MC Romantic Dinner

by - June 12, 2018

Awalnya kita (aku dan istri) tidak pe-de ketika ditunjuk menjadi master ceremony (MC) di acara Romantic Dinner. Kita merasa di usia pernikahan yang masih dibilang muda ini, masih banyak lah keluarga lain yang kami anggap lebih senior seharusnya bisa memimpin acara ini.

Namun pembimbing kami Pdt Gustaf dan Pdt Ike sepertinya sangat yakin dan mempercayai kami untuk bisa membawakan acara ini bersama-sama dengan mereka. Acaranya cukup keren, namanya Romantic Dinner. Beberapa tahun yang lalu kami peserta di acara ini, diadakan oleh LPMI dan Home Builder. Sudah beberapa tahun kami punya group home builder bersama keluarga Bp Evan dan keluarga Maha, dan disitu kami bertumbuh bersama untuk bisa merawat keluarga kami dengan baik. 

Persiapan
Nah, sebenarnya seharusnya ada 4 pasangan MC di dalam acara ini, semua pasangan di dalam home builder kami, ditambah dengan pembimbing kami. Namun 1 keluarga tidak bisa mengikuti acara karena kesibukan, dan satu lagi mengundurkan diri karena merasa belum siap. Tinggallah 2 pasangan saja yang memandu MC.

Saat persiapan aku bilang ke istri, tak apalah, dengan menjadi MC kan kita jadi bisa ngerjain semua peserta. Begitu kira-kira caraku supaya lebih tenang dalam menghadapinya. Kami persiapan untuk run down acara, video, dan aktivitas apa saja yang akan ada di dalamnya. 

Di hari h-2 kami persiapan kalimat per kalimat yang akan diucapkan saat memimpin acara. Istriku yang pintar menyusun kalimatnya menuliskannya, kemudian aku mengetik dan print out. Kemudian kami tempel di kertas tebal bekas kalendar. 

Kami latihan sekitar 4 kali rundown supaya tik tak nya lebih lancar. Video juga dipersiapkan dan coba ditampilkan. 

Perlengkapan keyboard, kabel, mic, speaker, mixer pun dipakai yang punya kami. Jadi sekalian juga persiapan untuk alat itu semua untuk kemudian dibawa dan disetup di lokasi. 

Hari-H
Dan akhirnya pada saat perform, di depan sekitar 500 pasangan. Eaaa. Maksudnya 25 pasangan. 
Kita membawa acara di sesi 1, sesi 2, dan sesi 4. Diisi dengan pembukaan, ice breaker, aktivitas pasangan, bernyanyi, dan pemutaran video. 

Ada beberapa bagian dimana kami harus memandu acara sekaligus istri bermain keyboard. Agak canggung tapi untungnya bisa dilewati. Ada juga saat dimana out of context yang dibicarakan, tidak lagi sesuai dengan yang sudah ditulis dan dilatih, sehingga harus dikembalikan lagi ke textnya. 

Yang lebih seru saat pemutaran video di awal acara, lampu sudah diredupkan, dan semua mata sudah tertuju pada video yang diputar, eh ada anak-anak yang tersandung kabel jack dari laptop ke mixer. Gawatnya, kabel jack itu bukan hanya terlepas, tapi terputus. Panik lah, video terpaksa terus dilanjut tanpa terdengar suara. Dicoba menggunakan mic ditempel ke laptop tapi tetap tidak terdengar. 
Dicoba sambil diberikan narasi, tapi sepertinya sulit, mengingat ada sekitar 4 video lagi yang akan diputar.
Untungnya beberapa panitia menghubungi pihak gedung juga. Awalnya mereka bilang tidak memiliki jack tersebut. Tapi kemudian mereka menawarkan menggunakan speaker mereka plus kabelnya. Nah, kabelnya untungnya sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Akhirnya digunakan lah kabel tersebut, dan video diulang diputar. Fiuh. 

Untuk bagian aktivitas, cukup berjalan lancar. Ada pandang-pandangan, menggambar, dan menulis. Pokoknya seperti kegiatan anak sekolah minggu lah. Hehe. Tapi syukurnya bahwa setiap pasangan menurut pandangan kami dapat mengikuti aktivitas tersebut dengan antusias dengan pasangan masing-masing. 

Sampai pada ujung acara, akhirnya lega juga sudah selesai. Puji Tuhan, banyak pasangan yang merasa terberkati dengan pelayanan hari itu, ada pasangan yang kembali dipulihkan hubungannya, atau bertambah dekat dengan pasangannya. 

Terima kasih Tuhan, kami sudah bisa menjadi saluran berkat-Mu. 


You May Also Like

0 comment