Skip to main content

Angkatan ke-3 Beasiswa Musik KAKR GBKP Bogor 2016

Puji Tuhan akhirnya kemarin terlaksana seleksi beasiswa musik KAKR GBKP Bogor angkatan yang ke-3 2016. Total pendaftar yang diseleksi ada 8 orang anak, dan akan diseleksi menjadi 6 orang anak. KAKR ini singkatan dari kebaktian anak/ kebaktian remaja, istilah yang sama dengan sekolah minggu atau sunday school.

Cerita beasiswa musik ini diawali di tahun 2014, angkatan pertama waktu itu sangat banyak yang daftar, ada 15 anak, dan harus diseleksi menjadi 7 orang anak. Sementara di Tahun 2015, ada 6 orang anak, dan total 6 orang anak ini yang masuk juga mendapatkan beasiswa musik.

Beasiswa musik kakr ini memang dirancang dengan pemberian beasiswa kepada peserta dengan persentase, sekitar 60 % bagian gereja, dan sisanya bagian orang tua peserta. Tempat les musik akan dilakukan di tempat les musik yang resmi, bukan hanya sekedar pelatihan di gereja. Hal ini dilakukan supaya anak bisa mendapatkan pendidikan yang berdasarkan teori benarnya, kalau di gereja ataupun personal yang melatih kecenderungan dilatih berdasarkan teori yang sudah dimiliki pengajar, yang notabene mungkin tidak standard.

Waktu keikutsertaan beasiswa ini adalah selama 1 tahun. Jadi selama 1 tahun tersebut peserta beasiswa wajib mengikuti pelajaran musik yang biasanya 1x dalam seminggu. Di gereja sendiri, sudah dibentuk tim musik yang anggotanya terdiri dari anak-anak kakr semua. Tidak melulu peserta beasiswa musik yang boleh bergabung di tim musik ini, tapi terbuka untuk semua yang memiliki keinginan melayani musik. Mereka berlatih setiap hari sabtu, jam 3 sore di gereja untuk persiapan pelayanan di hari minggunya untuk kebaktian sekolah minggu.



Angkatan ke-3 ini diikuti oleh 8 orang anak. Seperti yang sebelum-sebelumnya, tim seleksi melibatkan komisi kakr (Pertua Nd. Difa Surbakti), BPH KAKR (Hanna Ginting), dan koordinator tim beasiswa musik ini yaitu aku sendiri. Anak-anak yang mendaftar pun unik dan lucu, bagus-bagus semua bakat dan talenta, terutama kepercayaan diri mereka sangat tinggi. Walau ada juga yang tidak berani masuk ke dalam ruangan seleksi jika tidak diantar oleh ibunya, tapi pada akhirnya berani juga.

Acara audisi ataupun seleksi ini terdiri dari interview dan pertunjukkan bakat anak. Anak akan diberikan pertanyaan berkaitan dengan komitmen, kerja sama, dan bakatnya, supaya diketahui bahwa anak yang akan diberikan beasiswa benar-benar memiliki keinginan kuat untuk menggali bakatnya dan serius untuk mengikut les musik nantinya dan punya tujuan untuk melakukan pelayanan musik di gereja, bukan yang lainnya. Terakhir anak akan diminta mempertunjukkan bakatnya, bernyanyi atau memainkan alat musik sesuai dengan ketertarikannya.

Total anak yang mendaftar di tahun ini ada 8 orang:
1. Dora (Vocal)
2. Stefan (Gitar/ Piano)
3. Joel (Gitar)
4. Zefanya (Drum)
5. Pascal (Vocal)
6. Samuel (Gitar)
7. Dita (Biola)
8. Sella (Vocal)

Anak-anak ini semua berbakat, percaya diri, dan mengagumkan semua juri tim seleksi. Sampai-sampai ada juri tim seleksi yang malah pengen ikut belajar musik juga. Hehehe.

Puji Tuhan, tahun ini peserta nya lebih banyak dari tahun lalu, padahal di awal-awal sangat sedikit yang mendaftar, tapi ternyata pada hari H, banyak yang ikut.

Semoga anak-anak ini semuanya nantinya menjadi pemusik dan penyanyi yang bisa melayani dan memuliakan Tuhan Yesus di kehidupan mereka. Amin





Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…