Skip to main content

Rapat Keluarga: Attention!

Saat libur panjang paskah kemarin, aku minta anak-anak menyusun jadwal kegiatan liburan kita yang akan dilakukan di rumah. Kita tidak jalan-jalan, karena sedang berhemat pengeluaran untuk menabung uang muka nusa indah.

Aku berikan beberapa point-point yang perlu ada di jadwal kegiatan, salah satunya adalah rapat keluarga. Walaupun mereka bertanya-tanya, barang apakah rapat keluarga ini, tapi tetap dimasukkan ke dalam jadwal. Fhea dan Reigo sempat galau, karena jadwal yang sudah disusun mendadak harus banyak perubahan karena malam harinya diajak menginap di rumah Laki Ribunya.

Fhea awalnya menolak menginap dengan alasan harus menepati jadwal. Tapi aku bicara pelan-pelan ke dia, bahwa perlu juga dipikirkan menginap bareng itu seru juga. Dia bertanya lebih lanjut, lantas jadwalnya berarti dilanggar dong? Aku bilang, tidak dilanggar, tapi mungkin dimundurkan saja jadwalnya, kan malam harinya masih banyak waktu kosong. Dia berpikir sejenak, dan bolak-balik berdiskusi yang menyatakan bahwa dia tetap tidak setuju. Namun akhirnya dia sudah bisa kompromi dan memutuskan untuk menginap, dengan syarat bahwa jadwal rapat keluarga dipindah jadi malam. She's a very strict girl! But i'm glad she's able to compromise with light obstacles.

Malam harinya kita makan malam bersama di meja makan. Aku bilang, kita mulai rapat keluarganya sekalian dengan makan malam, meniru Tuhan Yesus yang mendiskusikan masalah di tempat makan.
Aku mulai dengan bilang bahwa ada satu hal yang penting yang mulai berkurang di dalam rumah kita, di dalam keluarga kita. Aku tanya satu persatu ke masing-masing, apakah satu hal penting itu.

Fhea bilang yang berkurang adalah kebersamaan, karena dia pikir tadinya setelah papa beres disertasi akan lebih banyak waktu bersama, makan malam bersama. Tapi ternyata papa jadi dosen, dan pulangnya pun lebih malam. Hal kedua yang menurut dia berkurang adalah uang, karena kita sedang menabung buat beli rumah di nusa indah.

Giliran Reigo yang berbicara. Dia berkata bahwa yang berkurang adalah keberanian. Keberanian untuk ke ruangan atas, keberanian saat gelap, keberanian saat ke kamar mandi sendiri.

Kalau Mamahnya bilang bahwa yang kurang adalah kasih sayang. Banyak momen anak-anak marah-marah ke orang tua, atau sebaliknya. Padahal bisa dibicarakan dengan baik-baik.

Kemudian aku menyimpulkan. Satu hal penting yang kurang di dalam keluarga adalah ATTENTION alias PERHATIAN.

Apa artinya perhatian?

Artinya mulai dari bangun pagi, kita perhatian tempat tidur dirapihkan walau tidak disuruh. Saat ke kamar mandi, ada bekas odol di wastafel dibersihkan.

Saat ke mobil, merapihkan sisa makanan, sampai di rumah menaruh sepatu di tempatnya dan merapihkan sepatu yang berantakan di rak sepatu, sambil lewat ke ruang tamu mengambil kertas yang berantakan di lantai.

Perhatian juga berarti memperhatikan saat dipanggil namanya dengan langsung menyahut tanpa perlu dipanggil berkali-kali, juga mendengarkan benar-benar saat sedang berbicara dan berdiskusi.

Perhatian juga menutup dahulu gadget saat sedang diajak mengobrol atau diminta melakukan sesuatu yang lebih penting.

Akhirnya, aku minta Fhea dan Reigo menjelaskan komitmen mereka untuk meningkatkan perhatian di keluarga. Mereka berbicara begitu banyak komitmen baru mereka, baik itu mengenai mandi tanpa disuruh, mengerjakan pr tanpa disuruh, merapihkan jadwal dan baju tanpa disuruh, dan begitu banyak hal lainnya. Mereka terlihat semangat.

Esok harinya, yang terjadi luar biasa. Mereka yang sudah tidur di kamar masing-masing, tanpa perlu disuruh sudah bangun pagi, bahkan bangun jam 3 pagi. Ke kamar mandi tanpa harus memanggil mamahnya menemani, dan langsung mandi jam 5 pagi, berpakaian seragam, dan siap pergi ke sekolah jam 5.30.

Ternyata rapat keluarga ini efeknya sangat besar. Wajib diadakan disetiap keluarga, untuk mulai membiasakan diri membicarakan hal-hal yang kecil untuk diselesaikan sebelum hal tersebut menjadi besar dan menjadi masalah.

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…