Skip to main content

Someday My Prince Will Come

Di acara recital #7, anakku Fhea diberi satu panggung khusus untuk bernyanyi solo lagu "Someday My Prince Will Come". Performancenya sangat baik, suara bagus dan pitching, gerakannya luwes, tempo sesuai. Wah pokoknya di mataku penampilan yang perfect hehe (namanya jg bapaknya).

Fhea sebelumnya les piano di tempat lesnya kania music school. Setelah sekitar 1 tahun lebih dia les piano, kami orang tuanya mencoba mengusulkan bagaimana kalau Fhea ikut juga les vocal. Hal itu kami sampaikan pelan-pelan sekali, karena dia tipe anak yang benar-benar harus terplanning dan terencana jauh-jauh hari. Jika ada sesuatu yang tidak sesuai rencana, wah nande biring ngamuk nya ampun-ampun hehe.

Fhea awalnya menolak mengikut les vocal (seperti biasa). Jadi harus dibujuk dan diberikan masukkan secara pelan-pelan. Kenapa kami yakin sekali dia cocok les vocal, karena kami melihat bakatnya dalam menghapal lagu cepat sekali, juga senang bernyanyi. Kalaulah kemampuan memainkan piano diiringi dengan vocal juga pasti bagus sekali.

Tanpa paksaan, akhirnya Fhea mau mencoba les vocal. Kami orang tuanya bersyukur sekali. Apalagi sesuai namanya, Voofhea, memang menggambarkan suara dari surga (voice of heaven). Maka mulailah dia les vocal.

Kami lihat pada saat les pertama kali vocal, laporan dari Mamanya bahwa dia senang sekali, bahkan sepanjang perjalanan pulang dia bernyanyi terus sampai-sampai adiknya Reigo protes. Di rumah pun kami coba fasilitasi sedikit-sedikit dengan lirik-lirik lagu yang di print supaya dia bisa menyimpan dan membaca, karaoke bersama di youtube, dll. Setidaknya untuk menarik minatnya dalam bernyanyi dan bermusik.

Di tanggal 12 November kemarin akhirnya dia tampil bernyanyi solo di acara recital / konser anak-anak dan guru tempat lesnya. Gurunya Jeclyn pun ikut bangga karena mungkin saat konser Fhea satu-satunya yang bernyanyi solo saat itu.

Semoga kamu tetap semangat untuk terus bernyanyi, bermain musik, dan memuji Tuhan ya Fhe. Papa dan Mama bangga sama kamu.


Comments

Popular posts from this blog

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

KECEWA dengan BIGTV !

Sekitar sebulan yang lalu saya mencoba pasang bigtv karena katanya lebih murah dan pilihan channel lebih banyak dalam satu paket.
Di rumah sebenarnya sudah langganan indovision dan berjalan dengan baik. Tapi karena ingin membandingkan, ingin mencoba yang baru, dan kalau memang bagus akan mengganti yang lama dengan yang lebih bagus, maka akhirnya saya coba berlangganan bigtv.

AWALNYA SUDAH KURANG BAGUS, TEKNISI AMATIR.
Teknisi yang datang untuk proses instalasi sudah bermasalah dari awalnya. Proses cabling tidak berjalan baik, sehingga siaran tidak dapat ditangkap dalam sekali instalasi. Besoknya teknisinya datang lagi dengan membawa seniornya, dan akhirnya siaran dapat berjalan baik (walaupun sinyal kecil sekali). Kabel coaxial di rumah saya sebenarnya sudah ditanam duluan saat proses renovasi rumah, sehingga tidak perlu penarikan kabel baru ke dalam rumah, hanya tinggal menyambung di atas. Adapun proses instalasi adalah di kamar saya dan sudah ada kabel instalasinya. Teknisi pada awa…