Skip to main content

3-0

Bermain catur tadi malam melawan Reigo, anakku laki-laki skornya 3-0 untuk kemenangan aku, Papanya.
Jangan marah dulu, saat skor 1-0, apalagi 2-0, ingin aku "mengalah" dan membiarkan dia menang dan senang. Masa ada orang tua tega membiarkan anaknya sedih merasakan kekalahan.
Tapi memang yang kulakukan tadi malam berbeda, aku membuat kemenangan hat trick yang membuat pertandingan tidak berlanjut. Cuma aku perlu jelaskan, bahwa dalam 3 babak tersebut, langkah "Scholar's Mate" opening yang aku gunakan sama persis, memajukan pion di depan raja, memajukan mentri 2 langkah, dan memajukan gajah 3 langkah, tujuannya untuk memakan pion di depan raja anakku dan skak-mat. Aku tidak merubah skenario kemenanganku.
Tapi yang menarik adalah, dari 0-3 kekalahan yang dialami anakku Reigo adalah waktu pertandingan menjadi lebih lama di setiap pertandingan. Babak pertama 10 detik sudah selesai tanpa perlawanan. Babak kedua hampir 5 menit, dan babak ketiga 10 menit.
Di babak pertama anakku merasakan kesulitan amat sangat, kesal karena 10 detik raja langsung mati. Di babak kedua dia minta tukar sisi dari hitam menjadi putih. Dia berpikir dengan bertukar sisi, kesempatan menang dia lebih tinggi. Barulah di babak ketiga, dia kuajari untuk melindungi pion di depan raja supaya tidak skak-mat.
Skor tidak selalu bisa berbicara tentang hasil, skor tidak bisa bicara tentang proses kemajuan yg sudah dialami.
Memberi kemudahan kepada anak saya, sama saja mengurangi kemampuan dia berpikir dan mengatasi masalah, juga mengurangi kesempatan saya sebagai orang tua untuk membantu dan mengajari dia.
Jadi saya rasa, kalau kita berdoa saat situasi sulit, tidaklah tepat meminta kemudahan kepada Tuhan, tapi mintalah kekuatan lebih untuk bisa mengatasinya.
Dia tidak menjanjikan kemudahan hidup, tapi Dia menjanjikan penyertaan dan kekuatan untuk setiap permasalahan sekalipun itu sulit.

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…