Skip to main content

Anak ke-3


Image result for third child

Memang berkat Tuhan itu sering datangnya tidak disangka dan tidak diduga.
Di tahun 2018 ini sekitar bulan agustus, akan lahir kembaren ke-3 di keluarga kami.
Belum tahu laki-laki atau perempuan. Apapun juga ya disyukuri.

Yang lucu, kalau Fhea kakaknya yang perempuan mendoakan adik bayi yang diperut Mama supaya perempuan. Sementara Reigo abangnya yang laki-laki mendoakan supaya adik bayinya laki-laki.
Lah, kalau nanti 2-2nya dikabulkan gimana dong? Kembar gituh? Hehe

Proses "sosialisasi" kepada anak-anak (Fhea & Reigo) pun tidak mudah. Mereka yang sudah terbiasa berdua sering mengungkapkan perasaannya jika ditanya kalau punya adik lagi bagaimana. Kalau Fhea sangat sangat sangat tidak ingin punya adik lagi. Dia bilang punya adik Reigo saja sudah repotnya minta ampun, karena harus dijaga, diajarin, dijagain, ditemenin. Bahkan tidak sering kakaknya dibangunin adiknya tengah malam jam 1 pagi hanya karena ingin ditemani pipis di kamar mandi. Ya persis seperti tadi malam, kakaknya ngamuk, teriak ke bawah. Adiknya menangis, karena mungkin tidak tahu lagi harus minta tolong ke siapa untuk menemani dia.

Kalau Reigo beda lagi tanggapannya, dia bilang kalau punya adik lagi akan ditaruh di atas genteng. Astaga! Walaupun sambil becanda yang serius, tapi bisa kelihatan bagaimana dia pun seolah tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya kalau nanti punya adik. Punya kakak saja sudah repot mungkin pikirnya, nah ini punya adik pula. Middle child syndrom juga pasti terjadi, persis seperti aku. Anak tengah harus mencontoh abang atau kakaknya, dan memberi contoh ke adiknya. Sehingga lahirlah sifat yang paling kentara adalah "tidak ingin mencari masalah". Kalau istilah karo kata orang tuaku: "pambako".

But well, anaknya sudah jadi di perut mamanya. Jadi beberapa hari setelah keputusan test pack diumumkan, maka aku dan istriku memanggil satu per satu anak-anak ke kamar untuk menjelaskan. Aku bilang ke mereka bahwa Tuhan mengirimkan satu bayi ke perut mamanya, dan ini adalah sebuah mujizat. Itu adalah berkat dari Tuhan yang luar biasa, dan kita harus menyayanginya, dan mendoakannya setiap hari supaya sehat-sehat di perut mama dan tumbuh dengan sempurna. Akhirnya mereka mulai bisa memahami akan kebenaran dan keseriusan beritanya. Anak-anak pun bisa menerima dengan baik dan mereka bisa mulai senang dengan itu.

Setiap malam tidak lupa kami mendoakan adik bayi yang ada di perut mama. Ya, kemarin sebelumnya kita mendoakan disertasi papa, sekarang adik bayi. Selalu saja ada yang harus didoakan setiap malam bersama-sama.

Inget disertasi, jadi ingat aku pernah bilang ke istriku saat aku masih kuliah s3, setelah aku lulus s3 nanti mau pilih yang mana? Kamu ambil S2, atau anak ke-3? Ternyata inilah jawabannya. Hehe. Puji Tuhan.


Comments

Popular posts from this blog

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

KECEWA dengan BIGTV !

Sekitar sebulan yang lalu saya mencoba pasang bigtv karena katanya lebih murah dan pilihan channel lebih banyak dalam satu paket.
Di rumah sebenarnya sudah langganan indovision dan berjalan dengan baik. Tapi karena ingin membandingkan, ingin mencoba yang baru, dan kalau memang bagus akan mengganti yang lama dengan yang lebih bagus, maka akhirnya saya coba berlangganan bigtv.

AWALNYA SUDAH KURANG BAGUS, TEKNISI AMATIR.
Teknisi yang datang untuk proses instalasi sudah bermasalah dari awalnya. Proses cabling tidak berjalan baik, sehingga siaran tidak dapat ditangkap dalam sekali instalasi. Besoknya teknisinya datang lagi dengan membawa seniornya, dan akhirnya siaran dapat berjalan baik (walaupun sinyal kecil sekali). Kabel coaxial di rumah saya sebenarnya sudah ditanam duluan saat proses renovasi rumah, sehingga tidak perlu penarikan kabel baru ke dalam rumah, hanya tinggal menyambung di atas. Adapun proses instalasi adalah di kamar saya dan sudah ada kabel instalasinya. Teknisi pada awa…