Skip to main content

Jangan Khawatir!

Hari ini aku belajar dari anakku sendiri untuk tidak menjadi khawatir.

Pagi-pagi tadi Fhea bangun tidur dengan bekas darah kering di hidungnya. Aku bilang ke istriku "Mah, Fhea mimisan tuh kayaknya pas tidur." Istriku mengecek dan mengiyakan, kemudian melanjutkan persiapan aku berangkat kantor.
Seperti biasa berangkat kantor pagi-pagi sekitar jam 5.20, dan aku langsung melengos berangkat ke kantor.

Saat baru tiba parkiran kantor, aku dapat kabar bahwa Fhea mimisan (lagi) dari abang yang tinggal satu kompleks juga denganku, karena mimisan Fhea jadi tidak ikut berangkat ke sekolah bareng Kimi. Aku langsung telpon ke rumah, yang angkat si Amarosa binti Sulaiman alias Titin.

Aku: "Tin, Fhea gimana? Masih mimisan?", tanyaku.

Titin: "Pak....", sahut Titin dengan suara ketakutan.
Dia menangis cecenggukan di seberang telpon.

Aku: "Gimana Tin?", kataku masih berusaha tenang.

Titin: "Fhea berdarah hidungnya Pak. Titin takut kakak Fhea kenapa-kenapa...huhuuuuu....", Titin makin menjadi-jadi menangisnya.

Aduh, aku jadi panik dibuatnya. Seharusnya mimisan kan kejadian biasa saja, ini karena si Amarosa menangis meraung-raung ketakutan dan cecenggukan, aku jadi ikut panik juga.

Aku: "Ya udah, kamu tenang aja. Fheanya disuruh istirahat."

Titin: "Iya pak, kakak Fheanya sekarang lagi tidur", sambil tetap cecenggukan menangis.

Aku tutup telepon dengan perasaan tidak tenang. Aku bbm istriku, walau tahu dia tidak mungkin menjawab karena sedang menjadi pengawas ujian di sekolah.

Akhirnya aku telpon lagi ke rumah.

Aku: "Halo. Gmn Tin, Fheanya udah baikkan kan?", kataku memastikan.

Titin: "Iya pak. Fheanya udah baikkan.", sahut Titin, sambil terdengar suara gagang telpon direbut.

Fhea: "Papah! Ini Fhea. Fhea tadi mimisan, keluar darah dari hidung. Tapi sekarang udah sembuh kok Papah. Papah tenang aja ya. ", suara Fhea terdengar di telpon.

Aku: "Oh ya, Fhea sudah sembuh ya. Syukurlah. Istirahat dulu ya Fhe, jangan cape-cape dulu", sahutku sambil merasa lega.

Fhea: "Iya Papah, udah dulu ya. Fhea mau tiduran dulu", katanya sambil menutup telpon.


Benar kata Fhea, tidak perlu khawatir, tidak perlu panik. Bahkan anakku yg berumur 3 tahun ini bisa lebih dewasa dalam menenangkan lawan bicaranya dibanding dengan prt si Amarosa binti Sulaiman alias Titin yang mungkin umurnya sudah kepala 2 atau 3.




Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…