Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2016

Lulus Sidang Proposal! Haleluya!

Puji Tuhan lulus sidang proposal hari ini! Aku adalah orang pertama dalam satu angkatan yang maju sidang proposal dan lulus. Pagi-pagi berangkat, sudah mau antisipasi macet. Tapi rencana berangkat jam 04.30 batal karena bangun kesiangan, akhirnya berangkat jam 5.20. Niatnya hampir lewat JORR, tapi sewaktu mau belok tiba-tiba lihat GPS dan terlihat ada kecelakaan. Langsung ambil jalur dalam kota. Thanks God, macetnya normal. Pak Andri yang masuk lewat jorr info bahwa macet total di jorr. Sampai kampus, sarapan di parkiran mobil. Tidak sempat lagi baca-baca presentasi. Pak Krist teman kelas tiba di kampus juga dan parkir sebelahan, kubuka kaca dan say hi. Dia ingin mengantarkan aku ke sidang, kata beliau, mungkin sambil melihat-lihat disertasi atau konsultasi dengan dosen. Roti venus sudah dibeli oleh istriku yang baik hati, dalam kotak-kotak, supaya bisa diberikan ke masing-masing dosen. Dibawakan oleh supirnya pak Krist sampai ke ruangan. Teman-teman yang hadir adalah Pa

Tiga puluh dua

Pagi menyambut malam.  Mentari menelan kelam.  Jiwa ini merindu, tak kah kau tahu? Bila pun tak ku ucap bukan tak kurasa.  Tiga puluh dua.  Tiga puluh empat.  Tik. Tok. Tik. Tok.  Tidak bisa mundur lagi.  Mengenalmu seperti baru saja.  Mengecupmu tak pernah biasa.  Selamat ulang tahun bidadari.  Pasangan hidup sehidup semati. 

Sidang Proposal Disertasi

Kemarin dapat kabar dari sekretariat doktor binus, tgl 27 mei  2016 aku sudah dijadwal untuk sidang proposal disertasi.  Senang.  Tapi juga ketir.  Senang, karena akhirnya tgl 27 mei nanti ada tahap baru untuk program doktor s3 yang sedang kutempuh. Jika sidang proposal lulus, berarti dalam bulan-bulan ke depan aku sudah bisa mulai mengumpulkan data.  Senang, karena tim penguji dipimpin oleh Prof Edi, yang saat presentasi di kelas beliau, menurutku beliau cukup suportif terhadap penelitianku.                                               Ketir, karena harus mempersiapkan diri dengan baik. Apapun bisa terjadi. Terlebih diadakan pagi hari, itu berarti aku harus cuti atau ijin dari kantor. Mungkin para dosen baik itu tim promotor dan tim penguji masih fresh dengan semua kritik yang tajam.  Ketir, karena ada 2 orang tim penguji yang aku belum pernah tahu. Usut punya usut, beliau beliau termasuk tokoh negara, pernah menjadi wakil menteri, dll.  Tuhan, be

Your Grace Finds Me

Song of the day, Your grace finds me... Through every mountain top In every valley In sorrow In the darkness night... Your grace finds me... ================================== It's there in the newborn cry It's there in the light of every sunrise It's there in the shadows of this light Your great grace It's there on the mountain top It's there in the everyday and the mundane There in the sorrow and the dancing Your great grace Oh, such grace From the creation to the cross Then from the cross into eternity Your grace finds me Yes, Your grace finds me It's there on a wedding day There in the weeping by the graveside There in the very breath we breathe Your great grace Same for the rich and poor Same for the saint and for the sinner Enough for this whole wide world Your great grace Oh, such grace From the creation to the cross Then from the cross into eternity Your grace finds me Yes, Your grace finds me Ther

Kejadian saat kelas 3 sd

Kejadian kemarin mengingatkanku pada kejadian saat aku kelas 3 sd. Saat kelas 3 sd, aku sedang tidak enak badan, perut bergejolak saat sedang asik belajar di kelas. Kemudian terjadilah kejadian yang tidak diinginkan, aku (maaf) pupup di celana. Sontak saja seluruh isi kelas heboh, dan entah bagaimana malunya aku saat itu. Yang paling malu lagi adalah abangku, karena kami satu sekolah, dan tentunya guru-guru tahu bahwa dia abangku, dia pun dipanggil oleh guru kelasku, diminta "bertanggung jawab" terhadap kelakukan adiknya. Aku ingat betul akhirnya abangku membawaku ke kamar mandi di sekolah yang sangat gelap, menakutkan, berlapiskan hanya semen kasar tanpa keramik, pintu dari kayu yang reot, dan disitu aku "diadili" oleh abangku bahwa aku sudah membuat malu diri sendiri dan dia, dia berujar itu sambil menyikat celanaku yang kecipratan. Entah bagaimana kejadiannya saat itu, apakah akhirnya aku memakai celana basah-basah atau dipinjami celana oleh sekolah atau

Tanda tangan

Beberapa minggu ini aku berjuang untuk mendapatkan tanda tangan. Ya, tanda tangan dari tim promotor, itu termasuk Prof Har, Bu Dyah, dan Pak Ford. Tgl 30 April aku sudah dapat tanda tangan pertama dari Bu Dyah di lembar pengesahan proposal penelitianku. Aku happy dan senang. Tapi kemudian comes the nightmare. Aku harus menghadap Pak Ford. Di beberapa kali email dengan beliau, beliau mengkritisi proposal penelitianku tidak novel, kebaharuan ilmunya kurang bahkan relatif tidak ada, terlebih lagi sudah banyak penelitian yang beliau anggap serupa. Aku stres dan ingin mati rasanya. Di dalam beberapa email tersebut aku mencoba kuat dengan pendirianku dan mempertahankan apa yang ada di dalam model penelitianku. Tapi semakin ke sini justru aku semakin ragu, dan bahkan semakin sadar bahwa Pak Ford ini benar. Tanggal 4 Mei 2016 aku bertemu Pak Ford. Bertemu beliau butuh perjuangan, karena beliau sebenarnya orangnya sangat sibuk dan prefer komunikasi by email. Tapi karena komunikasi