Skip to main content

Wisuda S3

Akhirnya hari wisuda datang juga. Wisuda 57 Binus, 6 Desember 2017.
Aku diwisuda bersama kurang lebih 3.600 orang.
Di antara sekian banyak orang, kami ada ber-5 yang diwisuda doktor.

Aku bersama Dr. Krist, teman sejawat, sekelas, diwisuda lebih cepat dari yang lain. Normalnya 3 tahun paling cepat, kami selesaikan 2.5 tahun. Ini menghemat uang kuliah 1 semester, and it really such a blessing.

Para doktor yang lain merupakan para senior, ada Dr. Arta, Dr. Rano, dan Dr. Respati, yang juga bersama-sama dilantik oleh rektor pada hari kemarin.

Prosesi doktor berbeda dengan yang lain. Ternyata kami diharuskan naik ke atas panggung untuk dilantik bersama pendamping. Susahnya adalah disuruh memilih, apakah membawa pasangan atau orang tua. Undangan masuk pun hanya ada 2.

Diskusi dengan istri tercinta, akhirnya diputuskan orang tua yang mendampingi ke atas panggung. Pilihan yang sulit. Istri pun bilang sebenarnya ingin menemani, tapi orang tua lebih prioritas.

Berangkat ke lokasi wisuda hampir terlambat karena macet sekali di tol dalam kota dan jalan masuk ke lokasi wisuda. Sempat berdoa bersama anak-anak dan istri di mobil supaya bisa sampai tepat waktu. Ternyata Tuhan tolong.

Acara wisuda berjalan lancar. Saat prosesi salaman dengan pak rektor untuk rubah kuncir, beliau bilang "Julbintor, gabung dengan binus ya". Ditambah lagi Prof Edi yang seharusnya memberi tabung, kelupaan memberikan tabung, malah bertanya "pasangannya mana?".

Di tengah-tengah acara, bertemu dengan ibu Dyah, co-promotorku. Beliau berseru "Wah keliatan anak mami, bukan istri yang diajak.". Terus aku bilang mereka ada, tapi tidak bisa masuk. Beliau marah kepadaku kenapa tidak bilang ke beliau, dan beliau meminta supaya istri dan anak masuk ke ruangan.

Akhirnya istri dan anak-anak pun bisa masuk ke ruangan, berfoto bersama, dan menikmati sisa acara.

Selesai acara, kita menuju foto studio di arteri. Kita foto bersama dan setelahnya makan bersama di nasi kenanga.

Hari yang indah.

Tuhan, Engkau sungguh baik.















































Comments

Popular posts from this blog

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

KECEWA dengan BIGTV !

Sekitar sebulan yang lalu saya mencoba pasang bigtv karena katanya lebih murah dan pilihan channel lebih banyak dalam satu paket.
Di rumah sebenarnya sudah langganan indovision dan berjalan dengan baik. Tapi karena ingin membandingkan, ingin mencoba yang baru, dan kalau memang bagus akan mengganti yang lama dengan yang lebih bagus, maka akhirnya saya coba berlangganan bigtv.

AWALNYA SUDAH KURANG BAGUS, TEKNISI AMATIR.
Teknisi yang datang untuk proses instalasi sudah bermasalah dari awalnya. Proses cabling tidak berjalan baik, sehingga siaran tidak dapat ditangkap dalam sekali instalasi. Besoknya teknisinya datang lagi dengan membawa seniornya, dan akhirnya siaran dapat berjalan baik (walaupun sinyal kecil sekali). Kabel coaxial di rumah saya sebenarnya sudah ditanam duluan saat proses renovasi rumah, sehingga tidak perlu penarikan kabel baru ke dalam rumah, hanya tinggal menyambung di atas. Adapun proses instalasi adalah di kamar saya dan sudah ada kabel instalasinya. Teknisi pada awa…