Skip to main content

Singa, Pertunjukkan, Bayaran, dan Kandang

Adalah seekor singa, dari kecil sudah berada di dalam sebuah sirkus. Singa ini sudah dilatih bertahun-tahun untuk bisa memberikan begitu banyak trik dalam pertunjukkannya.

Si singa menyukai pertunjukkannya. Dia senang sekali kalau bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya pada semua orang dan terlebih pada pelatihnya.

Pelatihnya pun senang melihat begitu banyaknya penonton terhibur apabila si singa menunjukkan kebolehannya. Tambah lama sirkusnya tambah besar, tambah penghasilan buat si pelatih.

Karena penghasilan sirkus sudah besar, dan mereka pun sudah terkenal, si pelatih memberikan bayaran yg lebih baik kepada si singa berupa makanan yg lebih banyak dan lebih enak. Ini sebagai kompensasi kerja keras si singa mengadakan pertunjukkan.

Si singa merasa puas dan kenyang. Ternyata sirkus ini akhirnya bisa menjadi besar, berkat jasanya jg sedikit banyaknya. Si singa jg menikmati makanan yg enak diberikan oleh sang pelatih. Motivasinya bertambah besar untuk memberikan pertunjukkan yg lebih baik.

Pada saat yg sama, si pelatih merasa harus menaikkan jadwal pertunjukkan. Singa-singa lain dimasukkan. Demi mencapai ambisi, sirkus ini melakukan perekrutan singa besar-besaran. Banyak singa yg datang ternyata karena kedekatannya dengan si pelatih. Pelatih pun langsung saja memasukkan singa-singa lain tanpa tedeng aling-aling tanpa melihat kompetensi dan kemampuannya.

Pertunjukkan bertambah banyak, singa pun bertambah banyak, dan penonton pun bertambah ramai. Ya, sirkus ini sudah menjadi sirkus yg paling besar diantara semua. Si pelatih pun menjadi pelatih singa terbanyak sepanjang sejarah sirkus tersebut.

Seiring dengan waktu, si singa mulai bisa mengenal perangai singa yang lain, ada yang penjilat dan hobinya menjatuhkan orang lain, ada yang karena merasa punya kemampuan lebih seenaknya tidak mau berlatih rutin sehingga dia seenaknya hadir hanya 7 hari dari 20 hari berlatih. Ada lagi singa yang dibayar besar sekali padahal kompetensi dia no besar, dia selalu bilang bahwa dia akan memperbaikinya dikemudian hari, tapi ternyata bohong besar karena si singa memang pada dasarnya tidak mampu melakukannya. Dan banyak dari singa-singa lain itupun lebih sering mengaum daripada melakukan pertunjukkan yang bagus.

Si singa pun mulai menunduk lesu.
Dia selama ini yang tidak pernah memperhitungkan bayaran, dia hanya ingin mempertunjukkan apa yang terbaik dari dirinya. Dia selama ini tidak pernah telat dan absen berlatih karena pelatih selalu bilang bahwa dia bisa melakukan yang lebih baik lagi. Tapi begitu melihat kenyataannya sekarang, dia merasa kecewa terhadap diri sendiri, kecewa terhadap pelatih, kecewa terhadap singa-singa yang lain. Lebih dari rasa kecewa itu sendiri, si singa merasa ada atau tidaknya dia tidak lagi menentukan dalam pertunjukkan sirkus. Si singa merasa tujuan sirkus tidak lagi menjadi tujuan dia.

Pada saat  yang sama, semakin banyak singa yang di rekrut, semakin sempit pula kandang yang tersedia. Semakin lama kandangnya semakin tidak nyaman, tidak bersih, dan tidak layak untuk ditempati. Lucunya, si pelatih selalu memarahi dia karena hal tersebut, kenapa dia tidak pernah memperhatikan, harusnya bisa menjaga kandang sendiri. Ditambah lagi dia terus menerus ditekan untuk meningkatkan performance karena dianggap karena dianggap adalah kesalahan dia apabila keuntungan pertunjukan menurun, penonton berkurang, atau atraksi menjadi kurang menarik.

Semua tiba-tiba berubah menjadi mimpi buruk yang berkepanjangan.

Akhirnya diam-diam si singa pun ikut sekolah sirkus yang resmi. Dia ikut kelas lanjutan yang jamnya malam hari yang memaksa dia menyisihkan waktu istirahatnya sehabis pertunjukkan. Dia mempelajari bagaimana seharusnya atraksi yang baik, bagaimana seharusnya kita memperlakukan singa-singa, bagaimana seharusnya sebuah kandang dibangun dan dipelihara, bagaimana seharusnya singa-singa dibayar berdasarkan kompetensinya. Dan dia berhasil lulus dengan cum laude di sekolah sirkus tersebut, sangat memuaskan.

Sampailah waktu dia di wisuda. Pada saat itu pula lah, ada sebuah sirkus kecil yang menawarkan dia pekerjaan sebagai pertunjukkan utama sekaligus pelatih singa-singa di sirkusnya. Si singa tersenyum lebar begitu melihat penawaran yang sangat menarik dan betapa banyaknya hal yang bisa dia lakukan disitu. Dia menemukan kembali dirinya, dia menemukan kembali hasratnya, dia menemukan kembali jiwanya.

Sampai cerita ini ditulis, si singa masih menunggu hari menyampaikan hal mengenai pengunduran dirinya sebagai singa di sirkus yang selama ini membesarkan dirinya. Tapi si singa pun yakin tantangan yang akan dihadapi di sikus yang baru pun akan sama besar atau bahkan lebih besar dari yang saat ini dia hadapi. Namun setidaknya, dia sudah punya pengalaman dan pembelajaran dari apa yang pernah dia alami yang tentunya tidak akan dia lakukan kepada orang lain.

(ditulis oleh Julbintor Kembaren berdasarkan kisah nyata)

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…