Skip to main content

Pedit



Satu hal lagi pemikiran hari ini.

Semakin banyak hal positif yang tidak gratis, dan semakin banyak hal yang tidak positif yang gratis.

Kenapa yah?

Jawabannya tentunya bukan karena orang-orang hebat yang berhasil menciptakan hal positif kekurangan uang. Juga bukan karena orang-orang yang goblok punya banyak uang dari karyanya yang hal negatif.

Kembali ke pertanyaan, kenapa ya?

Apa karena kita sudah semakin "pedit" (bahasa sunda yang artinya pelit) ?
Pedit membagikan hal yang baik dalam diri kita? Atau mau membagikan tapi harus dibayar?

Saya selalu berkaca pada sebuah sistem IT opensource yang banyak berhasil saat ini. Sebut saja: PHP, MySQL yang menjadi platform level atas dalam pembangunan aplikasi berbasis web. Mereka hidup dari social network antar para programmer yang saling sharing dan berbagi hal yang baik bagi mereka. Sebut lagi Zimbra sebuah email collaboration system yang opensource dan exist hingga saat ini menjadi sebuah platform kelas dunia.

Coba kita bisa sebutkan satu aplikasi social network yang berhasil apabila untuk register saja harus bayar? Tentunya tidak ada. Facebook, twitter, blogger, wordpress, dll memberikan gratis atau cuma-cuma untuk sebuah karya mereka yang boleh dibilang luar biasa. Google yang kasih gratis banyak hal mulai dari operating system, blog, email, search feature, and so many other applications.

And i just love the way they shifting on how they make the money!
Mereka tidak bergegas mengharuskan membayar di depan ataupun untuk semuanya. Mereka mengratiskan hampir semuanya untuk bisa kita gunakan. Hanya saja beberapa fitur yang memang menurut mereka khusus atau premium akan di kenakan biaya. See? Mereka ga pedit!

Bagaimana konteksnya dengan hal yang rohani?
Apa ada channel di youtube atau website yang kita boleh bilang "rohani" yang memproduce lagu-lagu rohani yang kualitasnya bagus, tapi dibuat gratis, opensource, atau tidak berbayar?
Kenapa untuk sesuatu yang baik dan bisa mengubah orang lain kita harus pedit dan sombong? Bahkan hanya untuk membiarkan orang lain mendengarkan atau menontonnya saja? Sedemikian sudah miskinnya kah kita?

Yeah, kita semua tahu lah semua manusia perlu punya penghasilan, perlu punya uang dari hasil karyanya. Semua hasil karya harus dihargai.
Everybody knows it.

Saya cuma berpikir, kenapa kita harus pedit?
Why not create something usefull for others, change their life, and it's for free.
Isn't it great things to do?
Apakah kita harus selalu mendapatkan gaji untuk semua hal yang kita lakukan?

Well...
Just a thought...
Give it away, and it will come back to you.
Once again, just a thought.

*pengen bikin lagu-lagu atau aransemen gratis yang bisa didownload orang-orang*

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…