Skip to main content

Mengurangi Asap

Awalnya memang karena keterpaksaan, mobil istri sedang masuk bengkel, jadi mobilku dipakai dan aku naik public transportation alias bus.

Jam 05.30 aku sudah naik bus agra tujuan lebak bulus.
Bus ngetem menunggu penumpang sekitar 10 menit.
Jam 05.40 berangkat dari bogor.

Jam 06.30 Exit points.

Aku nyebrang 2x ke arah BCA.
Melihat situasi sampai jam 07.00 ternyata transjakarta tidak muncul-muncul.
Akhirnya kontak group wa bakmi kuali, dan justo sudah akan melewati jalan itu.
Akhirnya sampai di kantor jam 07.28.


Pulangnya bareng sama andrai.
Jam 16.40 sudah tenggo, jalan menuju bengkel honda dulu, karena mobilnya di service.
Ternyata saat mau jalan, mobilnya ada masalah.
Kurang lebih 1.5 jam diperbaiki lagi.
Jam 18.30 di seberang points pas lewat bus agra lebak bulus - bogor.
Sampai bogor jam 20.00
Berhenti di tanah baru, eh ternyata angkot 17 sudah ga ada.
Ngojek tadinya mau sampai dapet angkot 05.
Tukang ojek pasang harga 15rb, padahal deket.
Ku tawar 10rb, ok.
Di jalan, dia nawarin sekalian dianter ke rumah.
Pasang harga 25rb.
Ku tawar 20rb, ok.

Sampai rumah disambut oleh anak-anak yang heboh saat aku pulang tidak pakai mobil.
Mereka membayangkan pasti seru sekali naik bus dan ojek.
Mungkin empati mereka muncul karena pernah kuajak naik kereta api dan angkot.

Positifnya aku bisa sambil tidur-tiduran di bus. Lebih santai memang.
Bisa lebih banyak mengkhayal dan menikmati perjalanan.
Patut dicoba lagi dan dikomitmenkan sekali seminggu.
Semoga aku ketagihan.
Setidaknya bisa mengurangi asap.

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…