Skip to main content

Gunting Putih


 http://2.bp.blogspot.com/-sDpfSt7Z0PQ/UPwE2D4lSWI/AAAAAAAABG4/Lh2PaIbSWkI/s320/gunting+rambut01.jpg

"Dimana gunting putih?", tanya Bapak. Pertanyaan itu mungkin adalah pertanyaan menakutkan untuk didengar. Karena saat pertanyaan itu dilontarkan, berarti kita semua anak-anak Bapak di rumah harus mencari gunting putih sampai ketemu tanpa alasan.
Gunting putih. Ya begitulah kita biasa menyebutnya, sudah menjadi kata baru di dalam kamus bahasa indonesia yang berarti gunting yang biasa dipakai oleh tukang cukur rambut, bentuknya panjang, terbuat dari besi, dilapisi lapisan anti karat berwarna silver keputih-putihan, punya dua lubang untuk dimasuki oleh jempol dan telunjuk, dan punya satu lekukan di bawahnya sehingga seakan-akan salah satu lubangnya membentuk huruf Q. Itulah gunting putih.

Gunting ini adalah gunting serbaguna di rumah kami. Dengan gunting ini bapak secara rutin memotong rambut kami bertiga: abangku, aku, dan adikku perempuan. Sedari kecil memang kami hampir tidak pernah ke tukang cukur rambut, selalu dicukur oleh Bapak. Kabarnya waktu masa mudanya Bapak selain pernah punya profesi sebagai tukang montir, pernah juga menjadi tukang cukur, bukan sebagai profesi utama melainkan sebagai penambah penghasilan supaya bisa terus melanjutkan kuliah.

Kami biasa didudukkan di sebuah bangku bulat terbuat dari kayu. Bangku ini punya 4 kaki mengelilingi bulatan di atasnya tempat kami duduk. Bangku ini sepertinya dibuat sendiri oleh Bapak, sanking 'kuno'nya punya begitu banyak goresan di semua permukaannya. Kami didudukkan di bagian belakang rumah saat mau dicukur. Bangku bulat ini punya kelebihannya, karena dengan bangku bulat ini, Bapak dengan mudah meminta kami berputar untuk berpindah sisi rambut yang akan dicukur. Gunting putih merupakan alat utama untuk proses cukur mencukur ini. Cukup dengan alat ini dan selembar silet Bapak bisa mencukur rambut kami dengan rapih. 

Selain untuk mencukur, gunting serbaguna ini juga digunakan untuk hal-hal yang lain, seperti memotong bumbu indomie, memotong kertas untuk kerajinan tangan sekolah, membuka ujung botol saos dari plastik dengan cara memotongnya, sampai memotong kumis tipisku dan bulu hidungku.

Dikarenakan memang super serbagunanya gunting ini, maka seringkali gunting ini digunakan berpindah-pindah dari orang ke orang di dalam rumah. Secara teori penduduk di rumahku hanya ada 4-5 orang: kami tiga bersaudara dan Bapak. Mamah seringkali tidak masuk hitungan sebagai penduduk karena berangkat pagi dan pulang malam. Sehingga secara teori juga maka pengguna gunting putih ini pun hanya berkisar 4 orang saja. Namun karena dalam prosesnya gunting putih ini banyak sekali yang meminjam, seringkali berpindah dari kamar ke kamar, dari lantai ke meja, dari kamar mandi ke dapur.

Nah, permasalahannya adalah, gunting ini sering tidak kelihatan. Peraturan dari Bapak sudah jelas:
"Gunting putih kalau sudah digunakan harus ditaruh kembali di atas TV!".
Kami semua sudah ratusan kali mendengar kalimat itu sampai hapal dan bisa meneruskannya sebelum selesai diucapkan Bapak. Namun entah kenapa, peraturan sederhana itu sering dengan mudah dilanggar.

Bapak itu tipe yang rapih, dia selalu menaruh barang pada tempatnya, apapun bentuk barangnya dan bagaimanapun berantakannya tempat penyimpanannya. Jadi beliau hampir tidak pernah salah saat menyebutkan dimana letak suatu barang di dalam rumah kami, karena memang dia selalu mengingatnya, walaupun barang tersebut sudah tidak kelihatan lagi tapi keyakinan dia tidak pernah goyah oleh kenyataan. Artinya, barang tersebut harus ada disitu bagaimanapun caranya.

Dan karena gunting putih ini lah kami semua sering dibuat sibuk. Entah siapa yang terakhir menggunakannya, ujung-ujungnya kami semua harus mencari barang kramat ini sampai ketemu. Pertanyaannya selalu sama dan berulang: siapa yang terakhir menggunakan, digunakan untuk apa, apa ditaruh kembali di tempatnya, dan dicari sampai ketemu.

Proses pendisiplinan Bapak terhadap kami anak-anaknya sangat keras tapi tetap toleran. Kami memang disuruh mencari gunting tersebut sampai ketemu. Tapi sampai batas waktunya tidak ketemu, Bapak akan menyuruh kami melanjutkan mencari di esok hari. Dan siapa sangka, besoknya gunting putih sudah ada di atas tv kembali. Tapi tenang, itu bukan gunting putih yang hilang, melainkan gunting putih yang baru dibeli Bapak lagi.

Ya, Bapak orangnya disiplin, tapi panjang sabar. Selalu dia membelikan gunting putih yang baru dan menaruhnya kembali di atas tv. Seakan-akan dia sedang memulai suatu perjanjian yang baru lagi kepada kami anak-anaknya, bahwa gunting putih harus ditaruh di atas tv selesai menggunakannya.

Pernah sekali, gunting putih di rumah kami yang seharusnya cuma ada satu, beranak menjadi 3. Bukan karena mereka berkembang biak, tapi karena gunting-gunting putih yang dulu dianggap sudah hilang kemudian ditemukan kembali, dan tetap semua gunting putih tersebut harus ditaruh di atas tv. Ketika melihat ada 3 gunting putih di atas tv, kami anak-anaknya seakan-akan tertampar dan menyadari betapa selalu rumah menjadi tempat menerima kami apa adanya tanpa syarat. Proses menaruh gunting putih yang hampir selalu dilanggar, tapi pun selalu diampuni.



Comments

  1. Dear Sir / Madam,

    Farhan Surgical is a leading manufacture and exporter of surgical, Dental Instruments and Beauty Implants.

    We are an established group of manufacturing and have vast experience to offer unbeatable quality, customer services and very competitive prices. Kindly send us your current product inquiry, so we offer you our best quotation and hopefully this step will lead to establish long term working relationship.

    If there is any question, please feel free to ask.

    Hopefully looking forward for your positive response.
    Best regards,
    Farhan Ahmed
    Farhan Surgical
    Address: Airport road Gohadpur Sialkot Pakistan
    PH: +9252-4563746.
    Cell: +92-322-6198888
    Email: info@farhansurgical.com
    WEB: www.farhansurgical.com

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…