Skip to main content

Fhea dan Reigo, serta Mamanya ke Medan

Pagi ini penuh dengan rasa hampa.
Fhea, Reigo, dan Mamanya berangkat ke medan sore nanti.
Dan hari ini aku harus berangkat ke kantor.
Jadi pagi tadi perpisahan dengan Fhea dan Mamanya (Reigo belum bangun).

Cukup sedih dan terasa hampa keberangkatanku ke kantor.

Aku ingat sekitar seminggu sebelumnya, aku coba menceritakan ke Fhea sebelum dia tidur bahwa aku tidak ikut berangkat ke medan bersama dengan mereka. Fhea langsung nangis dan memelukku erat. Aku kira dia sedih karena dia merasa harus ditemani oleh Papanya saat liburan ke medan. Ternyata bukan.

Fhea bilang kira-kira begini: ,
"Kasihan Papa, sendirian di rumah. Fhea, Reigo, dan Mama tidak ada."
"Nanti kalau Papa mau berenang, sama siapa dong?"
"Kalau malam gelap semua, Papa kasian nanti sendirian..."

Ternyata Fhea justru sedih karena merasa seharusnya dia bisa menemani Papanya supaya tidak sendirian di rumah karena tidak ikut ke medan.

Hal ini juga pernah terjadi saat aku hendak mengajak dia pergi mencuci mobil. Waktu itu mamanya sendirian di rumah. Saat mau menuju mobil, Fhea membatalkan niatnya tiba-tiba, dia bilang "Fhea ga usah ikut deh Papa, kasihan Mama sendirian di rumah. Fhea mau temenin Mama aja".

Anakku yang satu ini benar-benar punya perasaan mirip Mamanya, yang rela mengorbankan perasaan sendiri untuk membahagiakan orang lain.

Terima kasih Tuhan untuk anakku yang baik hatinya ini...

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…