Skip to main content

Fhea Juara Mewarnai Harapan 2

Hari yang dinanti-nanti Fhea akhirnya datang, 9 November 2014 dia ikut serta dalam lomba mewarnai bertempat di Cibinong Town Mall.
Fhea merupakan salah satu utusan dari Regina Pacis Bogor untuk ikut serta dalam lomba tersebut.
Jumlah utusan untuk mewarnai ada sekitar 10 anak.


Lombanya sendiri adalah lomba yang merupakan program kerja dari keuskupan wilayah bogor, cibubur, sukabumi. Jumlah pesertanya 210 anak. Temanya sendiri adalah tentang lingkungan hidup.

Berangkat dari rumah kita makan bubur ayam kabita dulu. Fhea mungkin karena deg-deg-an jadi ngambek-ngambek sampai nangis dan tidak mau menghabiskan bubur ayamnya. Aku dan mamahnya harus menahan diri untuk tidak marah-marah dan merusak moodnya. Walaupun mamahnya akhirnya sempat marah juga karena merasa disalahkan memaksa-maksa Fhea untuk makan banyak, aku akhirnya menjadi juru damai antara mereka berdua.

Sampai di lokasi, kita masih menunggu mall-nya buka jam 09 pagi. Saat masuk, kita langsung menuru area lomba dan mencari tempat yang cocok buat Fhea. Karena pesertanya cukup banyak, agak sulit mencari lokasinya, tapi akhirnya dapat juga.

Fhea terlihat sudah sibuk mewarnai, sambil sering juga melihat kiri kanan belakang teman-temannya dari sekolah lain. Di akhir-akhir waktu, Fhea terlihat terburu-buru, padahal waktunya masih ada 45 menit lagi. Itu karena teman-temannya satu sekolah sudah selesai dan menyerahkan hasil mewarnainya, demikian juga peserta-peserta yang lain.

Alhasil kertas gambar yang biasanya penuh diwarnai oleh Fhea, jadi masih tersisa sedikit warna putih, itupun sebenarnya dia warnai dengan warna putih.

Pengumuman tiba. Fhea berkumpul bersama-sama dengan teman-temannya di depan dekat panggung. Aku dan mamahnya di belakang menyaksikan. Dan ternyata gambar Fhea diperlihatkan dan memperoleh juara harapan 2. Aku langsung beranjak dari tempat duduk untuk foto Fhea yang terlihat sangat happy dan sumringah menerima piala dan goodie bag di depan panggung.

Sepanjang jalan-jalan di mall dan perjalanan pulang, Fhea tak hentinya memegang piala tersebut. Total pialanya sudah 4 di rumah. Dia pun meminta piala tersebut dipajang di partisi seperti biasa, padahal saat pulang ke rumah kami ada di tengah-tengah acara PA Pasutri. Hehe, dia senang sekali berarti.

Besoknya di sekolah diumumkan di 2 kesempatan upacara bahwa Fhea merupakan perwakilan dari Regina Pacis yang berhasil mendapatkan juara mewarnai, Fhea bersama 1 orang temannya yang juga juara lomba bercerita. Dia senang sekali.

Sebagai orang tua, walau Fhea yang ikut lomba, aku pun ikut merasa deg-deg-an. Sekali kesempatan saat Fhea mewarnai, aku sempat tidak sabar memberi masukan yang bagusnya seperti apa, alhasil bukan membuat Fhea tenang malahan membuat moodnya tidak baik. Akhirnya Mamahnya harus menjauhkan aku dari dia.

Jadi teringat Bapak dan Mamah kalau aku ikut lomba atau apapun, mereka selalu mengambil jarak tidak terlalu dekat dengan anaknya, menyaksikan dari jauh. Ternyata hal tersebut sangat sulit sekali dilakukan. Kita orang tua cenderung "mencampuri" urusan anak kita, seringkali masih merasa anak kita belum bisa melakukan apa-apa.

Dan kali ini aku belajar lagi menjadi orang tua dari Bapak dan Mamah, bagaimana sulitnya MEMBIARKAN anak-anak dengan kreativitas, keinginan, kemampuan, dan menjadi mandiri dengan sendirinya. Hal ini ternyata tidak mudah dan membutuhkan kebesaran hati.

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…