Skip to main content

S3

Setelah pemikiran yang cukup panjang dan panjang (hehe), akhirnya hari ini 23 Januari 2015 aku putuskan untuk membeli formulir pendaftaran S3 di Binus University - Doctorate Program.




Aku mengambil program Doctor Research Management (DRM) - Executive Class dengan jangka waktu studi kurang lebih (mudah-mudahan ga lebih) 30 bulan. Kalau hitung berarti aku lulus kira-kira:

  • 11 bulan di 2015 + 12 bulan di 2016 + 7 bulan di 2017 : Juli 2017
  • Saat Fhea umur 8.5 tahun, kelas 3 SD
  • Saat Reigo umur 6.5 tahun, kelas 1 SD 
  • Saat aku bekerja sudah 6 tahun di perusahaan saat ini (MHS)
  • Saat usiaku 37 tahun dan usia istriku 33 tahun
  • Saat bapakku usia 72 tahun, mamahku usia 65 tahun

Aku berdoa semoga Tuhan memberkati pilihan 'nekat' ini. Walau kemarin aku bertemu dengan Pak Richard yang adalah dosen pembimbingku di S2 Binus Business School, dia bilang ini bukanlah pilihan nekat, karena pasti ada perhitungan dan perencanaan, you are not silly enough to take this chance of a life time. 

Memang perjalanan cukup panjang untuk sampai hari ini. Pantasnya sih diceritakan kalau sudah pasti masuk ya, lah ini tes masuk aja belum lolos udah cerita-cerita. Hehe, tapi tidak apa-apa laya, sebagai catatan sendiri aja. 

Kalau diurut mundur ini tidak lepas dari:

  • Dorongan orang tua di setiap acara keluarga untuk encourage mengambil sekolah lagi. Mereka selalu lebih tertarik mengangkat topik sekolah daripada keberhasilan anaknya membangun rumah, ke luar negeri, atau dapat bonus dan naik gaji. 
  • Mertua saat acara pulang kampung kemarin saat kuceritakan hal ini dalam perjalanan kutambelin mendukung sekali, bahkan belakangan mereka menyarankan menunda mengganti mobil takut-takut biaya untuk sekolah lagi tidak ada. 
  • Istri yang walau masih ragu-ragu tapi dia selalu percaya bahwa aku punya potensi besar yang bisa dikembangkan. 
  • Fhea Reigo yang kuajak diskusi tentang bagaimana kalau Papanya kuliah lagi. Walau mereka belum sepenuhnya mengerti, tapi mereka menggaris bawahi tentang hari libur yang tetap mereka butuhkan dari aku. Simple tapi mengena.  
  • Berhasilnya aku "merayu" classmate" ku Muhamad Is (director di PT Zahir) untuk mengambil S3 juga, yang ternyata dia pun sebenarnya sudah punya rencana juga. Sehingga setidaknya sudah punya "partner in crime"
  • Sharing session di hotel mulia dari Pak Mardi Wu, president director di nutrifood, yang baru saja lulus dari S3 Binus. 
  • Penguatan terakhir dari meeting ngopi bareng di coffee bean dengan Pak Richard Kumaradjaja, dosen pembimbing S2ku bersama juga dengan Muhamad Is, yang meyakinkan untuk ambil executive class, untuk tidak ragu-ragu mengeluarkan biaya untuk bisa membeli network dan learning process di dalam kelasnya, bukan sekedar gelar saja. 


New journey...shall we begin?





Comments

  1. keren banget, Bang. dapet satu dukungan lagi dari aku. haha

    ReplyDelete
  2. Dibaca sampai habis nih Tor. Ini Rouli nih Tor. Gila, elu emang top banget deh, sumpah!

    ReplyDelete
  3. Dibaca sampai habis nih Tor. Ini Rouli nih Tor. Gila, elu emang top banget deh, sumpah!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…