Skip to main content

Logika Tak Terbatas

Beberapa hari ini dunia sosial sedang heboh dengan berita perdebatan tentang 4x6 dan 6x4.
Beberapa profesor dan para ahli lainnya punya banyak pandangan berbeda-beda.
Ada yang menyalahkan si guru yang menyalahkan PR si murid yang secara aljabar salah menuliskan 4+4+4+4+4+4 yang seharusnya 6x4 menjadi 4x6, karena toh nilainya sama saja.
Ada lagi yang mendukung si guru karena memang secara aljabar 6x4 itu beda dengan 4x6.
Aku pun jadi tertarik memberikan pendapatku tentang hal ini.
Konsep. 
Aljabar punya konsep yang sudah jelas. Bahwa 4+4 dihitung dengan cara 2x4, sehingga hasilnya 8. Ini konsep yang sudah jelas dan tidak dapat disangkal. Konsep ini punya konsekuensi yang jelas apabila dijalankan prosesnya secara salah maka bisa mendapatkan hasil yang salah juga. Konsep ini bermakna tunggal, bahwa selain daripada konsep ini maka yang lain adalah salah. Karena itu konsep ini juga mengharuskan setiap pemecahan masalah menggunakan aljabar yang baku dan benar untuk memastikan bahwa hasilnya benar.

Logika. 
Logika punya bahasa yang relatif berbeda dengan konsep. Logika merupakan pengembangan praktis dari konsep-konsep yang ada. Logika bisa juga merupakan penggabungan dari beberapa konsep untuk membuatnya menjadi lebih cepat, lebih baik, dengan tetap memperhitungkan kebenaran hasilnya. Ambil contoh saya mau menghitung 15+16, maka secara logika akan lebih mudah membuat persamaannya menjadi 15+15+1, karena 15+15 sudah pasti 30, kemudian ditambah 1 menjadi 31.
Dengan logika juga saya punya rumus sendiri yang berbeda dengan konsep. Misalnya rumus phytagoras, a2 + b2 = c2. Ketika a2 = 6, b2=8, maka logika saya akan menghitung selisih 6 dan 8 adalah 2, sehingga c2 dengan mudah menambahkan selisih tersebut ke b2, sehingga didapatlah c2 = 8+2 = 10.
Logika ini nantinya menjadi patokan yang lebih cepat dan lebih tepat bahkan sebelum menuliskan konsepnya sendiri.

Logika berkembang, konsep tidak. 
Otak manusia mengembangkan logika dulu, bukan konsep. Konsep akan berkembang ketika logika tersebut teruji dengan semua jenis persoalan. Padahal logika itu sendiri tidak semua bisa diterapkan ke semua rumus persoalan, tapi otak manusia pun tahu mengenai hal ini.
Ambil contoh perkalian 13x11. Logika saya mengatakan bahwa setiap perkalian 11 dapat dilakukan dengan menambahkan angka-angka nya kemudian meletakannya di tengah angka. 13x11 akan saya lakukan dengan menambahkan 1+3 = 4, dan meletakkan angka 4 di antara 1 dan 3, hasilnya menjadi 143.
Tapi tentunya logika ini tidak berlaku untuk angka perkalian yang lebih dari puluhan, karena itulah hal ini tidak dapat dijadikan konsep.
Maka kemudian tempat-tempat les pun memiliki "cara cepat", "king ways", dll yang membesut cara-cara cepat secara logika bahkan bisa dilakukan tanpa "otretan" di kertas alias diluar kepala sampai mendapatkan hasil. Hal ini saya pikir luar biasa dan sangat baik. Ini konsep berpikir yang "out of the box".

Murid tidak salah. Soal yang menjebak. 
Dalam hal ini saya melihat, si murid tidak salah karena secara logika dia berpikir secara konsep. Apa yang dia tuliskan bahwa 4+4+4+4+4+4 = 4x6 adalah berarti bahwa dia menghitung angka 4-nya ada 6 kali. Sangat tidak etis kalau berkata bahwa 4x6 yang dituliskan oleh si murid adalah berarti 6-nya ada 4 kali, karena toh jelas-jelas di soal sudah terlihat bahwa 4-nya yang ada 6x. Hal ini seharusnya tidak usah diperdebatkan.
Kalau mau fair dan mengajarkan si murid, soalnya seharusnya tidak menjebak seperti itu. Soalnya seharusnya dibuat sebaliknya, 6x4 = ...., sehingga si murid dituntun untuk menuliskan yang benar sesuai dengan aljabarnya, bukan sebaliknya yaitu si murid "dijebak" menuliskan logikanya yang sebenarnya betul tapi salah menurut konsep aljabar. Soal-soal jebakan seperti ini seharusnya tidak perlu ada di dalam sistem ajar sekolah.

Demikian sedikit pendapat bodoh saya.

-eethore-





Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…