Skip to main content

Anak-anak Kreatif

Anak-anak itu memang kreatifnya tidak tertandingi. Mereka bisa memikirkan di luar kebiasaan dan kemampuan. Kalau orang dewasa tentunya selalu mempertimbangkan kebiasaan dan kemampuan dalam berkreasi, beda dengan anak-anak.

Setiap malam pulang kantor, aku selalu dihadirkan dengan "pertunjukan kreatifitas" dari anak-anakku Fhea dan Reigo. Apa yang mereka lakukan selalu mengundang berbagai perasaan, senang, sedih, tawa, tangis, marah, dan lain-lain. Tak jarang mereka melakukan apa yang tidak pernah disangka-sangka, mengucapkan kata-kata yang tidak pernah terpikir olehku bahwa mereka sudah menguasai kosa kata semacam itu.


Tadi malam Fhea berdoa memimpin mulai saat teduh malam kami dan juga doa penutup. Dia berdoa sangat detail dan dengan kata-kata yang membuat kami tercengang. Dia mendoakan bulang dan tigannya yang besok akan datang naik pesawat dari medan, dan bik missanya yang akan datang naik bus dari bandung.  Kemudian lagi dia berdoa besok akan datang mbak baru supaya tidak kabur-kabur lagi. Kemudian lagi ada satu topik doa yang sering membuat aku dan mamahnya menahan tawa saat berdoa, terlebih lagi saat kita berdoa dengan model diikuti yang artinya Fhea mengucap doa terlebih dahulu kemudian diikuti oleh kami semua. Fhea berdoa supaya rejeki mamah papahnya cukup untuk beli kopi buat tukang. Aku dan mama langsung buka mata dan terbelalak menahan tawa. Sanking menahan tawanya, kami tidak kuasa mengikuti doa yang diucapkan Fhea. Padahal Fhea serius sekali mengucapkan doa itu tanpa ada unsur humor sedikitpun. Kemarin dia ngambek dan menangis, karena merasa kami tidak mau mengikuti doa dia. Dan kami pun memberi dia pengertian bahwa doanya sudah baik dan bagus sekali.

Mungkin itu mengapa Tuhan Yesus bilang dalam Alkitab, Dia suka kalau anak-anak datang kepada-Nya, dan menginginkan kita (yang sudah dewasa) datang kepada-Nya seperti anak-anak, karena memang anak-anak itu tulus dan apa adanya.

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…