Skip to main content

Pelatih Vocal Group

Kalau melatih vocal group anak-anak sekolah minggu itu sudah beberapa kali aku lakukan. Tapi kali ini aku diminta untuk melatih vocal group perkumpulan bapak ibu (PJJ) dari sektor saya (ciluar), dan bukan cuma untuk persembahan pujian melainkan untuk perlombaan menghadapi sektor-sektor yang lain.

Awalnya agak kikuk, karena waktunya tinggal kurang dari 1 bulan untuk berlatih. Apalagi menghadapi orang-orang yang jauh lebih tua dari aku. Akhirnya aku coba menanganinya dengan ambil sederhananya saja:
  1. Fokus pada tugas untuk membuat aransemen dan melatih peserta vocal group
  2. Berusaha untuk tidak memandang usia dalam mengkoreksi salah atau benar, kurang atau lebihnya
  3. Berusaha selalu meminta pendapat dari para peserta ketika mengusulkan tambahan aransemen-aransemen
Akhirnya latihan pun bisa lebih nyaman dilalui tanpa terlalu memikirkan perasaan.

Yang lucu, group vocal yang saya latih ini agak terlambat berlatih. Sehingga dikala group lain sudah punya aransemen lengkap yang harus dilatih, mungkin lengkap dengan musik dan not-nya, aku baru mendapat text lagunya dan belajar bersama-sama menyanyikannya. Itu lah bagaimana pertemuan pertama dihabiskan, menyanyikan lagu dengan benar.

Pertemuan kedua, sejujurnya aku pun tidak ada progress melakukan aransemen di rumah atau meluangkan waktu khusus untuk itu. Hanya ketika sama-sama sudah berkumpul, aku mulai memberanikan diri memberi ide untuk intro yg punya nada dan text lain dengan lagunya dan itu disambungkan menjadi awal lagu. Semua orang tampaknya bisa menerima dan mulai antusias. Aku pun mulai tambah semangat. Tapi pertemuan kedua itu cuma habis sampai situ, kita belajar menyanyikan intro lagu saja.

Pertemuan ketiga, aku menghabiskan perjalanan pulang kantor dengan BERKHAYAL. Aku bersenandung lagu dan mulai mencari-cari nada-nada baru untuk bisa dimasukkan ke dalam lagu. Aku mulai membayangkan siapa yang akan menyanyikannya, bagaimana itu dinyanyikan, musik yang akan mengiringinya, apakah nyambung dengan nada original yang akan dinyanyikan, termasuk pembagian suaranya. Pada pertemuan ketiga akhirnya kita sudah punya komposisi lagu yang cukup balance: intro - bait disertai variasi - bridge - reff. Latihan berlangsung cukup lelah karena cukup banyak yang harus dibagi dan dilatih terutama bagian bridge. Tugasku yang tersisa hanya tinggal memikirkan variasi di reff dan ending lagunya.

Di latihan ke-empat, aku mulai menawarkan ending lagunya. Peserta cukup bisa menerima dan menyerap dengan cepat. Ketika aku bilang bagaimana kalau kita buat variasi tambahan di reff, mereka bilang tidak usah, dengan alasan kami sudah terlalu tua, nanti tidak bisa ingat lagi semuanya. Kemudian mereka jg mulai menuntut urutan dan not-nya dituliskan supaya mereka tidak lupa. Aku hanya tersenyum simpul, karena aku tidak terlalu gape menuliskan hal seperti itu.

Di latihan ke-lima, sudah mulai bagus latihan kami. Semua sudah konstan, dinamika dan harmonisasi sudah sedikit banyak tercapai. Aku kasih apresiasi kepada para peserta. Aku mendekati para mamre (bapak-bapak) dan bilang memang aransemen ini sudah cukup bagus. Tapi tadi dijalan aku mendapat aransemen tambahan yang kalau dipakai bisa jadi tambah bagus. Begitu aku bilang ke mereka. Mereka bilang coba saja. Tampaknya mereka enjoy dengan tambahan aransemen itu, kita ulang 4 kali putaran untuk bagian itu diiringi suara 1, dan sudah blending. Sip!

Sampai di h-1, aku latihan di rumah penambahan biola di bagian-bagian tertentu dengan istriku yang juga peserta vocal group. Begini enaknya kalau punya istri musisi, bisa latihan di rumah hehe. Cajon juga akan dimainkan oleh Christin. Istriku bilang konsepnya akustik saja, jangan recorded / midi, sehingga lebih dinamis. Malam itu latihan cukup alot sampai malam, tapi kami sudah cukup puas dengan overallnya. Walau tetap dag dig dug, karena ada beberapa bagian  yang memang agak sulit, dan beberapa kali lupa untuk dilakukan.

Di hari-H, kita lakukan pemanasan sekaligus menyanyikan 2 round sebelum masuk ke dalam ruangan perlombaan. Dari ekspresi peserta, semua optimis dapat bernyanyi dengan baik, walau ada beberapa yang tampak grogi sekali. Tidak apa, aku berusaha meyakinkan bahwa mereka sudah bernyanyi dengan baik. Latihan terakhir itu aku yang berdoa.


Dan kami pun tampil di urutan ke-4 dari 6 peserta yang tampil.

Pengumuman.

Kami juara 1 vocal group.

Haleluya!

Comments

Popular posts from this blog

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

KECEWA dengan BIGTV !

Sekitar sebulan yang lalu saya mencoba pasang bigtv karena katanya lebih murah dan pilihan channel lebih banyak dalam satu paket.
Di rumah sebenarnya sudah langganan indovision dan berjalan dengan baik. Tapi karena ingin membandingkan, ingin mencoba yang baru, dan kalau memang bagus akan mengganti yang lama dengan yang lebih bagus, maka akhirnya saya coba berlangganan bigtv.

AWALNYA SUDAH KURANG BAGUS, TEKNISI AMATIR.
Teknisi yang datang untuk proses instalasi sudah bermasalah dari awalnya. Proses cabling tidak berjalan baik, sehingga siaran tidak dapat ditangkap dalam sekali instalasi. Besoknya teknisinya datang lagi dengan membawa seniornya, dan akhirnya siaran dapat berjalan baik (walaupun sinyal kecil sekali). Kabel coaxial di rumah saya sebenarnya sudah ditanam duluan saat proses renovasi rumah, sehingga tidak perlu penarikan kabel baru ke dalam rumah, hanya tinggal menyambung di atas. Adapun proses instalasi adalah di kamar saya dan sudah ada kabel instalasinya. Teknisi pada awa…

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…