Skip to main content

Kecaplah dan Lihatlah, Betapa Baiknya Tuhan...

Di ulang tahun moria ke-57 tahun 2014, kami sekeluarga didaulat oleh Moria untuk mengisi pujian di gereja. 



Karena waktunya hanya selang seminggu dari hari nampil, kami mencari-cari waktu untuk latihan bareng anak-anak. Lagu pun dicari yang mudah dan tidak terlalu sulit untuk diikuti. 
Akhirnya dipilih lagu lawas "Kecaplah dan Lihatlah" karya Franky Sihombing. 

Kalau Fhea sih langsung semangat untuk bernyanyi, terlihat sekali dia langsung hapal dengan liriknya dan nadanya. Beda halnya dengan Reigo yang acuh tak acuh, cuek, dan cenderung menyatakan tidak mau ikut bernyanyi. 

Dalam 1 minggu kami berlatih 2 kali di malam hari sebelum tidur. Di hari minggu kami bangun lebih pagi dan bersiap-siap lebih cepat supaya sempat latihan sebelum berangkat gereja. 

Memang butuh dari sekedar bakat seni untuk bisa mempersembahkan pujian keluarga di gereja, karena mencari waktu, menumbuhkan semangat bernyanyi anak-anak, mempertahankan mood-nya, sabar kalau mood mereka ingin nonton tv atau bermain bukan bernyanyi. 

Puji Tuhan di hari H kami berhasil tampil dengan baik. Ini kali keduanya kami mempersembahkan pujian keluarga di depan gereja dimana yang sebelumnya saat acara natal tahun lalu. Walau ada insiden dimana Reigo meniup-niup mic dan menguap keras di depan mic saat bridge lagu yang membuat semua jemaat sontak tertawa, tapi overall flow lagunya berjalan baik. Kakak Fhea benar-benar all-out dalam bernyanyi, tidak ada sedikitpun bercanda. 

Terima kasih Tuhan. 


Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…