Skip to main content

MC Romantic Dinner

Awalnya kita (aku dan istri) tidak pe-de ketika ditunjuk menjadi master ceremony (MC) di acara Romantic Dinner. Kita merasa di usia pernikahan yang masih dibilang muda ini, masih banyak lah keluarga lain yang kami anggap lebih senior seharusnya bisa memimpin acara ini.

Namun pembimbing kami Pdt Gustaf dan Pdt Ike sepertinya sangat yakin dan mempercayai kami untuk bisa membawakan acara ini bersama-sama dengan mereka. Acaranya cukup keren, namanya Romantic Dinner. Beberapa tahun yang lalu kami peserta di acara ini, diadakan oleh LPMI dan Home Builder. Sudah beberapa tahun kami punya group home builder bersama keluarga Bp Evan dan keluarga Maha, dan disitu kami bertumbuh bersama untuk bisa merawat keluarga kami dengan baik. 

Persiapan
Nah, sebenarnya seharusnya ada 4 pasangan MC di dalam acara ini, semua pasangan di dalam home builder kami, ditambah dengan pembimbing kami. Namun 1 keluarga tidak bisa mengikuti acara karena kesibukan, dan satu lagi mengundurkan diri karena merasa belum siap. Tinggallah 2 pasangan saja yang memandu MC.

Saat persiapan aku bilang ke istri, tak apalah, dengan menjadi MC kan kita jadi bisa ngerjain semua peserta. Begitu kira-kira caraku supaya lebih tenang dalam menghadapinya. Kami persiapan untuk run down acara, video, dan aktivitas apa saja yang akan ada di dalamnya. 

Di hari h-2 kami persiapan kalimat per kalimat yang akan diucapkan saat memimpin acara. Istriku yang pintar menyusun kalimatnya menuliskannya, kemudian aku mengetik dan print out. Kemudian kami tempel di kertas tebal bekas kalendar. 

Kami latihan sekitar 4 kali rundown supaya tik tak nya lebih lancar. Video juga dipersiapkan dan coba ditampilkan. 

Perlengkapan keyboard, kabel, mic, speaker, mixer pun dipakai yang punya kami. Jadi sekalian juga persiapan untuk alat itu semua untuk kemudian dibawa dan disetup di lokasi. 

Hari-H
Dan akhirnya pada saat perform, di depan sekitar 500 pasangan. Eaaa. Maksudnya 25 pasangan. 
Kita membawa acara di sesi 1, sesi 2, dan sesi 4. Diisi dengan pembukaan, ice breaker, aktivitas pasangan, bernyanyi, dan pemutaran video. 

Ada beberapa bagian dimana kami harus memandu acara sekaligus istri bermain keyboard. Agak canggung tapi untungnya bisa dilewati. Ada juga saat dimana out of context yang dibicarakan, tidak lagi sesuai dengan yang sudah ditulis dan dilatih, sehingga harus dikembalikan lagi ke textnya. 

Yang lebih seru saat pemutaran video di awal acara, lampu sudah diredupkan, dan semua mata sudah tertuju pada video yang diputar, eh ada anak-anak yang tersandung kabel jack dari laptop ke mixer. Gawatnya, kabel jack itu bukan hanya terlepas, tapi terputus. Panik lah, video terpaksa terus dilanjut tanpa terdengar suara. Dicoba menggunakan mic ditempel ke laptop tapi tetap tidak terdengar. 
Dicoba sambil diberikan narasi, tapi sepertinya sulit, mengingat ada sekitar 4 video lagi yang akan diputar.
Untungnya beberapa panitia menghubungi pihak gedung juga. Awalnya mereka bilang tidak memiliki jack tersebut. Tapi kemudian mereka menawarkan menggunakan speaker mereka plus kabelnya. Nah, kabelnya untungnya sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Akhirnya digunakan lah kabel tersebut, dan video diulang diputar. Fiuh. 

Untuk bagian aktivitas, cukup berjalan lancar. Ada pandang-pandangan, menggambar, dan menulis. Pokoknya seperti kegiatan anak sekolah minggu lah. Hehe. Tapi syukurnya bahwa setiap pasangan menurut pandangan kami dapat mengikuti aktivitas tersebut dengan antusias dengan pasangan masing-masing. 

Sampai pada ujung acara, akhirnya lega juga sudah selesai. Puji Tuhan, banyak pasangan yang merasa terberkati dengan pelayanan hari itu, ada pasangan yang kembali dipulihkan hubungannya, atau bertambah dekat dengan pasangannya. 

Terima kasih Tuhan, kami sudah bisa menjadi saluran berkat-Mu. 


Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…