Skip to main content

Another unknown wire


Image may contain: text
Saat sidang terbuka dihadapan semua yang hadir dan para guru besar, promotor, dan penguji, Pak Rektor yang merupakan ketua promotor ku bilang bahwa aku diundang atau diminta untuk menjadi faculty member di kampus. Hal ini diiringi dengan tepuk tangan yang meriah dari semua yang hadir.
Saat itu aku  hanya tersenyum gembira, tanpa tahu apa arti dan maknanya.

Setelahnya aku memiliki kesempatan bertemu dengan co-promotorku, dan berdiskusi bahwa dia pun menganjurkan aku untuk mengambil kesempatan tersebut, tanpa harus meninggalkan pekerjaanku yang saat ini. Either mengambil di hari sabtu atau yang paling memungkinkan adalah online class. Lagi-lagi membuat aku bertambah bingung.

Rehat tahun baru aku hampir lupa dengan hal ini. Hingga suatu hari aku dihubungi oleh ketua jurusan untuk bertemu dan berbincang-bincang. Menjelang hari pertemuan aku pun dihubungi oleh jurusan yang lain tapi kelas online.

Setelah berdiskusi dengan ketua jurusan, aku justru sebenarnya tambah ragu. Menjadi faculty member punya banyak kewajiban, juga jam mengajarku belum bisa banyak. Jika dihari kerja pulang kantor tidak memungkinkan, karena pasti tetap prioritas pekerjaan di kantor. Jika sabu tentunya another sacrifice weekend time bersama keluarga. Padahal aku baru mau menikmati nikmatnya bangun siang di hari sabtu, bersama anak-anak dan istri tercinta.

Setelah itu dilanjutkan dengan undangan untuk sosialisasi faculty member dari kampus. Aku tidak bisa hadir di tanggal yang ditentukan, eh dari kampus merubah tanggal supaya aku bisa hadir.

Saat hadir, sejujurnya aku masih ragu. Berpikir sudah waktunya kah pengabdian ini dilakukan? Karena ini bukan tentang uang, ini tentang mimpi masa lalu yang terwujud di depan mata.
Ya aku memang selalu punya mimpi menjadi seorang pengajar. Bahkan setelah aku coba cari, aku pernah menuliskannya di tahun 2008, bagaimana bayangan tersebut selalu menghantui di sini.


Menjadi faculty member atau sederhananya dosen di sebuah institusi kampus yang besar tentunya merupakan hal yang keren, impianku sejak dulu. Tapi aku tak pernah mengira hal ini terjadi begitu tiba-tiba, begitu ujug-ujug. Atau jangan-jangan memang ini rencana Tuhan?

Sampai akhirnya aku memutuskan untuk menandatangani kesediaan untuk menjadi associate faculty member. Dosen asosiasi atau belum tetap, yang belum punya kewajiban apa-apa selain mengajar. Aku beranikan diriku menandatanganinya, menyambut apa yang sedang Tuhan sediakan buatku. Waktu yang sempit untuk keluarga, quality time, semoga masih bisa diatur dengan baik. Pasti bisa, pikirku saja.

Tanggal 27 Januari 2018 keluar surat bahwa aku diterima sebagai associate faculty member di bidang management. Rasanya seperti mimpi.

Semoga Tuhan memberkati pilihanku dan keluargaku.

Well, eventhough this is another unknown wire, but i know God holds my future.

Comments

Popular posts from this blog

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

KECEWA dengan BIGTV !

Sekitar sebulan yang lalu saya mencoba pasang bigtv karena katanya lebih murah dan pilihan channel lebih banyak dalam satu paket.
Di rumah sebenarnya sudah langganan indovision dan berjalan dengan baik. Tapi karena ingin membandingkan, ingin mencoba yang baru, dan kalau memang bagus akan mengganti yang lama dengan yang lebih bagus, maka akhirnya saya coba berlangganan bigtv.

AWALNYA SUDAH KURANG BAGUS, TEKNISI AMATIR.
Teknisi yang datang untuk proses instalasi sudah bermasalah dari awalnya. Proses cabling tidak berjalan baik, sehingga siaran tidak dapat ditangkap dalam sekali instalasi. Besoknya teknisinya datang lagi dengan membawa seniornya, dan akhirnya siaran dapat berjalan baik (walaupun sinyal kecil sekali). Kabel coaxial di rumah saya sebenarnya sudah ditanam duluan saat proses renovasi rumah, sehingga tidak perlu penarikan kabel baru ke dalam rumah, hanya tinggal menyambung di atas. Adapun proses instalasi adalah di kamar saya dan sudah ada kabel instalasinya. Teknisi pada awa…