Skip to main content

Menyenangkan Walaupun Melelahkan

Akhirnya kemarin ujian kualifikasi tertulis yang terakhir juga sudah selesai. Tinggal sabtu depan ujian kualifikasi berbentuk interview.

Sebelumnya ujian s3 untuk semester 2 sudah selesai. Hasilnya juga sungguh melegakan.



Perjalanan menuju Doktor ini memang cukup menyenangkan walaupun melelahkan.
  • Selama 1 tahun ini harus mengorbankan waktu weekend hari sabtu dimana biasanya beristirahat dan bersama keluarga, saya harus ke kampus pagi-pagi dan kuliah sampai sore hari. Biasanya sabtu itu saatnya bangun siang dan leha-leha di rumah. Atau berlatih musik di gereja bersama anak-anak sekolah minggu. Ini dihabiskan dengan menyelesaikan tugas dan presentasi di kelas di depan dosen. 
  • Setumpuk tugas yang harus diselesaikan. Tugas membaca jurnal kurang lebih 6 jurnal dalam 1 minggu, dan harus membuat summary and critical analysis. Jurnalnya mulai dari yang dimengerti oleh otak sampai yang hanya bisa dimengerti oleh bahasa kalbu. Kadang harus merangkum buku yang tebalnya 700 halaman dalam 1 minggu. 
  • Online class setiap rabu malam. Dimana waktu sudah sampai ke rumah, disambut oleh keluarga. Anak-anak kadang ingin bermain, tapi harus menahan diri karena Papanya sedang online class dengan Prof dan teman sejawat. Belum lagi kalau saat kebagian Prof yang hobinya bikin jantungan, akan menanyakan pendapat kepada random people, sehingga selama 2.5 jam kita harus bener-bener standby di webex. Kadang kebelet pipis pun harus ditahankan jika kebagian jadwal presentasi. Makan malam pun cenderung buru-buru, atau makan malam sambil online class kalau tidak kebagian presentasi dan dosen agak santai, atau malah makan malam setelah online class karena Profnya sudah mengabsen di awal mulai kuliah. 
  • Penyusunan outline yang tidak mudah. S3 sangat dituntut kemandirian dan kebingungan, karena semakin kita mencoba mandiri dengan banyak bimbingan, semakin banyak inisiatif diskusi dengan beberapa dosen, yang ada semakin bingung. Deadline outline yang akhirnya mepet mengharuskan saya meminta waktu khusus dengan academic advisor, yang benar-benar pencerahan last minute. 
  • Meluangkan waktu membaca disertasi orang lain yang sudah lulus duluan. Hal ini katanya memberi insight, walau akhirnya saat membacanya cuma bingung sendiri. Alur pemikirannya kadang tidak bisa ditangkap, cenderung rumit. Untungnya berbincang dengan dosen bisa memberikan clue disertasi mana yang cenderung mudah untuk dibaca. 
  • Ketemu saat-saat mengharukan ketika sabtu pagi berangkat bersama anak-anak konvoi. Di tengah jalan kami berpisah, mereka ekskul bersama Mamanya dan saya berangkat sekolah. Di banyak waktu anak-anak sering protes dengan kalimat-kalimat sederhana yang kadang lucu tapi menusuk seperti "Papa sih, ngapain juga S3 lagi...", "Papa sabtu ini libur kan?", "Papa kita tidak main uno malam ini karena kuliah ya?", "Papa kok lama banget sih kuliahnya?", "Kuliah terus...kuliah terus...aku nanti ga mau kuliah S3!". Celotehan anak-anak yang lucu pada awalnya, namun mengharukan pada akhirnya. Harus benar-benar tahan badan dan tahan hati. Huhuhu. Sabar ya nak, the pain will over...
  • Ujian-ujian semester 1 dan semester 2 yang juga sangat sulit. Kadang kita belajar konseptual, yang keluar aplikatif, kita belajar aplikatif tapi yang keluar konseptual. Kalau kita belajar 2-2nya, ga cukup waktu. Hahaha. Waktu belajar saat ujian kadang h-1, bisa berarti 1 hari sebelum ujian atau 1 hour sebelum ujian. Tapi puji Tuhan nilainya bisa lumayan lah. 
  • Dana yang disediakan tidak sedikit. Teman-teman lain ada yang mendapat semacam subsidi dari kantor tempat dia bekerja, atau bahkan di fully supported dari kantornya, tapi tidak sedikit juga yang menggunakan dana sendiri. Menyediakan 50juta dalam satu semester sangat tidak mudah (bagi saya), bisa jadi bagi yang lain tidak terlalu sulit. Namun bagi saya, karena sudah mempercayakan semua hal tentang keuangan kepada istri, itu berarti juga mempercayakan semua penghematan dan alokasi dana kepada istri juga. Thanks God punya istri yang bijak untuk mengatur semua perihal keuangan sehingga uang semesteran bisa tetap terbayar tanpa terlambat dan tetap punya saving. 
  • Bantuan dari orang tua juga punya peran penting. Mereka memberi semangat, bahkan secara finansial mereka selalu memastikan tidak ada masalah. Mereka selalu bilang bahwa "jangan sampai karena tidak ada uang, sekolah jadi tersendat." Mereka paham betul pergumulan keluarga muda saat masa-masa persekolahan. 





Dari semua hal di atas, tinggal sabtu depan tanggal 12 maret ujian terakhir kualifikasi berbentuk interview. Setelah itu akan dirapatkan, dan dikeluarkan SK untuk promotor, co-promotor, dan mulai penelitian. Semoga Tuhan memberi kekuatan untuk melewati semuanya ini. 


Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…