Skip to main content

(KEYA-SEDI-SEMA) Perkelahian para pemain kelereng



Namanya Ade, orangnya memang lebih tinggi dari aku dan lebih tua.
Sikapnya memang tengil, dan tukang mengejek. Dari tatapan matanya kelihatan sekali kalau dia licik.

Saat itu aku SD kelas 2, dan abangku SD kelas 6. Kita terpaut 4 tahun.
Seperti biasa, pulang sekolah diisi dengan bermain-main bersama orang kampung.
Kita pun sebenarnya orang kampung, karena sudah kelahiran di Bogor. Cuma entah kenapa jalanan yang teraspal itu seakan memisahkan kami, tapi pada akhirnya hal itu juga yang nantinya aku syukuri.

Hari itu pas musim bermain kelereng. Semua kantong anak-anak penuh dengan gembolan kelereng. Jadi kalau dilihat dari luar, celana di bagian kantong akan melorot ke bawah dan penuh dengan jendolan-jendolan kecil karena berisi kelereng yang cukup banyak.

Aku sedang bermain kelereng bersama abangku, Iim dan Ade. Kelereng dipasang di tengah, masing-masing anak memasang 2 buah kelereng untuk dipasang. Inti pertandingannya adalah, siapa yang berhasil 'menyentang' kelereng pasangan dan orang lain, maka kelereng tersebut menjadi miliknya.
Kami semua sudah melalui start pertama yaitu melempar kelereng kami ke arah pasangan yang ada di tengah. Sampai tiba-tiba Ade dengan liciknya mengangkat posisi kelereng miliknya supaya posisinya berada di dekat kelereng abangku.

Abangku langsung protes dan marah. Aku terdiam melihat perdebatan mereka. Ade dengan congkaknya menepiskan bahu abangku ke belakang. Abangku yang memang postur tubuhnya sedikit lebih kecil terdorong ke belakang. Ade mulutnya berkoar-koar marah dan emosi. Abangku yang merasa diliciki oleh Ade melawan.

Aku yang tadinya terdiam pelan-pelan mulai terbawa emosi. Mungkin karena sedarah, hatiku membara melihat abangku berantem dengan Ade. Akhirnya aku maju. Aku putar-putar tanganku kiri dan kanan seperti gaya Mohammad Ali si petinju mengarah ke Ade. Ade yang merasa dilawan oleh 2 orang tetap tidak gentar malahan menggertakkan giginya dan terus melawan. Beberapa hajaran mengenai badan dan mukaku, demikian juga abangku, aku juga berhasil menyarangkan beberapa pukulan bertenaga kecil ke Ade. Aku tidak bisa melihat lagi abangku, karena pertarungan begitu sengitnya dan penuh emosi dan teriakan.

Akhirnya kami berhenti seketika. Tidak ada yang menang tidak ada yang kalah.
Ade teriak : "Monyet lu semua. Dasar ga bisa maen kelereng aja, mau sok jago!"
Abangku merangkul bahuku tanda supaya tidak dibalas. Abangku dan aku berbalik badan dan berjalan ke arah jalan aspal menyebrang menuju rumah.

Semenjak itu, abangku sudah jarang terlihat bermain bersama orang-orang 'kampung'. Sementara aku masih berlanjut bermain kelereng hingga menang 1 koper 'president'. 

Comments

Popular posts from this blog

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

KECEWA dengan BIGTV !

Sekitar sebulan yang lalu saya mencoba pasang bigtv karena katanya lebih murah dan pilihan channel lebih banyak dalam satu paket.
Di rumah sebenarnya sudah langganan indovision dan berjalan dengan baik. Tapi karena ingin membandingkan, ingin mencoba yang baru, dan kalau memang bagus akan mengganti yang lama dengan yang lebih bagus, maka akhirnya saya coba berlangganan bigtv.

AWALNYA SUDAH KURANG BAGUS, TEKNISI AMATIR.
Teknisi yang datang untuk proses instalasi sudah bermasalah dari awalnya. Proses cabling tidak berjalan baik, sehingga siaran tidak dapat ditangkap dalam sekali instalasi. Besoknya teknisinya datang lagi dengan membawa seniornya, dan akhirnya siaran dapat berjalan baik (walaupun sinyal kecil sekali). Kabel coaxial di rumah saya sebenarnya sudah ditanam duluan saat proses renovasi rumah, sehingga tidak perlu penarikan kabel baru ke dalam rumah, hanya tinggal menyambung di atas. Adapun proses instalasi adalah di kamar saya dan sudah ada kabel instalasinya. Teknisi pada awa…