Skip to main content

Kertas Putih

Pada acara ucapan syukur wisuda spesialis Bang Ago, dimana sebelumnya juga sudah berlangsung acara ucapan syukur wisuda s2 ku, Bapak dan Mamah memberikan sebuah pengumuman.
Pengumuman ini unik, Bapak dan Mamah memberikan amplop berisi sebuah kertas putih tanpa ada tulisan apa-apa kepada kami bertiga anak-anaknya. Ketika memberikannya, Bapak bilang coba direnungkan dulu 1-2 minggu ini artinya apa.


Aku mengira kertas putih berarti kita anak-anaknya bebas menuliskan keinginan apa saja untuk dikabulkan. Secara kami dulu dari keluarga yang cukup-cukup saja, bukan keluarga kaya. Jadi dari kecil kami sudah dididik untuk hidup susah, tidak minta yang macam-macam, dan memendam keinginan-keinginan. Sangkin kerasnya hidup ini, kami sudah terbiasa untuk hidup apa adanya. Pergi ke gereja naik motor vespa berlima (bapak, mamah, abang, aku, dan adik), uang jajan yang seadanya sehingga terkadang harus berangkat dan pulang jalan kaki ke sekolah, termasuk melupakan keinginan untuk membeli mainan anak-anak.

Bapak sendiri setiap gajian guru pegawai negeri sipil selalu mengajak kami bertiga anaknya untuk menuju pasar anyar. Disana kami ditraktir mie ayam bangka dan es teler. Hal itu sudah menjadi barang mewah buatku dan abang adikku. Kalau aku ingat-ingat paras Bapak waktu dulu, dia sangat puas melihat kami makan dengan lahap. Bapak selalu menawarkan untuk tambah lagi, tapi kami anak-anaknya sungkan dan tidak berani. Mungkin karena sudah punya watak hidup apa adanya.

Kembali ke kertas putih tadi. Dugaanku salah. Ternyata artinya bukan itu.
Bapak dan Mamah akhirnya mengunjungi rumah kami masing-masing untuk mengutarakan arti dari kertas putih. Mereka bilang "Itu artinya semuanya sudah lunas...!", kata mereka sambil tersenyum kelihatan gigi tanda puas yang tak terkira.

Jadi dalam perjalanan keluarga kami memang tidak mudah. Awal memulai sebuah keluarga kecil pun jujur yang paling sulit adalah keuangan. Kami bertiga pun demikian tanpa terkecuali. Terkhususnya aku, awal meniti keluarga seingatku untuk down-payment rumah yang sekarang kucicil ada sumbangan dari Bapak Mamah, untuk biaya 1 semester uang kuliah s2ku itupun sumbangan dari Bapak Mamah. Dan masih banyak lagi yang kalau dijabarkan satu-satu mungkin aku tidak ingat lagi. Orangtuaku ini mengerti betul betapa sulitnya langkah pertama dalam meniti apapun dalam kehidupan ini.

Bapak Mamah selalu berusaha untuk adil terhadap anak-anaknya. Kertas putih ini sama untuk kami bertiga, tidak ada perbedaan. Di kata pengantarnya, Mamah bilang jangan hitung-hitungan berapa hutang kalian,  ada yang lebih besar dari yang lain atau sebaliknya. Intinya kalian semua dapat kertas putih.

Aku bangga punya orang tua seperti kalian. Banyak didikan unik yang kalian terapkan, yang kalau aku selami punya nilai filosofi yang sangat dalam, dan seni yang sangat tinggi.

Terima kasih Bapak, terima kasih Mamah.






Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…