Skip to main content

Allah yang besar dan heran!



Cerita sedikit ala mahasiswa, tentang kejadian ujian kemarin hari sabtu.

Memang kuliah S3 sampai sejauh ini yang kupahami kurang lebih dituntut skill menulis yang tinggi, merenung, mengarang dan menghayal yang tinggi, dan merangkai point-point yang ada supaya memiliki makna dan berdasarkan teori yang ada untuk kemudian menciptakan kebaharuan ilmu. People call it philosophy. Dengan mempelajari filosofi, kita para calon doktor diajar untuk menjadi rendah hati. Karena kemudian kita paham, bahwa tidaklah memungkinkan untuk mengemukakan sebuah teori adalah yang paling benar dan orang lain salah, karena di atas ilmu ada ilmu yang lain, diatas teori ada teori lain.
Jadi kalau ada yang bilang orang yang suka dengan ilmu atau science, tapi tingkahnya sombong, merasa paling benar, suka menyalahkan orang lain, menganggap orang lain rendah, dan membuat agar orang lain melihat dia sosok yang hebat, itu justru tingkatan orang yang jika ditinjau dari sisi keilmuan filosofi merupakan strata paling rendah.

Ujian pertama tentang conseptual, 30 menit close book dan mulai mencatat di kertas semua jawaban yang memungkinkan. Karena sudah lama juga tidak menulis fisik di kertas, terbiasa dengan mengetik, maka yang paling dirasakan bukan susah soalnya, tapi pegal tangannya.

Ujian kedua open book, internet access. Kita diminta membuat sebuah paper dengan 3 variabel yang bisa dipilih. Diberi waktu 2 jam untuk menulisnya. Disaat aku berpikir disini bagian tersulit dari ujian, ternyata bukan. Langkah awal aku mulai memilih variabelnya dan menentukan judulnya. In the mean time, aku mulai peering internet ke handphone, login ke pro quest dan emerald untuk siap-siap mencari jurnal yang berkorelasi dengan topiknya. Juga aku buka folder yang berisi jurnal-jurnal yang sudah aku pernah baca dan dibuat summary nya. Saat semua sudah siap untuk dimulai, aku mulai menulis dan mereferensikan. Dan all the sudden, jurnal-jurnal yang semuanya dalam bentuk .pdf tersebut tidak bisa dibuka. PANIK! Aku langsung pikir aku tidak memiliki pilihan lain selain acrobat reader.
Akhirnya aku restart windows. Saat di restart, windows ternyata melakukan instalasi windows update which is memakan waktu. Aku menunggu sambil berdoa di setiap kenaikan % dari updatenya, it takes around 10 minutes. Sampai juga ke 100%. Setelah login, aku buka lagi .pdf jurnalnya, TETAP TIDAK BISA! Oh no! Akhirnya aku berdoa. Aku menyatakan ketidak mampuanku untuk melakukan ini, mengaku berdosa dan tidak berdaya tanpa Tuhan. Barulah aku mulai tenang dan berpikir jernih. Kalau acrobat readernya tidak bisa, kenapa tidak open with aplikasi lain? Akhirnya aku pakai reader bawaan dari windows. Problem solved! Praise the Lord!

Aku menghela nafas, dari sekian banyak kemungkinan hidup yang bisa terjadi di dalam ujian kuliah, Tuhan memilih cara acrobat reader tidak bisa dibuka, untuk menyadarkankan tetap merendahkan diri di hadapan Tuhan. Kepanikan saat itu tiba-tiba membuat akal budi tidak berfungsi, dan mendangkalkan kreativitas. Padahal di waktu yang lain, kepanikan bisa meningkatkan adrenaline dan meningkatkan performa. Sungguh Allah yang besar dan heran!



Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…