Skip to main content

Cor rumah tahap ke-2

Setelah rumah bagian depan hampir selesai tingkat 1 dan 2, giliran cor bagian belakang rumah.

Rumahku memang agak unik, karena punya 2 muka, depan dan belakang. Karena tadinya memang 2 rumah depan belakang yang disatukan.

Memang berkaitan dengan design awal, bagian belakang rumah tidak di cor, hanya diperbaiki atap seadanya. Tapi bapak dan mamahlah yang insist untuk di cor saja, karena sudah nanggung katanya.
Masalahnya sebenarnya berkaitan dengan budget juga.
Aku ingat sekali Bapak bilang seperti ini: "Setiap melihat belakang rumah, kayanya tanggung sekali kalau tidak di cor. Nanti coba Bapak hitung-hitung dulu kira-kira ada berapa lagi uang sama Bapak dan Mamah, kalau kira-kira cukup nanti, kalian pinjam saja dulu, biar udah tuntas".
Memang Bapak dan Mamah sangat-sangat bersemangat dengan yang namanya membangun rumah. Itu juga yang memberi spirit melanjutkan terus pembangunan ini sampai tahap selesainya.


Hari ini hujan lebat. Bapak sudah persiapan hari minggu kemarin beli terpal, katanya "Supaya nanti nge-cornya tidak terhambat lah, kalau-kalau hujan". Memang Bapak penuh persiapan dan perhitungan, dan benar saja hari ini hujan. Barusan aku telpon bapak 2 kali. Sekali katanya sedang dijalan, karena mesin molen belum dikirim, jadi mau dijemput. Kedua, Bapak katanya sedang keliling-keliling beli split (koral) lagi, karena kurang. Wah, pasti Bapak sibuk sekali mengawasi dan mengontrolnya. Semoga lancar-lancar hari ini.

Love you, Dad!

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…