Skip to main content

Posts

Showing posts from 2019

Voofhea Juara 2 Lomba Bernyanyi di Budi Mulia

Bulan November 2019, Fhea diminta mengikuti lomba menyanyi untuk kelas SD di Budi Mulia, mewakili sekolahnya Regina Pacis Bogor. Persiapannya cukup intens. Seperti biasa, kakak paling tua ini memang penuh persiapan kalau mengikuti sesuatu. Hampir setiap hari dihabiskan dengan berlatih dan berlatih. Yang kali ini sepertinya kakak cukup percaya diri untuk mengikuti lomba. Sedikit berbeda dengan saat mengikuti lomba mewarnai, saat sudah ada peserta yang peserta les osella, biasanya kakak mulai gentar. Ya, yang kali ini pun sebenarnya ada seperti itu, contohnya dia punya teman bernyanyi yang pernah duet, yang juga ikut. Tapi tidak terlalu kental kompetisinya, lebih kepada teman bareng dan sama-sama mengikuti lomba. Kami sekeluarga mengantar, termasuk Arshi juga. Situasi sound system memang tidak pernah bisa diprediksi. Saat itu penyanyi-penyanyi awalnya pun banyak yang mengalami masalah. Banyak yang temponya lari. Aku pun berbisik kepada Fhea, upayakan nanti saat bernyanyi be

Belajar recording music video

"Sahabat Setia (Naura), cover by Chicha & Voofhea", ini hasil recording music video pertamaku. Cover lagu ini dikerjakan saat weekend tentunya. Karena mungkin hari lain anak-anak maupun orang tua sudah sibuk dengan pekerjaan, PR, les, dll. Saat cover lagu ini, sebelumnya aku dan istriku recording lagu "Romansa Masa Lalu"nya Glenn, tapi agak ragu-ragu untuk direlease hahaha (soalnya jelek). Lagu kedua ini awalnya tidak direncanakan. Jadi sebelum recording, berlatih dulu deh. Awalnya Mama yang bermain gitar. Namun sepertinya kok agak canggung dan kurang konsentrasi, akhirnya aku gantikan bermain gitar tapi tidak masuk ke dalam layar. Persiapannya memang cukup lumayan, karena ini mungkin cover pertama menggunakan lighting beneran, dan live recording juga. Beberapa peralatan yang aku siapkan untuk recording video yang cukup ok dengan suara jernih dan cahaya yang ok sebagai berikut. 1. Lighting. Lighting yang digunakan ada 2 lampu. Satu lampu naked per

Masuk 10 besar Lomba Cipta Lagu KAKR GBKP 2019

Agustus 2019 aku coba ikutan lomba cipta lagu KAKR GBKP 2019. Lomba cipta lagu untuk lagu sekolah minggu di GBKP Lomba ini program moderamen, dilaksanakan se-klasis Jakarta Banten. Rencananya lagu-lagu tersebut akan dibukukan Aku sebenarnya semangat sekali pada awalnya Kubilang sama istri, aku ingin masukin setidaknya 10 lagu Hahahaha, cita-cita boleh lah setinggi langit Tapi pada kenyataannya ternyata terhalang oleh banyak kegiatan Akhirnya setelah begitu banyak penundaan Aku hanya berhasil mengirim 2 lagu saja Itupun sebenarnya lagu yang tidak terlalu baru Kucoba terjemahkan menjadi bahasa karo Sama sekali tidak berharap jadi juara Hanya punya harapan saja Bahwa lagu tersebut bisa menambah perbendaharaan lagu anak sekolah minggu di GBKP Pagi tadi tiba-tiba masuk wa dari ketua panitia Abang surya, dan dia bilang dengan singkat Bahwa laguku masuk 10 besar lagu terbaik Kaget dan senang, dan juga basah Basah karena saat baca wa sedang di kamar mandi Di perjala

Waktu - Voofhea

WAKTU Voofhea Kembaren Cipt. Julbintor Kembaren Ada waktu untuk menangis Ada waktu untuk tertawa Seiring detik semuanya dilalui Pernahkah kau bertanya pada Tuhan Seberapa berharganya hidup ini di mataNya Ada waktu untuk memeluk Ada waktu untuk melepaskan Semuanya adalah milikNya Butiran pasir waktu trus melaju Sekali ku berharap Waktu kan berhenti Namun apa daya ku Reff: Aku percaya Ia membuat segala sesuatunya indah pada waktuNya Dan aku percaya Apa yang dilakukanNya kan tetap ada Tuk selamanya Coda: Langkahku takkan pernah kembali Jejaknya menetap Kumau bri yang terbaik Kumau bri yang terbaik Mulai saat ini Mulai detik ini

