Skip to main content

Reigo cukur ke-4 kali

Kemarin nunggu tukang pindah ac sampai sore juga, karena memindahkan ac yang dari warung jeskim ke ruang tamu. Jadi lama karena saya minta supaya nantinya kabel dan selangnya tidak terlihat, dan si tukang ac ini lupa bawa bor. Alhasil ngerjain dari jam 12 siang, sampai jam 18.30 baru selesai.

Karena sudah janji dari kemarin untuk cukur rambut Reigo yang memang sudah kriwel-kriwel alias ikal, jadi kita bela-belain untuk jalan menuju tukang cukur. Fhea memang anaknya sangat ingat dengan janji, jadi dia yang selalu mengingatkan untuk janji-janji yang pernah diucapkan orangtuanya. Dia jadi menghargai juga bahwa janji itu harus ditepati.

Di jalan Fhea sudah mulai mengantuk, karena tidur siangnya hanya sedikit. Dia juga mengira kami mencukur rambut di botani square. Terhitung Reigo sudah 4 kali cukur rambut selama berjalan 3 tahun usianya. Yang pertama dicukur oleh Bapak, itu dibotakin plontos. Ya ga plontos-plontos banget sih, karena Reigo terbangun saat mau finishing touch, jadi agak tersisa sedikit rambutnya hehe.

Yang ke-2 seingatku dia dicukur oleh pembeti kami si Titin, yang ini aku agak komplain. Karena dicukurnya amatiran banget, seadanya supaya tidak menghalangi telinga dan mata. Akhirnya agak jelek, tapi ya sudahlah.

Yang ke-3 kami cukur Reigo di salon di botani square. Ini kenapa Fhea mengira kami akan mencukur Reigo di botani square, cukur disitu berbarengan dengan cukur rambut Fhea juga. Waktu cukur yang ke-3 ini, Reigo dicukur "2 senti", ini dengan hair-stylish, di depannya ada tv anak-anak, dan tempat duduknya bentuk mobil-mobilan. Tenang dia dicukur sampai rapih. Kami agak pangling melihatnya, karena dia seperti jadi anak "bandel" dengan model rambut seperti itu hehehe.

Kali ini karena sedang cost-concern, rumah masih belum selesai renovasi, jadi kami pergi ke tempat cukur "rapih" namanya VIP. Ini tempat cukurku. Jadi bukan salon. Harganya tentu lebih murah, hanya 15rb per kali cukur. Dibanding dengan di salon atau kiddy cut yang sekitar 100rban. Ya sekalian aku juga memang mau cukur. Kami menunggu sebentar giliran cukurnya. Ketika ada bangku kosong, langsung kugendong Reigo untuk duduk dicukur.

Begitu aku mau dudukkan Reigo di kursi cukur, tukang cukurnya bilang "Dipangku saja pak, nanti anaknya nangis". Akhirnya aku mengambil posisi untuk memangku Reigo. Yang bikin kami tercengang, Reigo bilang "Reigo ajah...", sambil dengan percaya diri duduk sendiri di bangku cukur itu. Hahaha, kakaknya, mamahnya, dan aku termasuk tukang cukurnya sangat kaget dan senang, ini anak bener-bener percaya diri tinggi. Akhirnya dia duduk sendiri dikasih bangku tambahan supaya cukup tinggi, dan mulai dicukur.

Sepanjang proses cukur, Fhea sangat exited dan memberi pujian dan support terhadap adeknya. Sekali waktu Fhea bilang "Wah rambut Reigo jadi pendek ya ganteng....". Tiba-tiba Reigo dengan spontan menyahut "Botak!", sambil senyum dengan lesung pipinya itu. Sontak saja kami tertawa renyah. Satu karena lucu dan spontan, dua karena dekat tempat duduk Reigo sedang ada yang dicukur dan kepalanya botak. Hahahaha.

Selesai dicukur, tukang cukurnya menyemprotkan air di atas kepalanya, dia langsung bilang "Hujannn". Jadi sepanjang perjalanan dan sampai di rumah, yang diingatnya hanya 2 kata itu, yaitu "Botak", dan "Hujan".

Seru!

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…