Skip to main content

Happy 61

Happy bday Mom.

Kado yang sangat indah Tuhan sediakan untuk angka 61: pengukuhan jadi guru besar di Universitas Indonesia.

Dari Mamah, aku belajar tentang keteguhan hati.
Diperjalanan menuju kantor pagi ini aku mengingat-ingat bagaimana Mamah punya lebih dari 1 pilihan untuk menjadi seorang profesor, punya tempat lain selain UI yang menawarkan untuk gelar ini. Tapi Mamah tetap "lurus" dan tidak goyah. Keteguhan hati ini yang kupelajari mampu menghasilkan sebuah buah manis yang benar-benar manis. Seperti layaknya ulat terkungkung di dalam kepompong yang buruk rupa akan keluar kupu-kupu yang indah.

Dari Mamah, aku belajar tentang kualitas.
Waktu yang Mamah luangkan untuk mendidik anak, mengasuh, dan menyiapkan semuanya untuk anak-anaknya sebenarnya tetap saja 24jam. Tapi kemudian 24jam itu dipotong dengan waktu pekerjaan yang luar biasa padat, trip ke seluruh dunia yang padat, jadwal pelayanan yang hampir penuh. Tapi somehow diatas semua kesibukan itu, tidak pernah jika sewaktu aku tinggal di rumah Mamah Bapak, tidak disiapkan sarapan, tidak pernah lupa Mamah memperhatikan baju yang akan aku pakai untuk sekolah atau bekerja. Somehow you can manage it really good. Bahkan saat punya cucu, menantu, dan besan, semua pun bisa dibagi dengan baik. Wow!

Dari Mamah, aku belajar tentang kesegeraan tindakan.
Mungkin karena memang punya suami seperti Bapak yang serba rapih, apik, dan well-managed juga, yang membuat Mamah punya sifat kesegeraan tindakan. Aku ingat apabila "gunting putih" yang tempatnya harus ada di atas tv tidak ada pada tempatnya, kami anak-anaknya harus mencarinya sampai dapat. Bila perlu dicari dulu sebelum melakukan hal yang lain, bahkan kalau memang terpaksa tidak usah jadi berangkat entah itu ke gereja, atau jalan-jalan keluar, atau apapun itu. Itulah Bapak, semua harus ada pada tempatnya. Dan Mamah bisa menyesuaikan dengan itu, kesegeraan tindakan untuk melakukan semuanya.

Panjang umur, sehat-sehat, dan sukacita selalu ya Mah.
Love you!

 

Comments

Popular posts from this blog

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

KECEWA dengan BIGTV !

Sekitar sebulan yang lalu saya mencoba pasang bigtv karena katanya lebih murah dan pilihan channel lebih banyak dalam satu paket.
Di rumah sebenarnya sudah langganan indovision dan berjalan dengan baik. Tapi karena ingin membandingkan, ingin mencoba yang baru, dan kalau memang bagus akan mengganti yang lama dengan yang lebih bagus, maka akhirnya saya coba berlangganan bigtv.

AWALNYA SUDAH KURANG BAGUS, TEKNISI AMATIR.
Teknisi yang datang untuk proses instalasi sudah bermasalah dari awalnya. Proses cabling tidak berjalan baik, sehingga siaran tidak dapat ditangkap dalam sekali instalasi. Besoknya teknisinya datang lagi dengan membawa seniornya, dan akhirnya siaran dapat berjalan baik (walaupun sinyal kecil sekali). Kabel coaxial di rumah saya sebenarnya sudah ditanam duluan saat proses renovasi rumah, sehingga tidak perlu penarikan kabel baru ke dalam rumah, hanya tinggal menyambung di atas. Adapun proses instalasi adalah di kamar saya dan sudah ada kabel instalasinya. Teknisi pada awa…