Kita tidak bisa memilih tujuan hidup sendiri

Hari minggu, 18 Agustus 2019 Hari pelantikan pertua diaken dengan masa jabatan yang baru. Hari minggu terakhir abang saya, Lahargo Kembaren, membawakan liturgi sebagai Diaken di GBKP Bogor. Abang melayani sebagai Diaken di periode 2014-2019. Kemudian saat pemilihan kemarin berdasarkan pemilihan dari sektor menjadi calon Pertua, dan saat pemilihan di runggun tidak terpilih. Ada rasa haru saat aku pun ikut dalam barisan prosesi sebagai pengurus PJJ yang membawakan kolekte dan memberikan ucapan selamat kepada pertua diaken yang baru. Perasaan melankolis semakin membumbung tinggi melihat Mamah berdiri di tengah untuk merekam momen abang menaiki mimbar untuk terakhir kalinya sebagai Diaken. Bernyanyi disertai rasa haru biru. Kemudian giliran pengurus PJJ memberikan bunga dan menyematkan kain ke abang. Kutepuk bahunya, kuberikan salam perjuangan, perjuangan untuk melanjutkan pelayanan yang lain, yang masih luas di luar sana. Kita ini buatan Tuhan, dan kita memang direncanakan untuk m

STRATEGI JITU MENGURANGI PENGGUNAAN SMARTPHONE

STRATEGI JITU MENGURANGI PENGGUNAAN SMARTPHONE Tentunya kita sudah sering mendengar betapa berbahayanya penggunaan smartphone yang berlebihan. Di tahun 2019, Marcello Russo dan beberapa kawannya mempublikasikan hasil penelitian mereka di Harvard Business Review yang dilakukan dengan pendekatan yang berbeda, yakni meneliti motivasi dan strategi yang digunakan kebanyakan orang yang ingin mengurangi penggunaan smartphone. Hasil penelitiannya memperlihatkan 4 strategi yang paling sukses untuk mengurangi penggunaan smartphone. #1 Meletakkan smartphone jauh dari jangkauan.  Hasil penelitian menunjukkan ini adalah strategi yang paling efektif untuk mengurangi penggunaan smartphone. Hal ini dapat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, dapat menghadiri meeting dengan lebih fokus dan penuh perhatian terhadap apa yang sedang dikerjakan. #2 Menerapkan aturan yang ketat terhadap penggunaan smartphone.  Aturan seperti "tidak menggunakan smartphone di luar jam kerja", atau &

KEPEMIMPINAN DALAM KELUARGA

KEPEMIMPINAN DALAM KELUARGA Menurut Waite, kepemimpinan atau leadership adalah landasan untuk pengelolaan sumber daya manusia agar organisasi dapat mengatasi resistensi terhadap perubahan. Konsep kepemimpinan ada dua jenis menurut Burns, transaksional dan transformasional--transaksional yang menawarkan imbalan untuk produktivitas, sedangkan transformasional lebih kepada menginspirasi dan mengembangkan kemampuan pengikutnya. Robert Greenleaf mengutarakan hal lain tentang kepemimpinan yang melayani atau servant leadership yaitu untuk menjadi seorang pemimpin yang baik harus menjadi pelayan orang lain. Jika keluarga diibaratkan sebagai organisasi, maka tentu keluarga pun butuh kepemimpinan. Perubahan di dalam keluarga bisa dalam berbagai hal, perubahan terhadap nilai anak sekolah yang turun, prestasi kakak yang bagus sementara adik biasa saja, atau terhadap penggunaan internet yang sangat bebas dan masif di kalangan remaja. Semua perubahan itu perlu diatasi dengan baik. Keluarga

