Skip to main content

H+4 dan H+5 proses resign

Update today tentang proses resign gw di kantor:

  1. Pagi ini dipanggil atasan langsung yang kemaren sempet nyuekin. Ditanya apa bener serius mau resign, mau kemana, berapa gajinya disana, perusahaannya di bidang apa, siapa ownernya, ngikut siapa.
  2. Saya bilang saya tidak ikut siapa-siapa, cuma sewaktu habis wisuda s2, langsung ada tawaran, diinterview sama ownernya, dan langsung ok. Proses yang sangat cepat
  3. Dia bilang kalau gajinya segitu, saya tidak bisa tahan. Tapi nanti saya coba bicarakan sama management, kalau memang mereka ok ya saya ikut aja.
  4. Dalam hati saya bilang "kan saya mengajukan surat resign, bukan surat permintaan kenaikan gaji".
  5. Surat saya direvisi oleh atasan saya, dibuat efektif per 31 agustus. Alasannya sih karena memang bekerja di situ sampai tgl segitu. Jatah cuti diuangkan saja katanya. Saya setuju saja, tapi bingungnya dia minta paraf supaya bukan saya yang maksa-maksa kata beliau.
  6. Saya tanya ke hrd, sudah benar seharusnya 30 sept, alasannya kan cuti besar itu 21 hari. Sedangkan kalau cuti diuangkan yang bisa hanya 12 hari.
  7. Kalau dipikir-pikir dan dihitung-hitung berarti maksud atasan saya, jatah saya dikurangi dari 21/21xGP, menjadi 12/21xGP. Wah wah wah...
  8. Malamnya saya sms, to the point bahwa saya sudah tanya ke hrd, 30 sept supaya saya dapat 21 hari cuti besar saya diuangkan, dan itu atas saran hrd juga. Atasan saya reply bahwa dia akan tanyakan dulu aturannya seperti apa dan kalau begitu boleh atau tidak. Hehehe, jawaban basa basi.
  9. Pagi ini saya post status "Percaya bahwa aku tidak akan pernah kekurangan karena pemeliharaan Tuhan, walaupun ada yang berusaha mengurang-nguranginya."

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…