Skip to main content

Arshi Demam dan Kejang




 Untuk pertama kalinya mengalami anak kejang. Rasanya panik dan cemas. 


Pagi itu 9 Oktober 2020, istriku pergi ke tempat kerja. 

Aku WFH di ruang kerja. 

Kudengar sayup-sayup Arshi, anakku yang nomor 3 tidak mau sarapan. 

Umurnya 2 tahun dan sedang aktif-aktifnya. 

Akhirnya bibi yang mengasuh kudengar menawarkan berenang sambil disuapin makan. 

Anakku itu terdengar langsung menuntun untuk berenang. 

Berenangnya di kolam karet ukuran 3mx1.5m di garasi rumah. 


Jam 11 an, anakku nomor 2, Reigo, bilang ke saya bahwa Arshi hangat. 

Kucek badannya memang hangat. Dipaksa makan, tetap tidak mau. 

Kutanya apakah tadi sarapan sudah ada yang masuk makanan, jawabnya bibi yang mengasuh belum ada masuk makanan. 

Kuinfo istriku, dia pun sudah bersiap pulang dari sekolah. 

Dipaksa makan tetap tidak mau. Belum terpikir untuk diberikan obat. 


Saat istriku sampai, dipaksa masuk makanan masih belum mau juga. 

Dipaksa minum obat penurun panas, Tempra drops. Tapi dikeluarkan lagi. 

Akhirnya anakku muntah, sekilas aku melihat matanya mendelik ke atas. 

Aku belum tahu kalau itu adalah tandanya kejang. 

Peristiwanya berlangsung hanya sekejap. 

Setelah itu anakku kembali aktif, walau badannya masih hangat. 

Diberi makan buah masih mau. Jadi kami pikir aman. 


Malamnya berhasil diberi tempra. Suhu turun, dan tidur pulas. 

Kemudian jam 12 malam dia terbangun dan mengajak istriku ngobrol-ngobrol. 

Sementara suhunya terus naik. Jam 02 aku dibangunin istri suhunya tinggi, 40!

Anakku muntah untuk kedua kalinya. Kami sudah tidak tenang. Istriku menangis. 


Kami tunggu sampai subuh, sambil penuh kecemasan. 

Setelah konsultasi dengan keluarga, akhirnya kami bawa ke IGD. 

Di IGD langsung diperiksa, diberi infus, dan cek darah rapid dan cek lab. 

Langsung dibooking ruangan inap di PMI Bogor, ruang mawar. 


Setelah infus masuk, anakku sudah mulai menurun panasnya, dan mulai diare. 

Hampir sekitar 5x sehari diare. Untungnya karena infus masuk, jadi tidak dehidrasi. 

Makannya masih belum mau, cuma tetap disuap telur putih. 


Dokter anak, dr Yus, visit, sambil membaca hasil lab. 

Hasilnya ada infeksi virus. Tapi tidak ada indikasi lain.

Jadi dimaintain kondisinya, semoga membaik. 



Puji Tuhan, tidak ada yang aneh-aneh. 

Walau kami masih khawatir akan kejang lagi. 

Dokter bilang, suhu tubuh jika 37.5 sudah harus masuk obat penurun panas. 

Jika masuk suhu 38, langsung masuk puyer. 

Dan jika masuk suhu tubuh 39-40, sudah wajib masuk obat via dubur. 

Kenapa via dubur, agar diproses lebih cepat oleh tubuh. 



Kami di rumah sakit sampai senin. 

Kondisi tubuh Arshi semakin hari semakin membaik. 

Bahkan sudah ingin jalan sendiri sambil mendorong tiang infus. 

Hari senin kami diperbolehkan pulang oleh dokter. 

Puji Tuhan. 

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW. Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan.  Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt.  Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya.  Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret".  Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi.  Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar.  Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun.  AC: saya matikan ac dan lampu

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter. Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula. Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa

KECEWA dengan BIGTV !

Sekitar sebulan yang lalu saya mencoba pasang bigtv karena katanya lebih murah dan pilihan channel lebih banyak dalam satu paket. Di rumah sebenarnya sudah langganan indovision dan berjalan dengan baik. Tapi karena ingin membandingkan, ingin mencoba yang baru, dan kalau memang bagus akan mengganti yang lama dengan yang lebih bagus, maka akhirnya saya coba berlangganan bigtv. AWALNYA SUDAH KURANG BAGUS, TEKNISI AMATIR. Teknisi yang datang untuk proses instalasi sudah bermasalah dari awalnya. Proses cabling tidak berjalan baik, sehingga siaran tidak dapat ditangkap dalam sekali instalasi. Besoknya teknisinya datang lagi dengan membawa seniornya, dan akhirnya siaran dapat berjalan baik (walaupun sinyal kecil sekali). Kabel coaxial di rumah saya sebenarnya sudah ditanam duluan saat proses renovasi rumah, sehingga tidak perlu penarikan kabel baru ke dalam rumah, hanya tinggal menyambung di atas. Adapun proses instalasi adalah di kamar saya dan sudah ada kabel instalasinya. Teknisi pada