Erdemu Bayu - Julbintor Kembaren

 2 hari kemarin proyek pribadi mengerjakan lagu buat pemberkatan pernikahan. Saat PJJ (perpulungen jabu-jabu atau persekutuan keluarga) SWRJ jumat kemarin, aku disemangati semua teman-teman untuk menciptakan lagu buat pasu-pasu/ pemberkatan pernikahan. Senangnya punya kawan yang "provokatif" dalam arti yang positif, memberi semangat sebagai tenaga ekstra melakukan sesuatu yang out of the box. Di perjalanan pulang PJJ, aku jadi semangat mencari ide untuk lagu pasu-pasu. Awalnya mencoba mencari-cari hal yang spesial tentang pernikahan di alkitab, baru sadar bahwa Yesus justru pertama kali datang untuk melakukan mujizat kepada pernikahan.  Akhirnya sampai rumah, membaca ulang lagi cerita di Yohanes 2, mengenai perkawinan di Kana.  Entah bagaimana, mendapatkan inspirasi bahwa apa yang Tuhan Yesus lakukan di situ sebenarnya menggambarkan apa yang Tuhan inginkan dalam sebuah pernikahan.  Aku mendapat not dan nada untuk bait dahulu. Kukunci nada dan lirik pertamany

Kekuatan Eliminasi

Kekuatan Eliminasi Banyak dari kita dididik dari kecil untuk memiliki cita-cita setinggi-tingginya. Kemudian kita diajar untuk berusaha sekuat tenaga supaya bisa berhasil meraih cita-cita tersebut dengan sekuat tenaga, apapun caranya kita harus bisa berhasil. Jika ada hambatan dan tantangan, hal itu tidak boleh menjadi penghalang kita untuk berhasil mendapatkan apa yang kita cita-citakan. Kita diciptakan dan dilatih untuk berhasil, bukan gagal. Bahkan kata gagal sudah dihapuskan dari kamus kehidupan kita.  Dan kemudian, kita mengalami kegagalan.  Apa yang terjadi?  Kita bingung. Kita marah. Kita tidak bisa menerima kenyataan. Kita tidak puas dan tidak berhenti untuk tetap mengupayakan perjuangan kita.  Dan kita kembali gagal.  Kita tidak berhenti sampai di situ. Kita semakin menjadi-jadi. Mungkin belum mengeluarkan seluruh kekuatan yang sebenarnya, pedal gas ditekan semakin dalam, kecepatan mencapai tingkat paling tinggi.  Dan tetap gagal.  Banyak

LULUS PPG!

Beruntungnya aku punya wanita pendamping yang pintar, cerdas, pekerja keras, dan luar biasa rendah hati. Di tengah begitu banyak kesukaran selama masa pendidikan profesi guru: *Arshi baru lahir sehingga dalam menjalani proses kuliah dan mengerjakan tugas, harus juga membagi waktu dengan mengurus bayi tercinta yang lucu dan imut. *Lokasi kampus di jakarta. Tempat tinggal di bogor, dan kampus di atma jaya Jakarta. Hal ini mengharuskan untuk pergi kuliah setiap hari bolak balik bogor - jakarta. Tadinya mengira bakal di Bandung, masih untung dapat di Jakarta. Akhirnya diatur berangkat dan pulang bareng dengan aku berangkat kantor. Konsekuensinya berangkat lebih pagi. *Jatuh dijambret dari gojek, Pulang kuliah, biasanya naik gojek ke kantorku, untuk kemudian pulang bareng ke Bogor. Suatu hari dijambret saat sudah dekat kantorku. Terjatuh di tengah jalan, dan hampir ditabrak 2 mobil dengan kecepatan kencang. Puji Tuhan masih diselamatkan. *Orang tua tercinta dipanggil Tuhan,

Penampatku - Mamre SWRJ

 Hari minggu kemarin, 26 Mei 2019 Menjadi penampilan perdana untuk single lagu "Penampatku" Dinyanyikan oleh mamre SWRJ. Lagu rohani karo ciptaanku. Suatu saat di kebaktian minggu Teman koncoku Bp Evan duduk sebelahku Dia bilang saat mendengar khotbah pendeta Bagus juga kalau khotbah ini dibuatkan lagu ya bro Akhirnya beberapa hari selanjutnya Di rumah, aku coba menciptakan lagu Berbahasa karo, diambil dari Mazmur 42 Judulnya Penampatku, kukirim ke group Mamre SWRJ Memang mamre sudah kompor sekali Pengen nyanyi di gereja karena katanya sudah lama tidak Hingga suatu ketika saat PA Mamre (PA kaum bapak) Kita mencari lagu yang cocok Ada beberapa usulan lagu Bagus-bagus juga Eh Bp Evan memberi ide Bagaimana kalau lagu ciptaanku yang dinyanyikan Akhirnya kita berlatihlah lagu itu Karena merasa cocok, akhirnya disepakati Lagu tersebut yang akan dinyanyikan. Kemudian dilatih beberapa kali Kita pun merencanakan, supaya didokumentasikan Bahkan rencana

