Skip to main content

Kejadian saat kelas 3 sd

Kejadian kemarin mengingatkanku pada kejadian saat aku kelas 3 sd.

Saat kelas 3 sd, aku sedang tidak enak badan, perut bergejolak saat sedang asik belajar di kelas. Kemudian terjadilah kejadian yang tidak diinginkan, aku (maaf) pupup di celana.
Sontak saja seluruh isi kelas heboh, dan entah bagaimana malunya aku saat itu.

Yang paling malu lagi adalah abangku, karena kami satu sekolah, dan tentunya guru-guru tahu bahwa dia abangku, dia pun dipanggil oleh guru kelasku, diminta "bertanggung jawab" terhadap kelakukan adiknya.

Aku ingat betul akhirnya abangku membawaku ke kamar mandi di sekolah yang sangat gelap, menakutkan, berlapiskan hanya semen kasar tanpa keramik, pintu dari kayu yang reot, dan disitu aku "diadili" oleh abangku bahwa aku sudah membuat malu diri sendiri dan dia, dia berujar itu sambil menyikat celanaku yang kecipratan. Entah bagaimana kejadiannya saat itu, apakah akhirnya aku memakai celana basah-basah atau dipinjami celana oleh sekolah atau beli baru. Yang pasti peristiwa itu tidak akan pernah kulupakan, karena malunya itu loh!Sampai sekarang, kejadian itupun menjadi bahan ejekan abangku jika bercerita tentangku hehehe.

Nah, kejadian kemarin pun seperti itu. Tenang, bukan aku pupup di celana kok.
Kami pergi ke gereja. Aku kebetulan harus menyiapkan sound system di kebaktian anak sekolah minggu. Sementara istriku sudah berangkat duluan karena bermain musik dari pagi, jam 6 sudah berangkat.
Aku tiba sekitar jam 9 di gereja, langsung aku lepas anak-anakku fhea dan reigo, dan aku sibuk angkat speaker, mixer, dan kabel-kabel, serta setting up sound system di ruangan. Sampai mulai kebaktian aku pun bermain bass bersama tim musik yang lain, sambil mengatur mixer.

Sampai pada suatu ketika, Rani, salah satu guru sekolah minggu maju ke depan menemui aku, dan berbisik, bahwa Reigo pupup di celana. Aku panik, dan segera pergi ke luar. Reigo sudah di kamar mandi dituntun oleh Kak Selfi, Reigo di dalam kamar mandi sementara Kak Selfi di luar kamar mandi. Aku ditanya oleh Kak Selfi apakah membawa celana ganti. Aku lupa bawa. Jreng jreng!

Akhirnya aku tangani Reigo. Aku masuk ke kamar mandi dan memandikannya. Celana panjangnya dan sepatunya tidak dapat dipakai lagi. Istriku pastinya sedang main musik di gereja besar dan tidak bisa juga diganggu. Dan memang aku ingat betul tidak membawa celana ganti untuk anak-anak. Beberapa kali guru sekolah minggu bolak balik mengetuk pintu kamar mandi menanyakan bagaimana kalau celana Reigo dibeli saja di mall dekat gereja. Aku bilang tidak usah, nanti merepotkan.

Saat itu, aku mulai berusaha tidak panik. Aku mulai tersenyum, aku teringat kejadian saat aku kelas 3 sd. Aku memeluk Reigo dan tidak mau menghakiminya. Aku meminta bantuan dia untuk mengambil gayung dan menyiramkan selagi aku menyikat celana dan sepatunya. Dia membantu dengan baik. Sampai sarung diberikan oleh guru sekolah minggu, aku balutkan ke badannya, baju kemejanya masih aman dan tidak ternoda. Setelah bersih, aku bawa dia keluar, mengeringkan sepatunya, memasukkan celananya ke plastik. Aku ajak dia ke ruang kebaktian dia tidak mau. Akhirnya aku menemani dia di ruangan yang lain. Aku tahu dia lebih panik dari aku, aku mencoba paham bahwa dia lebih malu dari aku. Akhirnya aku menemani dia sampai kebaktian selesai.

Menjelang akhir kebaktian, Rani tampak membawa plastik dan menyerahkan ke aku, ternyata dia membelikan celana panjang untuk Reigo. Uangnya ternyata diberikan oleh istriku. Itu lah, seharusnya aku tadi bisa meminta tolong dengan memberikan uangnya. Kupakaikan celananya ke Reigo, muat dan oke.

Kutatap muka Reigo, dia merasa terselamatkan hari itu, aku merasa dia lega, begitupun aku.

Ah, kejadian saat kelas 3 sd benar-benar terulang. Hahaha, terima kasih Tuhan.

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…