Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2017

Perseverance

Catatan di 23 januari 2015 mengingatkan lagi peristiwa kala itu.
Ini adalah kejadian yang terjadi akibat aku di suatu pagi tidak membelokan mobil ke kantor melainkan lurus menuju hotel mulia untuk ikut info session yang dihadiri untuk menggaet kandidat-kandidatnya.

Saat itu yang ada hanya perasaan nekat tanpa tahu apa yang bakal dihadapi di depan.
Istriku menangis untuk keputusan ini, bukan karena terharu, tapi karena marah, pulang kantor saja malam sudah jarang ngobrol dengan istri dan anak-anak. Ini mau ditambah lagi dengan sekolah. Belum lagi uang sekolah yang tidak sedikit dan harus banyak penyesuaian dari sisi keuangan keluarga. Aku juga tahu istriku khawatir dengan kesehatan karena harus membagi waktu untuk pekerjaan, sekolah, dan keluarga. 
Tapi aku coba meyakinkan bahwa mungkin kita saat ini tidak tahu apa rencana Tuhan di depan, kita jalani dan doakan saja dulu. 
Sekolah itu unlocking the door.  Kadang kita baru tahu manfaatnya setelah lulus.  Saat mendaftarnya? Belum tentu k…