Paskah 2019

Di acara paskah 2019 GBKP Bogor kali ini, aku diberikan tanggung jawab sebagai koordinator seksi acara. Cukup banyak rapat dan persiapan yang dibutuhkan. Aku belajar untuk menyediakan waktu dan pikiran juga dalam kepanitiaan. Biasanya aku paling tidak mau ribet dengan rapat jika urusan gereja. Tapi kali ini mencoba betah untuk mempersiapkan. Konsep minggu passion aku coba menyiapkan tema fragmen. Hal ini harus disertai dengan point setiap fragmen, supaya bisa diikuti. Dengan konsep fragmen bertemakan kisah tokoh alkitab, bersama panitia mencoba menyesuaikan dengan tema kebaktian minggunya. Begitu juga dengan lomba-lomba pada acara paskahnya. Dibuatlah lomba CTA, tebak gambar dan khotbah. Soal-soal pun disusun untuk setiap lomba. Door prize harus ada yang grand prize, sedikit mahal. Supaya membuat jemaat betah sampai akhir acara. Akhirnya beli kulkas untuk grand prize. Disertai juga begitu banyak hadiah-hadiah yang lain. Semua door prize merupakan sumbangan dari je

Calon Pertua 2019

Tanggal 12 April 2019 dilakukan pemilihan calon pertua diaken 2019 GBKP Bogor. 6 calon yang dipilih untuk pertua, 4 calon untuk diaken. Masih calon, artinya belum tentu terpilih juga. Kita makan malam dulu, Yang kali ini aku hadir di PJJ. Karena sebagai ketua PJJ juga, masa tidak hadir. Aku ingat pemilihan calon pertua diaken sebelum ini aku tidak hadir. Aku pun hadir bersama dengan istriku. Pemilihan ini dilakukan di rumah Pt Bp Frans Kembaren. Sebelumnya ada ngapu-ngapuli dahulu karena meninggalnya Bulang Kathleen. Yang hadir ramai sekali untuk acara pemilihan. Puji Tuhan semua berpartisipasi. Bapak dan Mamah tapi tidak hadir. Kata mereka meninjau dari jauh saja. Ada 39 orang pemillih yang hadir. Pemilihan dilakukan untuk calon pertua dahulu, baru calon diaken. Form dibagikan untuk memilih calon pertua. Setiap orang memilih 6 calon pertua. Setelah itu dilanjut perhitungan suaranya. Dan aku juga abangku masuk di 6 teratas dengan jumlah suara 23. OMG! Semua c

Menyenangkan Tuhan

Hidup itu hari ini Sudah tak ada lagi kemarin Esok pun belum pasti Warnai saja hari ini Jika esok aku tiada Jangan sampai aku masih bertanya Bilakah aku dimana Menutup mata saja atau selamanya Kuingin hidup yang berwarna Memberi arti tuk sesama Menyenangkan Tuhan Menyenangkan Tuhan Kurindu hidup yang penuh Tidak dengan hati separuh Menyenangkan Tuhan Menyenangkan Tuhan

Bulang Fhea sudah tiada...

