Skip to main content

Green Tinted Sixties Mind

Lagu ini memang lagu favorit di tahun '90 an.
Di jaman tersebut lagu ini sering dibawakan oleh group band.
Bisa dibilang lagu ini masuk kategori lagu wajib anak band yang sangar, karena dinilai tingkat kesulitannya cukup advanced.

Aku (sejujurnya) belum pernah bisa memainkan lick intro lagu ini. Pertama kali dengar lagu ini saat smp kelas 1. Karena lick gitar di lagu ini relatif harus dimainkan menggunakan gitar electric dengan distorsi, sementara saat jaman smp aku tidak memiliki barang mewah seperti itu, akhirnya aku tidak pernah bisa menguasai lick lagu ini. 

Tergugah dari quotes "orang tua harus memberikan contoh, bukan sekedar instruksi", hal itu juga yang kemudian mendorong aku untuk kuliah lagi, dan juga hal-hal yang lain, untuk kemudian memberi contoh kepada anak-anak. Termasuk di dalamnya dalam bermain musik. Fhea sudah hampir 1 tahun les piano, tanpa sadar sering orang tua hanya memberikan instruksi untuk dia berlatih piano minimal 1/2 jam sehari. 

Akhirnya tanpa disadari, bagi Fhea, ya walaupun memang disiplin harus diterapkan, bermain piano tidak lagi hal yang menyenangkan. Dia memiliki kecenderungan stress saat berlatih piano. 

Kemarin saat hari libur imlek, aku menyempatkan diri untuk benar-benar bermain musik dengan Fhea. Aku stop memberikan instruksi. Awalnya dia mempertunjukkan pelajaran pianonya yang sudah dipelajarinya di tempat kursusnya. Aku berikan pujian. Tapi kemudian aku tutup bukunya, dan bilang "let's play music together!". Aku mengambil gitar dan bermain bersama-sama dengan dia. 

Kami mainkan lagu sederhana "Happy yayaya". Aku mainkan ritmenya di gitar, dan dia mengikuti dengan melodi di piano. Dalam sekejap dia stress karena dia merasa tidak menguasai nada melodi lagunya dan memaksa aku menuliskannya. Awalnya aku menolak menuliskannya, aku bilang kan tidak sulit dan nadanya sederhana. Tapi dia memaksa sampai hampir setengah menangis. 

Akhirnya aku turuti kemauannya. Kutulis dengan kasar not angkanya per bar. Dia senang dan langsung menaruhnya di depan pianonya untuk kemudian dia ikuti. Akhirnya bisa juga kami bermain musik bersama, dengan ritme dari gitar dan melodi dari piano. Memang belum sempurna, tapi dia mulai merasa nyaman bermain bersama-sama, bahkan dia sambil menyanyikan lagunya. Senangnya. 

Beres bermain musik bersama Fhea, aku ambil laptop dan buka Guitar Pro dan cari tablature lagu Green Tinted Sixties Mind. Fhea langsung mengambil duduk di sampingku, dan sudah lengkap dengan kertas dan pulpennya siap mencatat pelajaran musik berikutnya. Aku tertawa, kubilang giliran Papa mau belajar gitar. Dia tersenyum sambil terheran-heran, mungkin baru kali ini dia melihat Papanya belajar bermain gitar. Akhirnya Fhea mengalihkan kegiatannya menjadi menggambar sambil tetap berada di sampingku. 

Kupelajari satu-satu nada lick intro lagu Mr. Big ini, susah dan rumit karena terus terang yang namanya belajar gitar sudah lama aku tinggalkan. Tapi aku paksakan diriku untuk belajar, mengulang, mengulang, dan mengulang lagi. Belum bisa perfect juga sih sampai sekarang, tapi sudah 50% lah. Notnya sudah dapat semua, teknik tapping-nya sudah bisa, tinggal melatih speed saja. 

Ternyata betul, dengan mengurangi memberi instruksi kepada anak, dan mulai memberi contoh, justru melatih anak tersebut lebih cepat untuk menguasai sesuatu yang kita contohkan. Kalimat Fhea terakhir di hari itu adalah: "Nanti Pah kita kapan-kapan belajar sama-sama yuk, Fhea belajar SD, Reigo belajar TK, dan Papa belajar S3."


Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…