Skip to main content

Lulus Sidang Tertutup

Puji Tuhan.
Sidang tertutup akhirnya bisa lulus.

Malam sebelumnya mencoba mempersiapkan, membaca semua halaman disertasi, perbaikan di presentasi, sambil mengarang cerita untuk hal-hal yang akan dijelaskan.

Besok paginya Bapak dan Mamak sudah menelpon jam 5.30 pagi mengucapkan Tuhan memberkati untuk sidang tertutup. Saat teduh bersama istri tercinta, bernyanyi "Engkau gembala yang baik".

Perjalanan ke JWC relatif lancar, sampai di kampus jam 7.30. Aku istirahat sebentar baru kemudian menuju lantai 200. Memasang dasi dan jas, kemudian memasuki ruangan.

Di ruangan sudah ada mas tomi yang sudah mempersiapkan tempat dan bahan. Aku cek tampilan presentasi, sudah ok.

Tepat jam 9.35 sidang tertutup dimulai. Prof Edi, Pak Haryono, dan Pak Suroto sebagai dewan penguji. Sementara Prof Harjanto, Ibu Dyah, dan Pak Ford sebagai tim promotor.

Aku diberi waktu 20 menit untuk presentasi, dan kesalahanku membaca semua tulisan yang ada di presentasi. Sampai akhirnya 20 menit presentasiku distop dan lanjut kepada pertanyaan. Aduuh!

Pertanyaan dikategorikan pertanyaan sulit semua, karena mulai dari esensi penelitian, hasil penelitian, pembahasan penelitian, sampai kepada masalah statistik dan lambang-lambang statistik. Hal ini membuat lutut lemas dan otak keram. Aku mencoba menjawab dengan serius dan logis, walau sempat keluar kata "mungkin", "kali", yang membuat tim penguji dan tim promotor tidak terlalu suka.

Sesi pertanyaan tim penguji 2 lap, sehingga lama-lama mata ini mulai nanar menjawab satu persatu. Bahkan ada beberapa pertanyaan yang sepertinya terlewat untuk aku jawab, terlebih jika pertanyaannya sangat teoritis.

Sesekali saat menjawab dan mendengarkan pertanyaan lanjutan dari tim penguji, aku melayangkan pandangan ke tim promotor, aku melihat Prof Har menatapku dengan pandangan datar seakan kurang puas dengan jawabanku, melihat ke Pak Ford hampir beliau tidak mau menatap aku, Bu Dyah pun tetap cuek. Mereka para tim promotor seakan melemparkan aku ke udara, dilepas tanpa pegangan apa-apa.

Sampai kemudian saat sesi penguji selesai, dan masuk ke tim promotor. Aku melihat tim promotor membantu aku untuk menjelaskan satu per satu pertanyaan yang tadi dilayangkan ke aku, yang mungkin tadi ku jawab dengan agak kurang jelas, agar diperjelas lagi. Tim promotor sangat menolong dalam memberikan arahan untuk point-point yang perlu aku perbaiki dan menjelaskan sekaligus juga ke tim penguji mengenai beberapa hal krusial. Kini aku semakin sadar yang namanya "standing on the shoulder of giants", bahwa ternyata tim promotor lah yang menjagai aku selama ini. Bahkan, tim penguji pun adalah tim yang menjagai aku supaya risetku bisa benar dan baik adanya.

Sampai akhir sidang, aku diminta keluar untuk tim mendiskusikan keputusan sidang. Aku keluar sekitar 10 menit. Di luar kebetulan ada kelas doktor angkatan 2016 (aku diangkatan 2015), memberi aku selamat. Aku bilang bahwa keputusan lulus atau tidaknya masih sedang didiskusikan di dalam. Aku tidak berani bilang bahwa aku lulus.

Tibalah aku dipanggil ke dalam ruangan lagi. Aku diminta berdiri di tengah, dan kemudian keputusn dibacakan bawah aku lulus sidang tertutup, dan diminta melanjutkan sidang terbuka paling cepat 1 bulan dari sekarang, dan paling lambat 2 bulan. Nilai tidak dibacakan dan masih dirahasiakan.

Aku langsung bilang "terima kasih bapak ibu...".
Palu diketok. Aku salami semua tim promotor dan tim penguji. Tatapan mata mereka menyiratkan tidak sepenuhnya puas dengan penelitianku, tapi mereka memberi semangat. Bahkan Prof Edi berbisik bahwa hasil nilai sidang tertutupnya bagus. Pak Haryono bilang bahwa aku harus mulai kerja lagi untuk memperbaiki disertasi sebagai persiapan sidang terbuka.

Sampai keluar ruangan, istriku fhea reigo, dan keluarga adikku erik bella timo callysta menyambut di kampus. Mereka memberi selamat dan tertawa bahagia untuk kelulusan sidang tertutupku. Puji Tuhan, semua berjalan baik.

Semoga nanti sidang terbuka bisa dipersiapkan dan dihadapi dengan baik juga.

Ya Tuhan. 
Engkau gembala yang baik...
Kau menuntun hidupku. 
Kau bawaku ke air tenang.
Menyegarkan jiwaku. 

Sekalipun ku berjalan
dalam lembah kekelaman. 
Tak akan gentar kumelangkah
S'bab Engkau besertaku. 





























Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…