Pt Kornelius Barus, SH  20 April 1956 - 15 Maret 2019 Begitulah tulisan di kayu salib Bulang Fhea (Mertua, Bapak dari istriku), kini Ia sudah tiada.  Opname 14 Maret 2019, dalam perjalanan menuju pulang ke bogor, istriku yang baru saja kena jambret di motor gojek yang dia tumpangi, masih menangis dan kesakitan. Ia duduk di tengah sambil berucap syukur karena masih diberi kesempatan Tuhan untuk masih hidup. Karena saat dia terlempar dari motor di tengah jalan besar persimpangan KPK dan Sudirman, ada 2 mobil dengan kecepatan tinggi hampir menabraknya. Untungnya motor-motor yang ada di situ segera menghentikannya dan istriku selamat.  Di perjalanan pulang itu, tanpa sepengetahuan istriku, aku WA ke Misa di medan, adik istriku, memberitahukan bahwa kakaknya baru saja terjatuh dari motor dan minta didoakan. Dibalas oleh Misa bahwa Mama (bapak mertuaku) pun sedang diopname di rumah sakit karena tidak mau makan dan kondisinya lemas.  Seketika itu aku berujar dengan kalimat yang

Tuhan masih sayang pd saya

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Maz 118:1) My wife story: Kamis sore 14 Maret19.. seperti biasa selama kuliah sertifikasi PPG di kampus atma jaya.. tiap sore brs kuliah dr atma sy by gojek ke kantor bpk Fhea stlh dia plg kerja kita ke Bogor brg2. Dlm hati seneng bgt dpt sopir gojek yg jlnnya cenderung lambat.. biasanya deg2an bgt klo pas dpt supir yg jlnnya kenceng.. Dlm perjalanan sekitar 15 menitan tiba2 ada yg narik tas laptop saya dgn keceng yg ditaro  diantara badan supir dan saya( ini pesan suami tiap hari) akhirnya kita terjatuh terlemparr.. spontan saya berdoa  Tuhan tolooong saya.. dgn kondisi seperti ini saya hanya terluka kecil dibagian kaki dan celana sobek krn trlmpar ke aspal....dan tas tdk sempat terambil Tak henti2nya mengucap syukur pada Tuhan diselamatkan dr maut.. semua ini campur tangan Tuhan... shg mobil dibelakang saya ngeremm mendadak dan ga sempat nabrak saya.. Tuhan yg maha baik y

Reigo sakit

Yang paling ditakutkan orang tua bisa jadi saat anak sakit. Reigo seminggu kemarin sakit demam. Kami mulai dari yang menganggap hal biasa. Namun pada saat tidak sembuh-sembuh, mulai khawatir. Awalnya saat imunisasi Arshi, sekalian lah cek Reigo supaya sembuh batuk pileknya. Eh setelah itu malah jadi demam. Ke IGD, dibilang bahwa amandel bengkak. Dan cek darah -- demam berdarah negatif. Masih demam juga. 2 hari kemudian cek ke dokter anak yang memang biasa menangani anak saya. Hasilnya kemungkinan obat yang sebelumnya memicu alergi. Dikasih puyer dan obat penurun panas. Masih demam juga. Akhirnya cek darah lagi setelah 2 hari. Hasilnya negatif, ditambah tidak ada tipus jg. Dokternya sampai ngomel, karena kita lakukan penambahan cek tubex. Dia merasa hal tersebut tidak perlu. Salah kita juga sih. Cuma mungkin hal itu karena kekhawatiran orang tua. Ditambah juga minum sari kurma. Mulai ada perubahan kondisi Reigo, badannya mulai berkeringat. 2 hari berikutnya, demam dan ba

Celengan Es Batu

Dahulu di rumah orang tua kami sempat jualan es batu, karena yang punya kulkas jaman dulu masih jarang. Sebenarnya kulkas yang kami miliki pun tidaklah istimewa, karena frezzernya pun tidak terlalu besar. Namun, di lingkungan kami sangat jarang orang yang memiliki kulkas, karena hal itu berarti juga harus menaikan daya listrik, yang berarti juga tagihan listrik yang akan meningkat juga setiap bulannya.  Es batu kami buat dari air matang, dimasukkan ke dalam plastik es batu, kemudian diikat, dan dimasukkan ke dalam frezzer. Saya tidak tahu ide awal untuk menjual es batu ini dari mana, hanya saja setiap hari selalu saja ada orang yang datang ke rumah untuk membeli es batu.  Satu es batu kami jual Rp 100,-. Harga yang cukup masuk akal pada jaman dahulu sekitar tahun 90-an. Es batu kami pun cukup laku keras.  Uang yang diberikan biasanya berbentuk koin, jaman dulu uang koin seratus diameternya cukup besar dan juga tipis. Aturan mainnya adalah semua hasil penjualan es batu dimasuk