Skip to main content

Robot

Lagu Gajah -nya Tulus bener-bener keren!


Jadi refleksi pengalaman bully waktu aku kecil. Dulu aku memang terkenal menjadi ranking di sekolah dasar, dan juga dinilai guru-guru cukup berbakat untuk banyak hal.  Tapi hal itu justru jadi bumerang buatku saat bergaul dengan banyak temanku. Walau aku tetap punya banyak teman yang baik, tapi beberapa temanku sering memandang miring bahkan cenderung membully aku. 

Aku masih ingat sampai sekarang, dulu aku selalu ditunjuk menjadi pemimpin upacara di sekolah dasar. Hal yang aku paling takutkan saat menjadi pemimpin upacara adalah saat harus berjalan dari barisan prosesi (yang berada di sebelah kanan lapangan bersama-sama dengan pembaca doa, pengibar bendera, dan pembaca teks pancasila) menuju ke tengah lapangan persis di depan tiang bendera. 

Mungkin karena aku memang tidak punya latihan baris-berbaris dan guru-guru menunjuk aku terus, dan mungkin juga karena tidak ada calon siswa lain yang berani, gerak jalanku kaku seperti robot. Sehingga saat sedang gerak jalan dari barisan prosesi ke tengah lapangan, aku gugup karena aku mendengar suara tawa kecil dan besar, ejekan "seperti robot" terdengar oleh telingaku. Aku seakan membayangkan gesture muka teman-temanku yang sedang berbaris di sisi kiriku, bagaimana mereka melihat aku sangat konyol dan tidak layak untuk menjadi pemimpin upacara. 

Tapi entah kenapa, aku bisa bertahan untuk tetap menjadi pemimpin upacara. Aku tidak pernah berani untuk menceritakannya kepada orang tuaku, mereka hanya bangga bahwa aku sering dipilih jadi pemimpin upacara. Atau mungkin mereka tahu bagaimana aku sering diledek, tapi mereka tidak mau membahas kelemahanku dan tetap mendorong aku supaya aku maju terus pantang mundur. 

Dan robot itu pun tetap menjadi ranking 1 dari kelas 1 sd sampai kelas 6 sd.
Robot itupun menjadi sarjana Teknik Informatika di kampus IT swasta yang bergengsi di Indonesia, bahkan sekarang sudah S2 business management.
Robot itu sekarang menjadi manager IT di perusahaan perkebunan sawit.

Ternyata benar kata Tulus, kini ku baru tahu puji dalam olokan, kau temanku, kau doakan aku, punya otak cerdas aku harus sanggup. Yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik. Amin!


Yeah this is a great song for everybody!




Gajah - Tulus

Setidaknya punya tujuh puluh tahun
Tak bisa melompat pun mahir berenang
Bahagia melihat kawanan betina
Berkumpul bersama sampai ajal
Besar dan berani berperang sendiri
Yang aku hindari hanya semut kecil
Otak ini cerdas ku rakit perangkat
Wajahmu tak akan pernah ku lupa
Waktu kecil dulu mereka menertawakan
Mereka panggil ku gajah (ku marah) ku marah
Kini baru ku tahu puji di dalam olokan
Mereka ingat ku menang, jabat tanganku panggil ku gajah
Kau temanku, kau doakan aku
Punya otak cerdas, aku harus tangguh
Bila jatuh gajahlah yang membantu
Tubuhmu di situ pasti rela jadi tamengku
Kecil kita tak tahu apa-apa
Wajar bila terlalu cepat marah
Kecil kita tak tahu apa-apa
Yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik
Yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik
Kau temanku, kau doakan aku
Punya otak cerdas, aku harus tangguh
Bila jatuh gajahlah yang membantu
Tubuhmu di situ pasti rela jadi tamengku

Kau temanku, kau doakan aku
Punya otak cerdas, aku harus tangguh
Bila jatuh gajahlah yang membantu
Tubuhmu di situ pasti rela jadi tamengku

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…