoba yang baru, dan kalau memang bagus akan mengganti yang lama dengan yang lebih bagus, maka akhirnya saya coba berlangganan bigtv. AWALNYA SUDAH KURANG BAGUS, TEKNISI AMATIR. Teknisi yang datang untuk proses instalasi sudah bermasalah dari awalnya. Proses cabling tidak berjalan baik, sehingga siaran tidak dapat ditangkap dalam sekali instalasi. Besoknya teknisinya datang lagi dengan membawa seniornya, dan akhirnya siaran dapat berjalan baik (walaupun sinyal kecil sekali). Kabel coaxial di rumah saya sebenarnya sudah ditanam duluan saat proses renovasi rumah, sehingga tidak perlu penarikan kabel baru ke dalam rumah, hanya tinggal menyambung di atas. Adapun proses instalasi adalah di kamar saya dan sudah ada kabel instalasinya. Teknisi pada