Skip to main content

Saat orang tua meminta fotonya dicetak dan diframe



Kemarin secara tiba-tiba Mamah request lewat WA private ke aku untuk mencetak foto Bapak dan Mamah yang pose sendiri-sendiri yang close-up dan diframe yang bagus.



Entah bagaimana aku harus menanggapinya. Saat mencari fotonya itupun aku sulit mengatur kondisi hatiku. Saat mau mengeditnya, memberi sentuhan pada fotonya pun aku tidak sanggup meneruskan, setelah 10 menit utak-atik, photoshopnya kututup tanpa ku save.

""Waktunya sebentar lagi", seolah-olah hatiku berkata lirih pada diriku sendiri.

"Kamu mau tidak mau harus siap, sebentar lagi...", hatiku masih belum bisa menerima kalimat ini.

Tapi itu lah kenyataan. Orang tua ku, Bapak dan Mamah sudah bertambah lanjut usia. Disaat kami anak-anak sudah "asik" dengan keluarga dan cucu-cucu mereka yang lincah, tanpa sadar mereka sudah bertambah tua dan semakin uzur.

Sepanjang perjalanan dalam dua hari ini aku pun tidak tenang memikirkannya. Kuceritakan kepada istriku, dia berusaha menghibur bahwa orang tua kita sehat-sehat dan bahwa mereka senang-senang menikmai cucu-cucu mereka. Sedikit terhibur.

Siang ini akhirnya aku paksakan diriku mencetak fotonya, tanpa kuedit. Aku pergi ke jonas photo karena juga memang kebetulan selewat dengan perjalanan jalan kakiku ke gandaria city deket kantor, dan mengirimkannya via bluetooth ke tukang jaga nya. Mereka yang cropping seadanya, dan aku memilih frame yang paling bagus dengan nuansa kayu selaras dengan background fotonya. Bahkan untuk mengatasi rasa tidak tenangku, aku bercerita ke Adit yang menemaniku mencetak foto ini, Bahkan ke mas-mas dan mbak-mbak di jonas photo saat mereka melakukan cropping itu pun aku ceritakan bahwa orang tuaku request untuk mencetak foto ini. Entah apa maksud orang tuaku, itu yang kubilang ke mereka.
Walau di dalam hati yang paling dalam ini, aku tahu maksud mereka.

Tuhan, semoga waktu itu masih lama...

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…