Skip to main content

Exam pertama




Hari ini exam pertama di masa kuliah S3. Rasanya semeriwing!

Bagaimana tidak? Ujiannya dikerjakan di rumah, dan hari ini Rabu deadline dan harus dikumpulkan via email ke Prof. Sementara Prof baru mengirimkan intisari ujian yang harus dikerjakan itu Senin siang, yang adalah membuat paper sesuai dengan outline disertasi dengan topik Higher Education, halaman minimal 20, dan semua references dan jurnal ikut dikumpulkan.

Alhasil sanking paniknya sampai tidak tahu harus berbuat apa (kaya lirik lagu ya?). Hari ini dikumpul, yang ada malah aku menulis blog. Wakakakakaka.

Hari senin malam memang sudah mulai kukerjakan, tapi ternyata memang bahwasanya demikian sehingga menulis itu lebih sulit dari yang dikira. Kemudahannya hanya saat tulisan tersebut ada dipikiran, ketika dituangkan menjadi bentuk tulisan hambatannya bejibun! Ya main handphone, ya ngantuk, ya main dengan anak, ya nonton tv, ya buka facebook, termasuk menulis blog ini juga godaan kali ya.

Jadi teringat saat masa-masa SD kalau sedang mengerjakan PR. Paling berat adalah masa-masa kemarau. Kenapa? Karena masa kemarau berarti masa dimana musim layangan. Itu adalah masa terberat, saat mengerjakan PR didendangkan lagu suara layangan di luar sana, suara teman-teman yang teriak mengejar layangan, suara angin kencang yang berarti surga buat para pemain layangan. Aduh, bener-bener godaan banget dah. Layangan benar-benar membuat aku tidak konsentrasi mengerjakan PR, jangankan mengerjakan PR, saat EBTANAS pun aku tetap menyempatkan diri bermain layangan.

Aku suka sekali bermain layangan VS Aku harus mengerjakan PR.
Sering para motivator bilang bahwa kerjakanlah yang menjadi passionmu.
Man!!! Kalau ditanya passion gua, ya bermain layangan lah. Siapa juga yang mau menjadikan PR sebagai passion. Jadi bener-bener itu teori salah.

Passion kalau aku artikan keinginan hati dan kemauan yang terdalam.
Para motivator bilang, paling enak bekerja jika pekerjaan sesuai dengan passionnya.
So brooo, kalau passionnya nonton film porno, apakah harus menjadi bintang film porno?
Sekali lagi teori yang melenceng.

Image result for purpose driven life

Jadi teringat dengan sebuah buku bagus yang menjelaskan sebenarnya apa yang harus kita kerjakan, apa yang harus kita pilih. Ini buku aku baca pertama kali sampai habis saat kuliah S1 kalau tidak salah. Kemudian ku baca kali yang kedua saat masa-masa pacaran dengan istriku sekarang, pacaran jarak jauh Bogor-Bandung bisa direkatkan dengan membaca buku 1 hari 1 chapter dari buku ini.

Salah satu intisari yang aku ingat dari buku ini bahwa hidup adalah penugasan sementara. Ini terefleksikan dari semua contoh kehidupan di Alkitab bahwa masing-masing orang memiliki tugas dari yang mencipta.

Jadi intinya adalah bertanya kepada Tuhan apa tugas kita hidup di dunia, bukan justru fokus pada diri kita dengan saklek dengan passion-passion kita. Tugas jika diberikan, maka akan dibekali dengan perlengkapan yang cukup oleh yang memberi tugas. PR yang aku kerjakan saat SD pastinya merupakan soal yang teorinya sudah diajarkan di kelas dan perlu diimplementasikan lebih ke dalam jenis atau bentuk yang lain.

Jadi, instead of kerjakan apa yang menjadi passionmu, bukankah lebih baik diganti menjadi "kerjakan apa yang menjadi tugasmu" ?

*ayokerjainujiannyatooooorrrrrrr*

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…