Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2016

3-0

Bermain catur tadi malam melawan Reigo, anakku laki-laki skornya 3-0 untuk kemenangan aku, Papanya. Jangan marah dulu, saat skor 1-0, apalagi 2-0, ingin aku "mengalah" dan membiarkan dia menang dan senang. Masa ada orang tua tega membiarkan anaknya sedih merasakan kekalahan. Tapi memang yang kulakukan tadi malam berbeda, aku membuat kemenangan hat trick yang membuat pertandingan tidak berlanjut. Cuma aku perlu jelaskan, bahwa dalam 3 babak tersebut, langkah "Scholar's Mate" opening yang aku gunakan sama persis, memajukan pion di depan raja, memajukan mentri 2 langkah, dan memajukan gajah 3 langkah, tujuannya untuk memakan pion di depan raja anakku dan skak-mat. Aku tidak merubah skenario kemenanganku. Tapi yang menarik adalah, dari 0-3 kekalahan yang dialami anakku Reigo adalah waktu pertandingan menjadi lebih lama di setiap pertandingan. Babak pertama 10 detik sudah selesai tanpa perlawanan. Babak kedua hampir 5 menit, dan babak ketiga 10 menit. Di babak …

Anomali

Tulisan yg sangat baik dan berimbang mengenai anomali dalam dunia politik. Indonesia yang krisis kepercayaan terhadap pemimpin apalagi partai politik yang gelap dan suram. Mungkin memang Ahok tidak (hanya) ingin menang, tapi menciptakan sejarah. Dia seorang guru buat saya, mengajari banyak hal tentang keberanian untuk menjadi berbeda, bahwa tetap mungkin melakukan hal yang benar di tengah-tengah kegelapan dunia. Di ilmu manajemen, transformational leadership merefleksikan seorang pemimpin yang jauh dari transactional yang sekedar give-take atau kompromi, transformational leadership menginspirasi dengan "walks the talks". Ahok seakan mau bilang bahwa menang tidaklah lebih penting dari mengukir sejarah. Pahlawan Indonesia tidak semuanya menang saat melawan penjajah atau merebut kemerdekaan, tapi nama mereka disebut dan ditulis sebagai pahlawan kemerdekaan yang penuh keberanian.
Keep fighting Pak!
Love will find a way, i can see it in your eyes...

http://kom.ps/AFunTx

Menyenangkan Walaupun Melelahkan

Akhirnya kemarin ujian kualifikasi tertulis yang terakhir juga sudah selesai. Tinggal sabtu depan ujian kualifikasi berbentuk interview.

Sebelumnya ujian s3 untuk semester 2 sudah selesai. Hasilnya juga sungguh melegakan.



Perjalanan menuju Doktor ini memang cukup menyenangkan walaupun melelahkan. Selama 1 tahun ini harus mengorbankan waktu weekend hari sabtu dimana biasanya beristirahat dan bersama keluarga, saya harus ke kampus pagi-pagi dan kuliah sampai sore hari. Biasanya sabtu itu saatnya bangun siang dan leha-leha di rumah. Atau berlatih musik di gereja bersama anak-anak sekolah minggu. Ini dihabiskan dengan menyelesaikan tugas dan presentasi di kelas di depan dosen. Setumpuk tugas yang harus diselesaikan. Tugas membaca jurnal kurang lebih 6 jurnal dalam 1 minggu, dan harus membuat summary and critical analysis. Jurnalnya mulai dari yang dimengerti oleh otak sampai yang hanya bisa dimengerti oleh bahasa kalbu. Kadang harus merangkum buku yang tebalnya 700 halaman dalam 1 minggu. …