Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2010

Thesis Bab IV

Thesis sudah masuk bab IV. Perjalanan mulai semakin terjal dan mendaki.  Ini bab paling sulit dari semua. Tidak jarang perubahan di bab IV merubah lagi yang di bab III. 
Konsultasi dengan dosen pembimbing pun kurang. Akhirnya diimbangi dengan konsultasi dengan Mamah.  Partner thesis pun mulai sering menghilang, sudah tidak bisa diandalkan.  Tapi ini harus selesai, dan harus tepat waktu.  Deadline 10 November, hari pahlawan. 
Tuhan beri aku kekuatan lebih untuk 1 bulan ini saja, supaya semua bisa diselesaikan dengan baik.  Biar pada prosesnya karakter semakin dibentuk. Sehingga nantinya waktu ada penyematan gelar S2 - MM, bukan pada gelar itu aku bangga, tapi pada proses yang sudah kulewati dengan perjuangan dan pada karakter yang sudah dibentuk. 
Seperti kata slogan temen-temen kuliah di MM..."see you on top!"

Bulan ke-8

Sudah masuk bulan ke-8. Kata dokter kepala sudah di bawah, posisi sudah bagus, dan kondisi baik.  Aduh Tuhan, memang ajaib selalu semua perbuatan-Mu. 
Adiknya Fhea ini cowo, jadi karakternya lumayan keliatan kerasnya dari emosi Mama-nya belakangan ini.  Hehehe. Fhea pun mulai ada banyak perubahan memasuki usia adiknya yang sebentar lagi lahir ini, agresifitasnya meningkat tajam. 
Semoga lahir normal supaya biaya lahiran terjangkau, maklum masih anak kuliahan.  Semoga Mama sehat-sehat dan diberi kekuatan ekstra untuk semuanya.  Semoga adiknya Fhea sehat-sehat dan punya organ tubuh yang lengkap.  Semoga kakak Fhea diberi pengertian terus menerus untuk kelahiran adiknya nanti.  Terima kasih Tuhan untuk semua yang Engkau beri. 

Fotografi

Hampir 6 bulan sudah mulai belajar tentang fotografi. Dari 0 besar. Seni memang selalu menarik untuk dipelajari. 
Mumang jadi tempat belajar yang luar biasa, ini klub fotografi di kantor terdiri dari orang-orang yang punya alat bagus, punya skill yahud, dan punya kerendahan hati untuk ngajarin tentang fotografi. Thanks to mumangers! It's a great gift to have you all bro...Mpak Njan, Brondonk, Jusak. 
Godaannya adalah untuk tidak fokus pada fotografinya sendiri, melainkan pada alatnya.  Lensa, body, accessories, tas...dan banyak hal lain yang butuh duit tidak sedikit, bisa menyita pikiran. 
Fokuskan kembali kepada seni-nya, bukan pada alatnya. 
Mas Tiyo pernah bilang "bagus deh lu belajar foto, tapi inget ya belajar moto, bukan belanja mulu". 
Gadget belanja sudah habis banyak: *550D *40D *17-85 *18-55 *50 1.4 *70-200 2.8 *Dry-box *Tas
Mungkin bisa di stop dulu semuanya dan mulai fokus lagi.

Macbook dan Fokus

Awalnya aku berpikir tentang talenta adalah bagaimana memperoleh sebanyak-banyaknya, kemudian menguasainya semua sekaligus dalam ruang waktu dan kesempatan. Kemudian ketika dicoba melakukannya, memang dapat. Tapi ada yang kurang.  
Awal membeli macbook dulu, tujuannya supaya bisa lebih optimal di musik, lebih baik dalam membuat musik, recording, mixing, dan masteringnya. Macbook ini kubeli setelah proyek album #1 "Selamanya Ku 'Kan Tertawa" yang terjual lebih dari 100juta kopi (wakaka). Dari keuntungan penjualan dan royalti lagu-lagu yang dibuat ringtones dan ring back tone lah dana untuk membeli macbooknya. 
Tapi kemudian semua jadi melambat, mandek, stuck, hampir berhenti, dan tidak fokus. Aku jadi berupaya habis-habisan membiasakan diri dengan macbook dan logic pronya, sementara itu susah sekali, tidak terbiasa. Akhirnya justru karya yang jadi korban, eksistensi di blantika permusikan menjadi tergantikan oleh band-band baru yang bermunculan. 
Tanggal 20 september 2010 me…