Skip to main content

Proyektor

(tulisan untuk partisipasi di lomba menulis surat ulang tahun GBKP Bogor ke-35). 

Yang terkasih sahabatku,
Gereja Sembiring.

Selamat Ulang Tahun, bro! Tambah gemuk, tambah tinggi, dan tambah besar hehe. Tahu tidak? Aku tiba-tiba terbangun pukul 03.50 dinihari, kok bisa pas dengan umurmu ya? Daripada tidur lagi, kuputuskan menulis surat ini sekaligus mengingat-ingat kejadian lucu saat hari minggu kemarin.

Seperti biasa aku mengikuti kebaktian di gereja. Mengambil tempat agak di tengah, khawatir kalau duduk di belakang banyak yang mengobrol dan membuat tidak konsentrasi. Aku duduk dengan manis di bangku dan kagum saat sadar ada proyektor baru di gereja. Wah, keren! Pastinya akan mempermudah jemaat untuk mengikuti kebaktian minggu. Tapi, pelan-pelan kudengar suara berbisik dengan nada yang sedikit serak-serak horor di belakangku membicarakan proyektor baru tersebut. Mereka berdiskusi mempertanyakan untuk apa proyektor itu dipasang, sok modern dan membuang-buang uang, serta membuat gereja tradisional menjadi seperti gereja kharismatik.

Sontak aku kaget dengan pembicaraan mereka berdua, tapi kepalaku tidak berani menoleh ke belakang karena dari suara mereka sepertinya usianya lebih tua dari aku. Aku hanya tersenyum sendiri sambil meyakini diri bahwa kebaktian sudah sangat lebih baik dengan keberadaan proyektor baru. Memang jenis orang berbeda-beda ya? Memasang proyektor di dalam gereja saja bisa menjadi topik pembicaraan yang hangat dan lucu. Akhirnya saat doa syafaat, aku sisipkan doa semoga dua orang di belakangku diberkati oleh Tuhan dan hidupnya bisa secerah sinar proyektor. Hehehe.

Nah, kejadian kedua, aku lupa bawa alkitab ke gereja! Gawat kan, ibaratnya petani mau pergi ke sawah lupa bawa cangkul, supir berangkat lupa bawa sim, lebah kembali ke sarang lupa bawa madu. Yang naasnya lagi handphoneku habis baterai, yang artinya alkitab digital pun tidak bisa dibuka. Lirik ke sebelahku, dia pun hanya bawa badan ke gereja alias tidak membawa alkitab juga. Harapanku satu-satunya adalah isi nats alkitab akan ditampilkan di proyektor baru gereja. Pendeta pun menaiki mimbar dan mau mulai khotbah. Eng-ing-eng, aku deg-deg-an menatap layar proyektor baru. Dan, ugh! Yang ditampilkan hanya nama Pendeta yang khotbah dan natsnya saja, isinya tidak ditampilkan. Aduh! Memang sih salahku tidak membawa alkitab dan lupa men-charge handphone. (Ampuni aku, Tuhan!). Tapi apa salah ya menampilkan isi nats alkitab di layar proyektor? Bukankah tujuan utamanya adalah supaya firman Tuhan bisa dibaca oleh orang banyak? (Termasuk jemaat yang lupa bawa alkitab seperti aku hehehe).

Aku jadi teringat dengan cerita di negeri jiran saat membaca alkitab dilarang, lembar-lembaran alkitab bahkan dirobek-robek, digulung, dan diselipkan di bagian rahasia tubuh agar supaya isi alkitab tersebut bisa dibawa, dibaca dan ditukar ke sesama anak Tuhan yang rindu membaca alkitab. Ya, semoga kedepannya proyektor baru gereja bisa menampilkan isi nats alkitab, bahkan kalau bisa menampilkan isi khotbah dari pendeta. Wih!

Kebaktian hari itu diakhiri dengan bersalaman dengan pendeta dan keluar dari gedung gereja, bersamaan dengan berhamburannya anak-anak selesai kebaktian sekolah minggu. Dalam hatiku berujar, di luar gedung gereja ini lah dunia sesungguhnya, tantangan sesungguhnya. Kalau mengingat kejadian saat kebaktian sulit konsentrasi karena ada diskusi tentang proyektor dan lupa membawa alkitab pastilah aku keluar dari gedung ini dengan muka datar dan tertekuk. Tapi kemudian aku tertegun saat melihat anak-anak sekolah minggu dengan muka yang begitu ceria dan bahagia selesai mendengar cerita tentang Alkitab. Mungkin memang aku harus menjadi seperti anak-anak saat datang kepada Tuhan.

Di luar gedung gereja ini pasti lebih banyak lagi omongan orang lain dan tantangan yang menghadang, yang paling penting adalah menghadapinya dengan penuh keceriaan dan kebahagiaan. Yakin bahwa Tuhan pasti memberikan pertumbuhan iman dalam setiap musim kehidupan.

Fiuh, matahari sudah terbit. Saatnya aku mengakhiri surat ini, semoga di hari tambahnya usiamu ini kamu bisa menjadi seperti proyektor baru di gerejaku, tetap memancar dan bersinar walau di tengah dunia yang gelap dan kelam, dan pancarannya menampilkan keceriaan dan kebahagiaan senantiasa. Sampai kita bertemu lagi di surat selanjutnya ya sahabat. GBU.

Sahabatmu,
Julbintor Kembaren. 

source: http://gbkpbogor.org/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=115

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…