Skip to main content

Pindah Rumah! Yippi !!!

Tanggal 3 Februari 2013 resmi pindah rumah ke rumah yang sudah direnovasi.

Kurang lebih 6 bulan sudah kami sekeluarga 'menumpang' di rumah abang ago dan kak indri. Masih di perumahan Bogor Raya Residence. Warung Jeskim kami menyebutnya, karena di rumah itu bang ago dan kak indri membuka warung sehat yang berisi obat-obatan (terakhir juga ada sembako). Bersyukur sekali kami bisa tinggal ditempat itu, karena lokasi masih dekat dengan rumah, sehingga mobilisasi pun tidak terlalu sulit. Terlebih bisa memantau juga perkembangan pembangunan rumah. Apalagi ketika kami mau bayar uang kontrak, listrik, dan air, abang ago dan kak indri menolak untuk menerimanya. Alasannya sederhana: "Kami senang kok kalian tinggal disitu...". Terima kasih tak terhingga untuk abang ago dan kak indri sudah mau meluangkan sebagian hidupnya untuk menjaga kami adikmu ini.



Senang luar biasa karena bisa pindah ke rumah sendiri lagi. Dengan suasana baru, serasa rumah lama yang dulu sudah berganti dengan rumah baru. Sedang juga karena semua keluarga turut bersukacita karena hal ini, mereka benar-benar mendukung dari sisi finansial, waktu, dan dukungan moril lainnya yang tidak bisa disebutkan satu-persatu sanking banyaknya.



Untuk pindah rumah ini, kami adakan doa dan makan siang bersama. Istilahnya ini pindah rumahnya masih "soft-opening", karena pembangunan rumah/ renovasi masih berlangsung untuk lokasi ruangan yang di belakang (garasi, dapur kotor, kamar prt, dan kamar mandi belakang). Tapi kita sudah bisa sekat antara ruangannya, sehingga bisa leluasa sudah tinggal di rumah (bagian depan).

Memang ada beberapa kendala saat mulai tinggal di rumah baru, tapi tetap perlu disyukuri.

  • Listrik sudah bisa menyala dengan baik, walau kadang redup. Mungkin mcb di box listrik harus diganti baru karena sudah lemah.
  • Gantungan handuk dan gantungan baju masih belum ada hehe. Belum sempat belinya. 
  • Mesin cuci tiba-tiba rusak, sehingga PRT harus cuci baju pakai tangan. Imbasnya PRT per hari ini mau berhenti dengan alasan kerjaan tidak berhenti-henti. Padahal pekerjaannya pun tidak banyak yang diselesaikannya. 
  • Lantai yang masih sering berdebu karena masih ada pekerjaan tukang di belakang rumah. Alhasil kemarin pulang kantor langsung ngepel lantai kamar, karena tidak tahan debu. 
  • Barang-barang dapur masih belum bisa teralokasi karena kitchen set belum jadi. Tukang interiornya pun tidak ada kabar lagi, bingung juga. 
  • Beberapa hari tanpa tv. Akhirnya kemarin pindahin indovision dari rumah warung jeskim ke rumah kami. Sudah dipesankan ke tukang dan teknisi supaya antena tidak terlihat dari depan. Eh pas aku sampai rumah, itu antena ujug-ujug dipasang persis di atas tengah-tengah rumah yang bukannya keliatan lagi, malahan sudah kaya atm yang dish-nya persis di atas atap. Akhirnya aku telponin orang teknisi indovisionnya, mereka malam-malam jam 9 malem pindahin lagi dish-nya ke lokasi dekat torent air yang tidak terlihat dari depan. Kena cas 110 ribu karena perpanjangan kabel, tapi tidak apa lah untuk estetika. Lucu juga, karena teknisinya bilang kabelnya adalah kabel pribadinya, jadi tolong tidak info ke kantor indovisionnya. Hehe, teknisi indovision nakal nih.
  • Pesawat telpon pun sudah dipasang oleh telkom. Walau sampai saat ini belum di tes pakai pesawat telpon, tapi semoga bagus. Biaya perpindahan kabelnya 105rb. 
Semoga rumah kami secara keseluruhan bisa cepat selesai. Sekarang lagi bikin tangga untuk service area, pintu garasi, garasi, kamar tamu, serta dapur.

Terima kasih Tuhan.



Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…