Skip to main content

Menjadi Diri Sendiri Setelah Menikah

Sejatinya seseorang diciptakan dengan keunikannya sendiri. Kemudian dalam kehidupannya banyak hal yang mempengaruhinya. Tak jarang pengaruh itu kemudian merubah keunikan seseorang. Dan kemudian seseorang itu tidak menjadi dirinya sendiri.

Tipe pengaruh bisa bermacam-macam. Seseorang bisa jadi mengalami ketakutan yang mengakibatkan dia tidak berani untuk melakukan sesuatu lagi. Bisa juga kekecewaan terhadap sesuatu membuat dia mengikrarkan diri tidak akan pernah berbuat hal yang sama dalam sepanjang hidupnya. Masalah salah atau benarnya hasil pengaruh tersebut terhadap seseorang itu lain masalah, karena bisa jadi apa yang tidak akan pernah dia lakukan lagi sepanjang hidupnya itu adalah menjadi kebaikan bagi dirinya dan banyak orang, atau juga bisa juga menimbulkan ketakutan atau keresahan bagi orang lain. Tapi yang mau saya soroti disini adalah bagaimana seseorang tidak menjadi dirinya sendiri ketika ada pengaruh.

Tidak menjadi diri sendiri bisa juga saat status berubah, misalnya dari single jadi menikah, atau katakanlah berpacaran. Karakter yang tadinya suka dengan kerapihan dan disiplin bisa berubah menjadi ceroboh dan suka-suka. Perubahan yang lain yang bisa terjadi adalah dari penggunaan waktu yang tadinya bisa mengatur sendiri jadi harus disesuaikan dengan yang lain.

Mari kita masuk ke dalam kasus yang lebih spesifik. Menikah. Saat orang menikah tentunya dia akan memiliki pasangan yang menurutnya (dan tentunya Tuhan) cocok buat dia. Pasangan atau soulmate inilah yang akan menemani dia sehidup semati, dalam suka dan duka, dalam sedih dan senang, dalam hal apapun. Saat menikah ada kecenderungan perubahan lain yang terjadi, misalkan yang menikah adalah A dan B. Yang terjadi adalah si A berubah menjadi "menuntut A dari si B", atau si B berubah menjadi "menuntut B dari si A". Disinipun sudah terjadi perubah tidak menjadi diri sendiri. 

Kasus ini sering terjadi, bahkan pada diri saya sendiri. Padahal apabila kita ambil landasan pernikahan yaitu saling melengkapi, saling mengasihi, sepadan, maka seharusnya yang terjadi adalah si A menjadi si A, dan si B menjadi si B, dan keduanya ketika tinggal di satu rumah dan berhubungan akan saling menambahkan satu dengan yang lainnya.

Tantangannya adalah tidak menjadi penuntut untuk memenuhi keinginan dan ke'aku'an kita terhadap pasangan kita di dalam pernikahan, tetapi justru menjadi diri sendiri dan berperan aktif dalam melengkapi kekurangan yang ada di dalam diri pasangan kita, sehingga terjadi harmonisasi dalam rumah tangga.

Ibaratnya tuts piano, janganlah semuanya berwarna putih semua.

Salam konseling pernikahan bersama JuKe (wekekekeke).

Comments

  1. betul bang.. tapi terkadang realisasi nya sulit.
    perlu banyak pembelajaran. :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

KECEWA dengan BIGTV !

Sekitar sebulan yang lalu saya mencoba pasang bigtv karena katanya lebih murah dan pilihan channel lebih banyak dalam satu paket.
Di rumah sebenarnya sudah langganan indovision dan berjalan dengan baik. Tapi karena ingin membandingkan, ingin mencoba yang baru, dan kalau memang bagus akan mengganti yang lama dengan yang lebih bagus, maka akhirnya saya coba berlangganan bigtv.

AWALNYA SUDAH KURANG BAGUS, TEKNISI AMATIR.
Teknisi yang datang untuk proses instalasi sudah bermasalah dari awalnya. Proses cabling tidak berjalan baik, sehingga siaran tidak dapat ditangkap dalam sekali instalasi. Besoknya teknisinya datang lagi dengan membawa seniornya, dan akhirnya siaran dapat berjalan baik (walaupun sinyal kecil sekali). Kabel coaxial di rumah saya sebenarnya sudah ditanam duluan saat proses renovasi rumah, sehingga tidak perlu penarikan kabel baru ke dalam rumah, hanya tinggal menyambung di atas. Adapun proses instalasi adalah di kamar saya dan sudah ada kabel instalasinya. Teknisi pada awa…

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…