Cuti mengajar

by - September 05, 2018

Seperti yang pernah kutulis di sini, selama 1 semester ini jadi associate faculty member di Binus University. Mengajar kelas International Human Resources Management untuk mahasiswa S1. Sebuah pengalaman pertama menjadi dosen dan mengajar secara resmi di sebuah institusi pendidikan swasta nomor 1 di Indonesia saat ini. Antara percaya ga percaya hal ini bisa diraih, pastinya aku masih merasa tidak layak dan belum cocok. Namun lagi-lagi Tuhan menginginkan hal ini terjadi sebagai sebuah pijakan baru di dalam hidup, merasakan apa yang belum pernah dirasakan, pahit dan getirnya, tantangannya, persiapan mengajarnya, sistemnya, lingkungannya, lembaganya, dan juga penghasilannya.

70 mahasiswa
Aku diberi tanggung jawab mengajar sebuah kelas dengan 70 orang mahasiswa. Tentunya hal ini memiliki tantangannya tersendiri, persiapan pun tidak bisa main-main, terlebih pada saat mengajar. 70 orang bukan jumlah yang sedikit. Aku selama ini mengajar sebagai guru sekolah minggu, paling banyak anak mungkin 40 orang dalam satu kelas. Namun itu paling besar anak remaja kelas 3 sma. Pernah jadi pembicara permata, mungkin ada juga sekitar 70an, namun topik yang dibawakan biasanya yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Sementara ini mengajar setiap hari sabtu, dengan bahan setiap bab harus dibaca terlebih dahulu, dimengerti, dan diajarkan ke mahasiswa.

Koreksi ujian
Pekerjaan yang paling berat selanjutnya untuk mengajar adalah mengoreksi ujian. Untuk ujian mid dan final, aku harus mengoreksi sendiri. Kunci jawaban tidak diberikan oleh kampus, hanya sebagai gambaran saja. Ya, namanya dosen dianggap sudah paling tahu kunci jawabannya.
Yang paling menantang adalah karena mahasiswanya 70 orang dan jawabannya essai, jadi aku harus memeriksa tulisan mereka satu per satu dengan seksama. Awalnya aku kejam, jika jawaban tidak sesuai maka aku kasih point sangat rendah. Namun setelah dirata-rata ternyata nilai mahasiswa menjadi sangat rendah. Akhirnya aku diingatkan oleh ketua jurusan agar "mengajar mahasiswa S1 dengan pola pikir S1, jangan S3". So, i lowering my standard. Tapi ya akhirnya koreksi ujiannya ini menjadi berulang-ulang kali. Aku masih ingat mengoreksi ujian mid di parkiran botani, setelah menonton Avengers Infinity War dengan istri dan anak-anak jam 23.30. Sementara harus submit terakhir hari itu. Hahaha!

Hari libur yang hilang (lagi)
Selesai S3, sebenarnya anak-anakku dan istri ingin agar hari sabtu yang biasa aku habiskan untuk kuliah atau menulis disertasi dapat diluangkan untuk keluarga. Namun dengan kegiatan mengajar ini tentunya hal itu berubah, artinya aku harus bangun dan berangkat pagi-pagi sekali untuk bisa mengajar jam 7.20 di kampus kijang Binus kemanggisan. Mengajar sampai jam 11 kalau 2 shift, tapi kalau 3 shift ya sampai jam 13. Pernah juga bikin kelas pengganti yang diganti di hari sabtu, mengajar dari jam 07.20 sampai jam 17.00. Wakakakaka, mahasiswa sampai pada teriak "Bapak ga bosen sama kita pak?", kata mereka sambil dengan muka ngantuk.


Menyenangkan
Tapi aku bisa bilang bahwa kegiatan mengajar mahasiswa itu menyenangkan. Tiap usai mengajar, tak jarang mahasiswa cium tangan atau "salim" dengan hormatnya. Melirik mereka ada yang mendengarkan aku mengajar sambil bermain mobile legend, atau ada yang pernah ke gap tiduran di lantai karena ngantuk. Menyimak mereka saling memberi jawaban saat aku memberikan quiz yang seharusnya dikerjakan sendiri. Hal-hal seperti itu tak bisa digantikan oleh yang lain. Inilah passionku.

Cuti mengajar
Namun, aku akhirnya memutuskan untuk cuti mengajar di semester ini. Kelahiran Arshi membuatku berpikir ulang bahwa aku bisa mengurangi jadwalku agar bisa meluangkan waktu lebih banyak untuk keluarga. Terutama Fhea dan Reigo yang pastinya merasakan sedikit banyaknya perhatian Mama mereka berkurang untuk mereka. Family first.
Sidney Mohede pernah bilang "the key to focus is elimination".

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.
Setelah selama 2.5 tahun berjuang dengan kuliah S3, ditambah 1 semester menjadi dosen. Aku ijin dulu tidak mengajar di kampus semester depan. Sudah cukup dulu lah bagiku.

To everything there is a season, and a time to every purpose under heaven.

Untuk saat ini biarlah aku fokus pada keluarga, pertumbuhan anak-anak, penanaman karakter yang kuat di dalam diri mereka. Selesai dulu tentang aku saat ini.

You May Also Like

0 comment