Skip to main content

Dicukur oleh Bapak

Salah satu cerita masa kecil sampai remaja yang tidak pernah terlupakan bagiku adalah cukur rambut. Hal ini menjadi sebuah kebiasaan yang maksimal 2 bulan sekali dilakukan. Dan yang paling berkesan bagiku yaitu aku hampir tidak pernah bercukur di tempat cukur di luar, aku bercukur di dalam rumah: dicukur oleh Bapak.

Dicukur oleh Bapak menjadi sebuah ritual yang unik. Bapak selalu sedia gunting putih untuk cukur. Gunting putih ini selalu teruji ketajamannya, dilengkapi dengan sisir seadanya untuk mengukur panjang pendeknya rambut yang akan dicukur.
Kursi bulat kayu untuk duduk supaya mudah untuk berputar. Kalau biasanya tukang cukur yang berputar, kalau dicukur oleh Bapak justru sebaliknya, aku yang dicukur yang berputar.
Tidak ada cermin di depanku saat dicukur, jadi pasrah saja model rambut seperti apa yang akan dihasilkan dari cukuran Bapak. Hehehe. Tapi biasanya model rambutnya standard, tidak terlalu kekinian, dan tidak juga terlalu kuno. Yah, memang model rambut kan begitu-begitu saja. Jadi aku selalu pede setelah dicukur oleh Bapak, karena aku yakin pasti oke.

Ritual dicukur oleh Bapak juga menjadi saat-saat dimana aku berbincang-bincang dengan Bapak secara personal. Pembicaraan antara Bapak dan anak laki-laki. Karena adikku perempuan, maka cuma aku dan abangku yang dicukur oleh Bapak. Menit-menit perbincangan bisa menjadi saat menegangkan tapi juga santai, karena Bapak biasanya melontarkan diskusi-diskusi ringan dan tidak tajam. Terlebih saat aku sudah remaja, jarang sekali Bapak memberikan instruksi, lebih kepada mendengarkan cerita apa saja yang terjadi di sekolah dan pergaulan. Suasana diskusi kadang diselipi oleh suasana hening. Aku memang lebih sedikit bercerita kepada Bapak.

---

Kemarin aku membeli hair clipper. Tujuan awalnya adalah untuk mencukur facial hair yang belakangan aku sengaja tumbuhkan, kumis dan jenggot. Aku merasa kesulitan mencukurnya jika dengan pisau cukur maka akan cukur habis, which i don't want it. Kalau pakai gunting, cenderung tidak rapih. Maka aku mencari hair clipper dari phillips yang bagus dan akhirnya dibeli saat ada promo di lazada.

Di tengah perjalanan, aku berpikir, kenapa tidak sekalian aku mempraktekkan untuk mencukur anak laki-lakiku Reigo yang memang kebetulan rambutnya sudah agak panjang. Akhirnya tadi malam begitu alatnya sudah sampai, aku dengan setengah memohon bilang kepada Reigo untuk mau dicukur rambutnya olehku. Dia mau.

Ambil lokasi di kamar mandi, karena waktu juga sudah malam sepulang aku kerja. Memang rambut-rambut bisa membuat saluran air mampet, tapi aku akali dengan memungut potongan rambut yang jatuh dan membuangnya ke tempat sampah.

Reigo kulepas bajunya, sama saat aku dicukur oleh Bapak. Alasannya supaya rambut tidak menempel di baju dan susah dicuci. Dulu aku mencuci pakaian sendiri, jadi aku tahankan gatal-gatal karena potongan rambut menempel di leher pundak punggung demi supaya tidak susah mencuci baju.
Tapi untuk kasus Reigo, hal ini membawa kesulitan. Karena Reigo protes dan sempat mau menghentikan proses cukur karena gatal dan merasa tidak enak dengan potongan rambut yang kena kulitnya. Akhirnya aku harus membersihkan potongan rambutnya dulu, baru dia mau lanjut lagi.

Kesalahan kedua, aku langsung memakai ketebalan clipper agak pendek. Seharusnya di awal menggunakan ketebalan yang standard dulu, baru kemudian diperkecil.

Tapi overal, hasilnya tidak terlalu jelek. Rambut Reigo terlihat lebih rapih dan keren. There will be always the first time, right?



Comments

Popular posts from this blog

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

KECEWA dengan BIGTV !

Sekitar sebulan yang lalu saya mencoba pasang bigtv karena katanya lebih murah dan pilihan channel lebih banyak dalam satu paket.
Di rumah sebenarnya sudah langganan indovision dan berjalan dengan baik. Tapi karena ingin membandingkan, ingin mencoba yang baru, dan kalau memang bagus akan mengganti yang lama dengan yang lebih bagus, maka akhirnya saya coba berlangganan bigtv.

AWALNYA SUDAH KURANG BAGUS, TEKNISI AMATIR.
Teknisi yang datang untuk proses instalasi sudah bermasalah dari awalnya. Proses cabling tidak berjalan baik, sehingga siaran tidak dapat ditangkap dalam sekali instalasi. Besoknya teknisinya datang lagi dengan membawa seniornya, dan akhirnya siaran dapat berjalan baik (walaupun sinyal kecil sekali). Kabel coaxial di rumah saya sebenarnya sudah ditanam duluan saat proses renovasi rumah, sehingga tidak perlu penarikan kabel baru ke dalam rumah, hanya tinggal menyambung di atas. Adapun proses instalasi adalah di kamar saya dan sudah ada kabel instalasinya. Teknisi pada awa…