Skip to main content

karotea

Salah satu acara inti dalam mengisi liburan lebaran yang cukup panjang tahun ini (2014) adalah recording bersama "karotea".

Ide ini muncul cukup sering saat ngobrol-ngobrol bersama Hery Kemit tentang minimnya musik rohani karo yang dapat didengarkan, distribusinya pun masih sangat jarang dan sulit. Beberapa kali hal ini mencuat dan dibahas dalam obrolan, tapi beberapa kali itu juga hal tersebut hanya sampai sebatas obrolan saja. 

Inti pemikirannya adalah bagaimana lagu rohani karo yang ada di kitab ende-enden yang sangat banyak dan bagus-bagus itu dapat didengarkan oleh semua dengan lebih santai, bisa didengar sambil menikmati secangkir teh, sambil menyetir mobil, atau sebagai lagu penghantar tidur. 
Kalau selama ini lagu-lagu di kitab ende-enden cenderung hanya sering dinyanyikan saat kebaktian ataupun perpulungen jabu-jabu dengan model stanza (per bait), atau dengan koor atau vocal group, bagaimana kalau kita coba meramu aransemen dan vocalnya (istilah kerennya covering song) dengan yang lebih kontemporer atau pop. 

Berangkat dari itu pembicaraan di group whats app tercetuslah kata "karotea" yang memiliki filosofi atau tagline "karo gospel songs in a cup of tea", musik karo rohani yang di dalam sebuah cangkir teh.  Selain juga sebenarnya bisa juga disebut "karo tea" (ala orang sunda) yang juga punya arti bahwa kami orang karo yang merantau ke tanah sunda (bogor dan bandung). 
And then i come up with the logo idea like below:


Barulah sekitar sebulan yang lalu saat mereka berlibur lagi di bogor dan menginap di rumah, kami bahas cukup intensif sampai mulai recording kasar. Tapi lagi-lagi hanya berhenti sampai disitu, 1 lagu tidak selesai kami rampungkan. Kesulitan utamanya adalah waktu. Hery Kemit beserta istri Mila Tarigan (kalimbubu ka ningku sekali) dan kami Chicha Wisina Barus dan Julbintor Kembaren diharuskan mengasuh anak-anak kami dulu sampai mereka tertidur lelap, baru kami punya waktu untuk melakukan recording. 

Sampai saat liburan lebaran kemarin, kami rubah strategi. Aku dan bro Hery masuk ke kamar untuk membuat musik dan aransemennya, memainkan dan recording semua instrumen yang dibutuhkan sampai siap untuk take vocal. Sementara ibu-ibu mengasuh anak-anak di ruang tamu. 
Baru setelah selesai, kami roker, anak-anak diasuh oleh bro Hery, sementara Mila dan Chicha masuk ke kamar untuk rekaman. Itupun tetap saja ada tragedi saat take vocal anak-anak tiba-tiba masuk dan menimbulkan suara-suara ketawa atau kejar mengejar yang mengharuskan take vocal ulang. Tapi puji Tuhan (haleluya) semuanya itu bisa dilewati. 

Dengan peralatan yang masih sederhana yang apa adanya, kamar rekaman yang tidak kedap suara karena hanya "walking closet" biasa saja yang ada di kamar, rekaman sampai jam 2 pagi, mixing sampai jam 4 pagi selama 2-3 hari akhirnya kami kali ini berhasil merekam 2 buah lagu produksi karotea. Berikut lagunya beserta link untuk mendengarkannya:

Lagu ini dapat didengarkan, didownload, diperbanyak, dibagikan secara gratis ke semua orang di seluruh dunia. 
Semoga lagu ini bisa memberkati banyak orang yang mendengarkan.

Mejuah-juah! 









Comments

  1. WoW keren banget. Kalian semua kreatif. Teruskan project ini habisin semua lagu KEE, PEE sampai SEE ;)

    Jadi penasaran ada video klip / behind scenes gak ya? sharing donkkkk :)

    Gbu all.

    ReplyDelete
  2. Hahahaha, banyak kali bang sampe habis semua lagu KEE PEE SEE. Tapi nanti kita usahakan ya, project seumur hidup lah :)

    Video clipnya tunggu aja ya bang. Nanti kalo ada bakal di like ga? Wkwkwkwk

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…