Skip to main content

Dosen S2


Di tahun 2020 ini kembali menjadi dosen. 
Kali ini kesempatan mengajarnya di S2 Master of Management in Technology (MMT) di UMN.
Masih dosen non-permanen, karena belum mendaftarkan homebase.

Tahun lalu sebenarnya sudah diajak ikut mengajar.
Sempat interview dengan pak Dekan dan jajarannya di kampus gading serpong.
Saat itu kelas S2 MMT baru saja akan dibuka.
Namun saat itu saya pun masih ragu karena jarang dari kantor ke gading serpong sangat jauh.
Lebih lagi dari pihak kampus pun membutuhkan yang memang benar-benar available.
Jadi tidak jadi lah saat itu.

Di awal tahun dapat kabar bahwa kelas S2 MMT di UMN ini dibuka di palmerah.
Lokasinya di Kompas Building.
Wah, lokasinya bisa ditempuh sekitar 30 menit dari kantor yang sekarang.
Akhirnya aku beranikan untuk menerima tawaran.
Pertama kalinya aku kembali mengajar, setelah waktu dulu mengajar di S1 Binus.
Sekarang pun masih terdaftar di Binus, hanya saja karena sabtu tidak memungkinkan
untuk bolak balik bogor-jakarta. Sehingga aku off dulu.

BUKAN TENTANG UANG
Sebenarnya perkara mengajar bukan tentang uang.
Tapi mengutip yang dibilang istri saya, ini tentang aktualisasi diri.
Istriku sering bilang aku itu paling tidak bisa kalau santai dan diam saja.
Aku pun sadar, kalau tiap hari waktu tuh rasanya harus dipakai secara optimal semua.
Itu karenanya, istriku sebenarnya kurang setuju dengan proses ngajar ini.
Mungkin karena malam hari, dan pulang ngajar pasti sudah malam sekali.
Pesannya sederhana: jaga kesehatan.



Ya, ini memang bukan tentang uang.
Ini tentang sebuah kesenangan untuk mengajar, mendidik, berbicara, dan berkolaborasi.
Ada sebuah kesenangan dan kenikmatan saat mengajar mahasiswa.
Rasanya seperti menjadi diri sendiri.

PROFILE
Menjadi dosen itu ternyata lebih mudah dikenal oleh orang lain.
Orang lebih familiar dengan kata dosen, dan sudah bisa membayangkannya.
Lain hal jika kita menjelaskan bahwa kita seorang senior manager IT.
Biasanya orang yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan lanjutan yang agak gagap,
atau tidak bertanya sama sekali.





SAMPAI KAPAN
Aku belum tahu menjadi associate faculty member (dosen non-permanen) ini sampai kapan.
Beberapa waktu kemarin ada kakak kelasku di S3 yang lulusnya setelah aku lulus.
Dia bertanya, apakah aku sudah mendaftarkan NIDN dan punya homebase.
Aku bilang belum, karena aku masih associate faculty member.
Dia bingung, karena sebenarnya aku duluan yang terjun ke dunia dosen ini sebagai
associate faculty member. Sementara dia yang sudah mengajar sebagai AFM selama 1 tahun,
otomatis langsung menjadi faculty member yang mana punya tambahan-tambahan
insentif lainnya.

Ya sudahlah, biar muaranya adalah waktu dan kesempatan.
Tak perlu terburu-buru.
Lagipula aku punya tanggung jawab yang lebih besar juga di kantor tempatku bekerja, yang mana harus juga mencurahkan tenaga dan waktu untuk menjalankannya.


Comments

Popular posts from this blog

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

KECEWA dengan BIGTV !

Sekitar sebulan yang lalu saya mencoba pasang bigtv karena katanya lebih murah dan pilihan channel lebih banyak dalam satu paket.
Di rumah sebenarnya sudah langganan indovision dan berjalan dengan baik. Tapi karena ingin membandingkan, ingin mencoba yang baru, dan kalau memang bagus akan mengganti yang lama dengan yang lebih bagus, maka akhirnya saya coba berlangganan bigtv.

AWALNYA SUDAH KURANG BAGUS, TEKNISI AMATIR.
Teknisi yang datang untuk proses instalasi sudah bermasalah dari awalnya. Proses cabling tidak berjalan baik, sehingga siaran tidak dapat ditangkap dalam sekali instalasi. Besoknya teknisinya datang lagi dengan membawa seniornya, dan akhirnya siaran dapat berjalan baik (walaupun sinyal kecil sekali). Kabel coaxial di rumah saya sebenarnya sudah ditanam duluan saat proses renovasi rumah, sehingga tidak perlu penarikan kabel baru ke dalam rumah, hanya tinggal menyambung di atas. Adapun proses instalasi adalah di kamar saya dan sudah ada kabel instalasinya. Teknisi pada awa…