Skip to main content

Keinginan yang banyak VS Fokus

Bertahun-tahun hasrat ini juga tetap ada: Ingin menulis dan membuat sebuah buku kecil saja yang isinya tentang kisah menarik yang bisa ditarik pelajaran di dalamnya.
Lucunya, saat teduh kemarin mengingatkan agar fokus kepada satu hal dalam kehidupan. Isi saat teduh tersebut sangat paradox dengan kehidupanku selama ini.

(tarik nafas dalam-dalam) Fokus memang sulit sekali aku lakukan. Bagiku pribadi, mendengarkan cerita orang lain dengan konsentrasi dari awal cerita sampai akhir saja sulit dilakukan. Kejadian yang paling sering adalah aku menarik kesimpulan di tengah-tengah cerita, sisa ceritanya aku hanya pura-pura serius mendengarkan dan mengangguk-angguk tanpa mengikuti lagi alur ceritanya.
Celakanya, aku ketagihan melakukan hal ini untuk hal-hal yang lain. Kecenderungan scanning ini berlaku juga dalam pekerjaan, pelayanan, keluarga, bahkan kehidupan sebagai orang tua.

Kini aku dituntut pada hal yang sangat berbeda dengan kebiasaan ini.
Aku mulai mengerti bahwa mengajarkan anakku mewarnai harus fokus tentang pegangan tangannya pada crayon, melihat dia tidak mewarnai diluar garis, kalau keluar garis memberi peringatan, tidak mengajari sambil mengetik blackberry karena anakku akan langsung merasa tidak diperhatikan dan hilang mood untuk meneruskan. Contohnya tadi malam, Fhea minta diajarkan mewarnai sementara persis di depanku ada acara film TV yang sangat menarik (film Frequency di Global TV). Beberapa kali aku dipergoki oleh Fhea sedang memperhatikan TV bukan dirinya yang sedang sibuk mewarnai dan membutuhkan bimbingan dan pujian. Sampai akhirnya aku bertopang dagu dan melihat fokus kepada Fhea yang sedang mewarnai.

Sampai akhir tulisan blog ini, aku pun masih bingung apakah fokus itu berlawanan dengan keinginan yang banyak. Apakah punya keinginan yang banyak berarti tidak fokus? Tidak juga. Dan juga punya sedikit keinginan juga bukan hukum pasti untuk bisa fokus.

Kok jadinya pembelaan diri ya? Hahaha.
Well, kembali kepada firman Tuhan di saat teduh tadi, satu hal dalam kehidupan. Mengeliminasi beberapa keinginan kita bisa jadi membuatnya menjadi lebih fokus. Ibaratnya lensa pembesar untuk membakar kertas. Semakin kecil titik fokusnya, semakin dia tajam dan panas, semakin cepat kertas terbakar. Sementara semakin besar titik fokusnya, bisa jadi tidak ada sama sekali kertas yang terbakar.

*still thinking what things to eliminate, and what things to be focus with*


Comments

Popular posts from this blog

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

KECEWA dengan BIGTV !

Sekitar sebulan yang lalu saya mencoba pasang bigtv karena katanya lebih murah dan pilihan channel lebih banyak dalam satu paket.
Di rumah sebenarnya sudah langganan indovision dan berjalan dengan baik. Tapi karena ingin membandingkan, ingin mencoba yang baru, dan kalau memang bagus akan mengganti yang lama dengan yang lebih bagus, maka akhirnya saya coba berlangganan bigtv.

AWALNYA SUDAH KURANG BAGUS, TEKNISI AMATIR.
Teknisi yang datang untuk proses instalasi sudah bermasalah dari awalnya. Proses cabling tidak berjalan baik, sehingga siaran tidak dapat ditangkap dalam sekali instalasi. Besoknya teknisinya datang lagi dengan membawa seniornya, dan akhirnya siaran dapat berjalan baik (walaupun sinyal kecil sekali). Kabel coaxial di rumah saya sebenarnya sudah ditanam duluan saat proses renovasi rumah, sehingga tidak perlu penarikan kabel baru ke dalam rumah, hanya tinggal menyambung di atas. Adapun proses instalasi adalah di kamar saya dan sudah ada kabel instalasinya. Teknisi pada awa…

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…