Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2015

I Am Not Alone

When I walk through deep waters
I know that you will be with me
When I'm standing in the fire
I will not be overcome Through the valley of the shadow
Oh I will not fear
I am not alone
I am not alone
You will go before me
You will never leave me
In the midst of deep sorrow
I see your light is breaking through
The dark night will not over take me
I am pressing into you
Lord you fight my every battle
And I will not fear

You amaze me
Redeem me
You call me as your own You're my strength
You're my defender
You're my refuge in the storm Through these trials
You have always been faithful
You bring healing to my soul
***Reigo sakit cacar air, Mama sedang di bandung 3 hari, dan aku mengerjakan tugas kuliah untuk hari sabtu yang bejibun. Ada 8 tugas tapi baru selesai 1 saja di jam 00:30 ini. Saatnya tidur dulu... Get well soon, Reigo.

Dicukur oleh Bapak

Salah satu cerita masa kecil sampai remaja yang tidak pernah terlupakan bagiku adalah cukur rambut. Hal ini menjadi sebuah kebiasaan yang maksimal 2 bulan sekali dilakukan. Dan yang paling berkesan bagiku yaitu aku hampir tidak pernah bercukur di tempat cukur di luar, aku bercukur di dalam rumah: dicukur oleh Bapak.

Dicukur oleh Bapak menjadi sebuah ritual yang unik. Bapak selalu sedia gunting putih untuk cukur. Gunting putih ini selalu teruji ketajamannya, dilengkapi dengan sisir seadanya untuk mengukur panjang pendeknya rambut yang akan dicukur.
Kursi bulat kayu untuk duduk supaya mudah untuk berputar. Kalau biasanya tukang cukur yang berputar, kalau dicukur oleh Bapak justru sebaliknya, aku yang dicukur yang berputar.
Tidak ada cermin di depanku saat dicukur, jadi pasrah saja model rambut seperti apa yang akan dihasilkan dari cukuran Bapak. Hehehe. Tapi biasanya model rambutnya standard, tidak terlalu kekinian, dan tidak juga terlalu kuno. Yah, memang model rambut kan begitu-begitu…